Apa Itu Bullish?

By 23 Desember 2020Academy, Fundamental

Bagi para pemula yang ingin belajar soal saham, tentu istilah bullish pernah Anda dengar. Pernyataan ini memiliki makna penting dalam memahami pasar saham. Bagi Anda yang ingin belajar lebih, mari bahasan bersama tentang apa itu bullish dalam artikel berikut ini!

Memahami Pasar Bullish

Bullish adalah istilah yang digunakan saat kondisi pasar saham menunjukkan peningkatan harga dalam jangka waktu tertentu. Dalam saham, Anda bisa bermain di range waktu yang disesuaikan. Mulai trading jangka pendek yang hanya 5 menitan, sampai jangka panjang dalam setahun. Jadi jangka waktu yang dimaksud dalam definisi tersebut akan tergantung dari konteks range waktu yang digunakan.

Kinerja pasar saham umumnya selalu berdampingan antara bullish dan bearish. Di mana bearish adalah posisi pasar dengan harga yang menurun. Pada sewaktu – waktu, harga bisa naik cepat, tapi bisa juga ia akan turun cepat di beberapa waktu berikutnya. Kadang kenaikan besar juga bisa bertahap dan berlangsung lama. Pada kondisi ini, pasar bullish baru lebih terasa.

Kelebihan pasar bullish adalah kemungkinan untung yang tinggi. Banyak trader yang beroperasi di pasar ini mendapatkan keuntungan besar saat prediksinya benar. Bayangkan Anda beli saham di harga 100. Karena pasar bullish, nilai saham itu terus naik. Pada posisi 200, Anda merasa sudah cukup dan menjualnya. Dari sini, Anda untung 100. Tentu saja kenaikan ini bisa lebih tinggi dan menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi pula.

Tapi seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bullish selalu disertai dengan bearish pada waktu tertentu. Jika harga anjlok, Anda tentu ingin segera menjual saham tersebut. Jadi untuk operasi pasar bullish, pastikan tahu timing kapan beli dan kapan jual untuk memastikan keuntungan maksimal.

Perilaku Pasar & Bagaimana Menghadapi Pasar Bullish?

Dalam beroperasi di pasar bullish, trader tentu memiliki perilaku dan strategy tersendiri. Bagi Anda yang pemula dan ingin belajar soal ini, mari bahas lebih dalam pada bagian berikut ini!

Beli dan Tahan

Perilaku yang satu ini merupakan perilaku yang paling aman. Beli pada saat saham naik dan tahan sambil mengawasi situasi. Selama pegang saham tersebut, Anda bisa mengeruk untung karena nilainya terus naik.

Tahan dalam konteks di sini adalah memegang saham tanpa melakukan hal lain. Jika dapat untung tanpa melakukan apapun, tentu saja Anda tetap tenang. Tapi ingat, Anda lebih baik tetap lakukan analisis pasar teknikal & fundamental agar bisa mendeteksi saat pasar mulai menunjukkan kemungkinan bearish.

Untuk perilaku yang ini, Anda harus cepat bereaksi terharap bullish. Saat ada tanda – tanda saham naik harga, semakin cepat Anda memegang saham tersebut makin untunglah Anda. Karena Anda tidak beli lagi, sumber keuntungan Anda adalah besaran kenaikan harga saham tersebut.

Penambahan Berkala

Perilaku ini berbeda dengan posisi tahan. Di sini, trader tahu pasar bullish dan berusaha memaksimalkan keuntungan dengan membeli lebih banyak. Biasanya trader akan menentukan target sebelum memutuskan membeli lebih banyak saham yang naik itu.

Contoh saja saham A1 mengalami kenaikan. Trader Bili beli pada harga 100. Ia ingin keuntungan lebih dan menarget saat harga mencapai 150, 200 dan 250, ia akan kembali beli saham lebih banyak. Ia berharap dengan lebih banyak saham, ia bisa menjual lebih banyak ballot.

Dari situ ia akan dapat keuntungan lebih. Jadi dari 1 ballot di harga 100, ia beli lagi di harga 150. Tapi karena harga terus naik, ia berhasil beli lagi dan lagi. Saat ada tanda – tanda harga turun di point 300, ia sudah memiliki 4 ballot dan bisa menjual dengan total 1.200 (dapat dari 4 ballot x 300 = 1.200). Jika dibanding membeli dengan harga 100, 150, 200 dan 250 (total biaya 700) untung tentu lebih besar. Keuntungan yang  di dapat adalah 500 (dari 1.200 – 700).

Cara ini paling efektif karena pada tiap target, trader bisa memperhitungkan risiko. Bisa saja target 200 tidak tercapai dan harus jual. Jika sudah terlanjur beli tapi ternyata nilai turun, tentu malah akan rugi. Jadi daripada mengalami rugi itu, lebih baik beli secara bertahap.

Beli Saat Retracement

Perilaku ini memastikan trader membeli saat retracement. Bagi yang tidak tahu, retracement adalah posisi saat saham turun sesaat sebelum naik lagi. Pada bagian sebelumnya, Anda sudah tahu bahwa pasar saham dibagi pada durasi tertentu. Untuk trader yang bermain di durasi 5 menit, mereka bisa melihat lebih banyak perubahan dibandingkan yang bermain harian.

Perubahan pada durasi trading pendek bisa memanjat tinggi, tapi saat evaluasi asset terakhir, nilai bisa berbeda. Contoh saja Anda trading dengan durasi 25 menit. Dalam durasi itu, Anda mencoba melirik kategori pasar di durasi 5 menit juga. Gerakan saham pada durasi 5 menit adalah naik-naik-naik-turun-naik-naik. Dari 25 menit dapat dilihat secara umum saham naik, tapi pada proses naik ada posisi dimana harga turun. Harga turun itulah yang disebut retracement.

Retracement juga sering dianggap koreksi. Di sini, harga akan jatuh beberapa saat sebelum kembali naik lagi. Para trader yang ingin lebih untung, berusaha beli saham di posisi ini. Karena membeli saat harga jatuh, mereka dapat value yang lebih murah. Tapi mereka tahu bahwa pasar bullish pasti harga naik lagi. Karena itu keuntungan yang di dapat juga makin besar.

Menggunakan Metode Full Swing

Perilaku berikutnya yang umum adalah full swing. Strategy ini membutuhkan keaktifan dari trader. Mereka harus siap proyeksi masa depan agar tidak salah mengambil langkah. Keaktifan ini melibatkan jual beli saham dalam jangka pendek.

Jadi pada posisi persis sebelum nilai retracement mereka jual semua saham mereka. Tapi saat point bawah retracement sudah tercapai dan nilai mulai naik lagi, mereka langsung beli. Kegiatan jual beli setiap dinamika perubahan harga ini akan menghasilkan keuntungan lebih dalam waktu singkat. Tapi di sisi lain, proses perhitungan dan analisa yang dilakukan harus lebih cepat.

Biasanya orang yang melakukan hal ini berada di trading jangka waktu 1 jam dan menggunakan alat bantu analisis. Dalam market bullish, posisi market sebelum tutup pasti selalu naik. Jika bisa melakukan optimasi setiap jam-nya, keuntungan yang didapat sebelum tutup pasar tentu lebih besar dibanding melakukan perilaku lain yang dijelaskan sebelumnya.

Berbagai Hal yang Harus Diperhitungkan Saat Masuk Pasar Bullish

Perilaku trader di atas tentu manarik bagi para amateur yang baru belajar. Tapi respons dan perilaku tersebut dilakukan dengan insigtht dan pengalaman tertentu. Bagi pemula yang baru mulai, Anda cukup ketahui beberapa hal berikut ini saat masuk pasar bullish:

Pasar Bullish Selalu Labil

Pasar ini tidak stabil. Posisi naik bisa tiba – tiba jatuh karena berbagai faktor. Biasanya pasar bullish ada yang muncul tanpa penyebab yang jelas. Contoh saja perusahaan B mengalami bullish sahamnya, hanya karena rumor akan meluncurkan produk baru. Hal ini baru rumor tapi menyebabkan nilai saham naik. Memang produk baru bisa membuat perusahaan lebih untung, tapi hal yang dibicarakan masih rumor. Saat ketahuan bahwa rumor tidak benar, saham kembali jatuh ke posisi normal. Hal seperti ini mudah sekali terjadi.

Lebih Sering Didukung Sisi Psikologis

Seperti penjelasan sebelumnya, pasar bullish lebih terpengaruh faktor psikologis. Seberapa percaya pasar akan posisi nilai saham yang naik. Jika banyak yang percaya, nilai tersebut bisa naik stabil sampai point tertentu. Tapi saat kepercayaan hilang, saham mulai dilepas dan harga kembali anjlok.

Kepercayaan ini biasanya berbasis data perusahaan dan situasi ekonomi. Tapi terkadang ada juga penyebab yang tanpa fakta yang bisa dipertanggungjawabkan. Rumor yang banyak dipercaya seperti contoh kasus adalah hal yang lumrah terjadi.

Memiliki Resiko Tinggi Sebagai Follower

Karena kinerja pasar bullish yang tidak labil, Anda akan merugi sebagai follower. Bayangkan jika Anda hanya ikut – ikut saja tentang saham yang trending dan naik. Karena hanya ikut, Anda terlambat beli. Akhirnya saat harga jatuh, Anda sudah terlanjur beli dan menjual dengan harga lebih rendah dari yang sebelumnya tercantum. Karena hal ini, pastikan melakukan analisa mandiri dan putuskan dengan perhitunagan sendiri apakah akan beli atau jual. Jangan hanya jadi follower di pasar bullish.

Mampu Menghasilkan Keuntungan Besar dengan Potensi Resiko Tinggi

Seperti yang digambarkan pada trader perilaku full swing, risiko trading di pasar bullish jauh lebih tiggi. Tapi saat punya money management yang baik. Keuntungan yang dikeruk bisa sangat banyak. Anda memang harus berusaha keras jika ingin banyak untung di pasar ini. Lakukan perhitungan dan analisa cepat dan lakukan trading sesuai analisa tersebut. Jika prediksi tepat setiap analisa, trading yang dilakukan lebih sering akan jauh lebih menguntungkan.

Memperhatikan Kondisi Pasar Saham di Masa Pandemi

Jika sudah belajar tentang pasar bullish secara general dari bahasan di atas, Anda sekarang bisa menilai bagaimana kondisi pasar saham sekarang ini. Anda tahu bahwa pasar bullish mampu membawa keuntungan besar tapi juga menanggung resiko. Anda juga tahu bahwa kondisi pasar bullish adalah tanda kepercayaan investor dengan kekuatan ekonomi dari perusahaan.

Tapi bagaimana mengaplikasikan hal tersebut di pasar saham saat pandemi ini? Semakin dekat dengan era modern, semakin menakutkan posisi pasar bullish. Hal ini karena fenomena pasar ini tidak selalu mencerminkan dunia nyata saat pandemi ini.

Pada pertengahan tahun 2020, Anda tentu dengar berita tentang masalah politik pemilihan presiden di Amerika. Selain itu kondisi Covid-19 yang memburuk di beberapa negara sangat menyedihkan. Tapi bagaimana hal ini berimbas pada pasar saham? Ternyata kebanyakan malah mengalami bullish.

Shifting pasar sebenarnya sudah terjadi pada awal tahun 2020 akibat perselisihan China, Korea Utara dan Amerika. Awal pemberitaan besar – besaran Covid-19 juga menyebabkan pasar menjadi bearish jauh. Banyak orang menganggap hal ini normal dan menganggap trend ini akan terus terjadi sampai masalah virus dapat diselesaikan.

Tapi saat pertengahan 2020, hal yang aneh terjadi, yaitu munculnya pasar bullish. Bagaimana bisa? Bukankan kondisi ekonomi sedang melemah di tahun 2020 ini? Mengapa pasar malah naik kepercayaannya? Dari sinilah, banyak orang sadar dan mulai menganalisis terjadinya disconnect antara pasar saham dan kondisi ekonomi riil.

Perhatikan Disconnect Antara Market Bullish dan Kondisi Ekonomi Riil

Saham biasanya bisa jadi ukuran untuk mengukur kondisi ekonomi secara general. Saat saham turun, biasanya perusahaan tersebut sedang bermasalah. Jika banyak saham yang harganya turun dari satu negara, ada kemungkinan negara tersebut mengalami krisis.

Tapi di saat Covid-19 ini, nilai saham tidak bisa merefleksikan yang benar karena adanya campur tangan langsung pemerintah. Hal ini lebih jelas terlihat di Amerika. Negara ini berusaha menyelamatkan ekonomi mereka dengan memberikan stimulus untuk perusahaan – perusahaan besar agar nilai saham mereka tetap tinggi. Saham yang tinggi akan menjadi daya tarik bagi investor dan menyebabkan mereka tidak menarik uangnya dari Amerika.

Sayangnya perusahaan yang diberi stimulus ini tidak dalam kondisi baik. Jika Anda periksa banyak perusahaan di Amerika mengalami pengurangan keuntungan. Covid-19 tentu jadi penyebab utamanya. Tapi saat kondisi riil mereka jatuh, saham mereka terus naik. Suntikan dana dari FED dan pemerintah untuk menjaga kondisi pasar saham Amerika tentu membuat disconnect yang banyak.

Hal yang dilakukan Amerika ini cukup sukses menjaga investor agar tidak lari. Akhirnya negara – negara lain juga melakukan hal sama. Karena situasi ini, banyak saham yang sekarang masih dalam kondisi bullish walaupun di situasi ekonomi yang kurang sehat sekarang ini.

Nilai saham yang sudah tidak murni ini harus Anda perhatikan. Kejadian ini mirip dengan kondisi sebelum krisis 2008. Memang bailout bisa jadi solusi masalah ekonomi perbankan, tapi saat hal ini membuat disconnect besar pada pasar saham, Anda harus lebih hati – hati beroperasi di pasar ini. Jika bullish di hasilkan oleh indicator ekonomi nyata, tentu tidak masalah. Tapi saat ada tarik – tarikan pihak tertentu, sampai kapankan hal ini bisa bertahan?

Hal yang Bisa Diambil Saat Bermain di Pasar Bulish di Era Pandemi

Untuk sementara ini, pasar saham memang baik – baik saja. Tapi hal ini didukung oleh pengaruh artificial. Ke depannya, dukungan ini tidak akan kuat menahan beban masalah ekonomi akibat Covid. Sebaik apapun suntikan yang diberikan, jika ekonomi nyata tidak terefleksi baik, masalah pasti akan terjadi.

Pertanyaannya, sampai kapan nilai saham yang bagus ini bisa bertahan di tengah kondisi ekonomi yang melemah secara riil? Pertanyaan ini sayangnya tidak ada yang tahu. Seperti yang dibahas sebelumnya, pasar bullish didukung oleh kepercayaan. Saat masih banyak orang percaya pada market, masalah tidak akan terlihat. Tapi saat para trader mulai meragukan kondisi saham, pergerakan ekstrim akan terjadi.

Jika masih pegang saham dan value-nya jatuh drastic, tentu Anda sendiri yang rugi. Tampa ekspektasi Anda dan pastikan waspada. Situasi pasar di 2020 ini tidak natural dan harus diperhatikan dengan seksama. Jangan sampai Anda kecolongan saat pasar berubah tiba – tiba.

Pada bahasan sebelumnya sudah ditekankan soal hal yang harus dilakukan saat beroprasi di pasar bullish. Selama melakukan hal itu, Anda bisa prediksi kapan harga anjlok dan keluar dari pasar sebelum terlambat.

Kesimpulan

Sekian bahasan tentang apa itu bullish dan juga bahasan seputar kondisi saham di era sekarang ini. Pasar bullish adalah situasi menarik untuk trading dan mengeruk keuntungan. Karena sekarang Anda tahu, Anda bisa coba sendiri beroprasi di pasar ini. Tapi ingat bahwa di 2020 ini, situasi pasar bullish tidak merefleksikan kondisi ekonomi yang sebenarnya. Pastikan untuk waspada saat melakukan trading di situasi ini.

Mudah – mudahan bahasan di sini bisa membantu membuka wawasan Anda. Terima kasih sudah membaca artikel ini!