Apa Itu Cryptocurrency?

Apa Itu Cryptocurrency?

Share:

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Di era digital ini kehadiran mata uang digital atau yang biasa disebut dengan nama cryptocurrency semakin populer di tengah masyarakat. Di mana kehadirannya bisa diterima oleh sebagian besar orang sebagai instrumen investasi yang cukup menjanjikan.

Hal tersebut tentunya tidak terlepas dari alasan bahwa mata uang digital atau cryptocurrency selalu mengalami peningkatan yang fluktuatif seiring berjalannya waktu. Diketahui bahwa selama ini dalam menjalankan investasi terdapat aset tangible dan aset intangible. Dan Bitcoin di dalam cryptocurrency ini tergolong sebagai aset digital.

Sebagai bagian dari generasi di era ini, penting bagi Anda untuk mengetahui lebih dalam mengenai cryptocurrency. Apa itu cryptocurrency, bagaimana mata uang digital ini bekerja, hingga rambu-rambu apa saja yang perlu Anda perhatikan sebelum membeli mata uang digital ini. Sehingga, berbagai transaksi virtual yang Anda lakukan nantinya bisa berjalan dengan lancar, aman, dan mendatangkan keuntungan sesuai harapan.

Pengertian Cryptocurrency

Cryptocurrency merupakan mata uang digital yang digunakan untuk melakukan transaksi virtual dengan melibatkan jaringan internet. Mata uang ini tentu saja berbeda dengan mata uang konvensional yang berbentuk secara fisik dan bisa Anda simpan secara pribadi maupun di bank. Namun untuk mata uang digital turut menggunakan sandi-sandi yang tergolong rumit demi menjaga keamanannya.

Secara bahasa, kata ”cryptocurrency” berasal dari kata “cryptography” yang berarti kode rahasia dan “currency” yang berarti mata uang. Kriptografi sendiri bukanlah konsep yang baru saja muncul di era digital ini. Namun sudah ada sejak lama, yakni sejak zaman Perang Dunia II. Di mana Jermanlah yang menggunakan kriptografi untuk mengirimkan kode-kode yang sifatnya rahasia dengan tujuan agar tidak mudah diketahui atau dibaca oleh pihak lawan.

Perlu Anda ketahui bahwa uang digital ini sifatnya adalah desentralisasi yang berarti tidak ada pihak yang menjadi perantara di dalam suatu transaksinya. Pembayaran yang dilakukan dengan menggunakan mata uang digital secara peer to peer, yakni dari pengirim ke penerima. Walaupun begitu, Anda tidak perlu khawatir karena setiap transaksi yang dilakukan akan selalu tercatat di dalam sistem yang berada di jaringan cryptocurrency.

Sedangkan seluruh catatan tersebut akan dikerjakan oleh yang namanya penambang cryptocurrency. Dirinya akan memperoleh penghasilan yang juga berupa uang digital. Dengan demikian, karena sifatnya yang desentralisasi inilah maka mata uang digital menggunakan komputer yang berspesifikasi khusus. Sehingga keamanannya pun tetap terjaga dengan baik.

Jenis Cryptocurrency Yang Beredar

Keberadaan cryptocurrency yang sudah cukup lama ini, namun bagi masyarakat sendiri uang digital adalah suatu hal yang masih tergolong baru. Ada beberapa jenis cryptocurrency yang dikenal oleh sebagian besar masyarakat dan sering digunakan,seperti Litecoin, Ethereum, Monero, Ripple, dan Bitcoin. Diketahui bahwa telah ada 1.000 cryptocurrency yang saat ini beredar di seluruh dunia. Tetapi, Bitcoinlah yang paling populer karena banyak orang yang menggunakannya.

Bitcoin diciptakan oleh Satoshi Nakamoto yang hanya menciptakan Bitcoin sampai 21 juta koin sesuai dengan kesepakatan. Berdasarkan perkiraan, jumlah ini tidak akan pernah habis hingga tahun 2140 mendatang. Bagi Anda yang ingin bertransaksi dengan menggunakan Bitcoin ini, maka hanya perlu mengandalkan komputer saja karena sifatnya yang virtual. Anda tidak perlu repot-repot datang ke bank atau lembaga keuangan lainnya untuk menjalankan transaksi ini.

Di dalam melakukan transaksi ini juga tersedia semacam buku besar yang nantinya digunakan untuk mencatat setiap aktivitas transaksi di dalam sistem. Buku besar inilah yang disebut dengan nama blockchain. Blockchain tidak melibatkan pihak ketiga di dalam memverifikasi transaksi. Oleh karena itu, Anda tidak membutuhkan identitas dalam bentuk apa pun untuk menjalankan transaksi pembayaran atau penerimaan Bitcoin. Sehingga pencatatan ini pun bisa dilakukan secara aman, mudah, praktis, dan minim akan kesalahan.

Cara kerja dari Bitcoin dimulai ketika ada orang yang mengirimkan Bitcoin. Transaksi tersebut akan dilakukan verifikasi kemudian disimpan di dalam blockchain. Informasi yang ada di blockchain akan dienkripsi. Kemudian penerima Bitcoin akan menggunakan private key untuk decrypt kembali. Transaksi pun akan diproses dengan menggunakan jaringan komputer dari berbagai penambang Bitcoin. Komputer tersebut nantinya digunakan untuk menjalankan software yang bernama nodes.

Kelebihan Dan Kekurangan Cryptocurrency

Bagi Anda yang hendak terjun untuk menjalankan investasi cryptocurrency dan mempertanyakan apakah investasi ini memberikan Anda keamanan transaksi. Maka akan lebih baik jika Anda mengetahui kelebihan serta kekurangan dari cryptocurrency itu sendiri.

Kelebihan Cryptocurrency

Berikut adalah beberapa kelebihan cryptocurrency yang perlu Anda ketahui.

1. Lebih Cepat Dan Hemat Biaya

Dengan menggunakan uang digital, maka di dalam proses pengiriman uang bisa dilakukan dengan lebih cepat karena melibatkan komputer dan internet. Di mana hanya dalam hitungan detik saja, uang bisa langsung terkirim dan juga bisa langsung diambil pada hari itu juga. Sehingga Anda tidak memerlukan serangkaian proses yang memakan banyak waktu. Selain itu, penggunaan cryptocurrency juga lebih hemat biaya. Misalnya jika Anda hendak mengirim uang ke luar negeri atau pun sebaliknya, maka tidak akan dikenai biaya yang besar, baik untuk penerima maupun pengirimnya.

2. Tidak Terikat Dengan Negara Manapun

Inilah kelebihan dari cryptocurrency yang tidak terikat dengan negara manapun. Karena tidak ada lembaga maupun pemerintahan yang melakukan pencetakan pada uang digital ini. Uang digital dicetak oleh para pengguna yang memang menggunakannya untuk menjalankan transaksi seperti trading, pengiriman uang, dan sebagainya. Hal ini tentu saja berbeda dengan uang secara umumnya yang berbentuk fisik. Di mana uang ini dicetak oleh Perum Peruri (Percetakan Uang Republik Indonesia) dan selalu diawasi oleh negara. Selain itu kursnya juga memberikan pengaruh pada nilai jual beli di negara lain.

3. Keamanan Yang Terjamin Dan Jauh Dari Pemalsuan Uang

Dalam menggunakan cryptocurrency, Anda bisa menjalankan transaksi tanpa harus menunjukkan identitas asli seperti saat menggunakan Bitcoin. Selain itu, dengan cryptocurrency juga bisa menghindarkan Anda dari terjadinya pemalsuan uang yang kerap terjadi pada transaksi secara konvensional. Jadi, penggunaan cryptocurrency bisa diandalkan dan Anda tidak perlu meragukan lagi akan keamanannya.

Kekurangan Cryptocurrency

Berikut adalah beberapa kekurang cryptocurrency yang perlu Anda ketahui.

1. Transaksi Yang Bersifat Irreversible

Transaksi irreversible artinya di dalam sekali melakukan transfer, maka tidak akan bisa dibatalkan lagi. Mata uang yang sudah dikirim akan diberikan kepada orang lain dan tidak bisa untuk diambil lagi atau dibekukan. Kecuali dengan syarat bahwa yang tersebut bersedia untuk mengembalikan uang digital itu.

2. Memiliki Jumlah Yang Terbatas

Diketahui bahwa jumlah mata uang digital yang dikeluarkan terbatas. Sehingga mata uang akan memiliki kecenderungan untuk naik, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk mengalami penurunan juga. Selain itu, naik dan turunnya mata uang digital ini pun sulit untuk diprediksi. Akan lebih baik jika Anda hanya menggunakan untuk transaksi yang cepat.

3. Transaksi Bitcoin Bersifat Pseudonymous

Sifat pseudonymous ini maksudnya adalah semua transaksi yang pernah Anda lakukan bisa dilihat, tetapi Anda tidak bisa untuk mendeteksi siapa dan di mana alamat yang memiliki akun mata uang digital tersebut.

4. Lupa Wallet Key

Ketika Anda menjalankan investasi, maka hal yang harus Anda perhatikan dengan baik adalah wallet. Meskipun cryptocurrency adalah sebuah revolusi teknologi, namun dalam penggunaannya juga tergantung Anda yang menjalankannya. Sehingga tidak bisa jika beroperasi dengan sendirinya. Saat Anda menggunakan wallet kemudian lupa dengan kata kuncinya untuk membuka, maka Anda tidak akan bisa mengakses mata uang kripto yang dimiliki.

Hukum Jual Beli Aset Kripto Di Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara yang tergolong ramah akan aset kripto. Di mana perdagangan mata uang digital ini memiliki undang-undang yang mengaturnya. Sebagaimana dinyatakan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia bahwa Bitcoin dan beberapa mata uang digital atau cryptocurrnecy telah ditetapkan ke dalam kategori komoditi. Untuk sub kategorinya adalah digital aset, lalu untuk sub-sub kategorinya adalah crypto asset.

Pernyataan atas crypto asset ini terdapat di dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 99 Tahun 2018 Tentang Kebijakan Umum Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Aset Kripto. Keberadaan peraturan ini menjadi bukti bahwa negara telah mengakui akan keberadaan dari Bitcon dan beberapa aset kripto yang lainnya. Bahkan peraturan ini juga semakin didukung dengan adanya peraturan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Peraturan tersebut adalah Peraturan Nomor 5 Tahun 2019 Tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisi Aset Kripto Di Bursa Berjangka.

Peraturan inilah yang kemudian bisa menjadi payung hukum atau pelindung untuk pedagang serta nasabah aset kripto di wilayah Indonesia. Perlu Anda ketahui juga bahwa adanya Bappebti memiliki tanggung jawab secara langsung kepada Menteri Perdagangan Republik Indonesia mengenai pasar berjangka dan aset kripto.

Tidak hanya peraturan yang mengatur tentang aset kripto ini saja. Mengingat bahwa cryptocurrency dijalankan dengan memanfaatkan perangkat komputer dan jaringan internet, serta adanya proses tokenisasi, maka hal ini memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan informasi dan transaksi secara elektronik. Sehingga, juga turut dikeluarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Lebih tepatnya di dalam pasal 9 UU ITE yang menyatakan bahwa setiap pelaku usaha yang menawarkan produk melalui sistem elektronik, maka harus menyediakan informasi secara lengkap dan benar berkaitan dengan syarat kontrak, produsen, dan produk yang ditawarkan.

Dengan begitu, melalui peraturan-peraturan tersebut diketahui bahwa negara turut mendukung keberadaan dari cryptocurrency ini serta memberikan perlindungan yang baik pada nasabah aset kripto. Sehingga upaya ini bisa mencegah terjadinya kejahatan yang bisa merugikan Anda ketikan menjalankan investasi uang digital.

Memulai Investasi Aset Kripto Yang Minim Resiko

Saat ini tidak sedikit orang yang mulai tertarik dengan investasi kripto. Bahkan generasi milenial pun juga memiliki minat yang cukup besar akan investasi digital ini. Namun, untuk memulainya akan lebih baik jika Anda mengetahui hal apa saja yang harus diperhatikan untuk menghindarkan dari resiko kerugian. Berikut adalah beberapa persiapan di dalam menjalankan investasi kripto.

1. Banyak Melakukan Riset Tentang Uang Kripto

Sebagai persiapan awal, akan lebih baik jika Anda banyak melakukan riset tentang uang kripto yang akan digunakan. Jangan sampai Anda menanamkan uang di instrumen yang tidak dipahami. Sehingga, pastikan jika Anda memahami dengan baik mengenai sistem kerja dari uang kriptonya serta pilihan koin yang berdasarkan pada preferensi risiko. Kemudian, Anda juga harus tetap berhati-hati dengan adanya investasi bodong yang memberikan janji untuk di awal saja.

2. Siapkan Mental Anda

Diketahui bersama bahwa investasi kripto adalah investasi yang berbasis digital dengan melibatkan jaringan internet. Meskipun menawarkan keuntungan yang menggiurkan dan dijaga dengan keamanan terbaik serta menggunakan rantai blok. Namun dunia digital tidak terlepas dengan keberadaan hacker-hacker handal yang siap melakukan apa saja untuk mendapatkan keuntungannya. Sehingga, siapkanlah mental Anda jika akan terjun di investasi aset kripto ini. Karena cryptocurrency adalah aset yang tidak kelihatan secara fisik dengan risiko yang tinggi.

3. Siapkan Modal Sesuai Dengan Preferensi

Untuk melakukan investasi kripto, maka Anda juga harus mempersiapkan modal yang disesuaikan dengan preferensi Anda. Jika Anda memiliki target keuntungan yang besar, maka persiapan modal Anda juga haruslah besar. Kemudian untuk besar kecilnya modal ini juga tergantung dengan pilihan investasi kripto yang Anda pilih. Jadi, penting bagi Anda untuk mempersiapkan segalanya, baru kemudian Anda bisa mulai untuk berinvestasi.

4. Carilah Platform Monitoring Yang Tepat

Bagi Anda yang baru saja terjun di bidang investasi aset kripto dengan pengalaman yang masih minim, maka harus mencari platform monitoring yang tepat. Jika Anda memiliki modal yang lebih, maka Anda bisa turut serta di dalam beberapa staker dengan layanan masternode bersama dan bisa mendapatkan hadiah secara bersama juga. Anda juga berkesempatan untuk memilih koin yang sesuai dengan preferensi risiko. Di Bitocto, Anda bisa turut serta dengan masternode secara instan dengan investasi yang minimum.

5. Rencanakan Strategi Anda Secara Matang

Hal yang tidak kalah penting di dalam persiapan investasi aset kripto adalah merencanakan strategi secara matang. Mengingat bahwa mata uang kripto ini sifatnya labil dan tidak sedikit dari investor pemula yang kehilangan asetnya karena kurangnya perencanaan. Dengan adanya strategi yang matang di awal, maka Anda bisa menjalani investasi ini dengan lancar dan penuh percaya diri.

Dengan demikian, kehadiran dari inovasi teknologi keuangan berupa cryptocurrency ini telah menjadi inovasi yang baru untuk menjalankan investasi secara digital. Meskipun di Indonesia sendiri investasi kripto sudah memiliki payung hukum, namun Anda tetap harus selalu waspada dengan segala resikonya. Sehingga, persiapan yang matang sebelum benar-benar terjun di investasi kripto sangatlah penting.

Share:

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin