apa itu listing

Listing adalah: Ini Perbedaannya dari Delisting & Relisting

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Deretan saham yang tergabung di dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) tentu telah melewati proses pendaftaran untuk menjadi bagian di dalamnya. Hal ini yang kemudian disebut sebagai proses listing saham. Listing adalah proses terdaftarnya suatu emiten saham ke pasar modal.

Dengan demikian, saham tersebut akan terbuka untuk publik dan menerima transaksi jual-beli saham. Selain itu, Anda mungkin juga mendengar istilah delisting dan relisting yang saling terkait dengan listing. Lalu sebenarnya, apa itu listing dalam dunia investasi? Apa perbedaan listing, delisting, dan relisting? Simak pembahasannya di artikel ini.

Apa itu Listing?

Listing adalah sebuah tahapan pencatatan emiten saham untuk masuk ke dalam pasar modal atau Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan tercatatnya emiten tersebut, maka secara resmi saham mereka terbuka untuk publik. Masyarakat dapat membeli dan menjual saham dengan harga yang telah dibuka.

Pada umumnya, pembukaan suatu saham untuk publik akan ditandai dengan adanya Initial Public Offering sebagai penawaran perdana. Selain itu, masuknya emiten ke dalam BEI menandakan bahwa mereka harus tunduk terhadap segala ketentuan yang berlaku.

Hal tersebut akan memberikan tugas dan kewajiban tertentu kepada perusahaan, mulai dari pelaporan keuangan secara berkala dan pemberian pengumuman terhadap segala kondisi perusahaan yang berpengaruh pada performa.

Pada dasarnya, listing adalah sebuah tahapan baru bagi suatu perusahaan. Pasalnya, saham yang mulanya hanya terbatas untuk internal perusahaan saja berubah menjadi terbuka untuk umum. Bahkan investor dari luar negeri juga bisa terlibat untuk membeli saham tersebut.

Selain itu, dampak dari proses listing adalah berubahnya status dari perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka. Biasanya, hal tersebut akan ditandai dengan adanya identitas Tbk di akhir nama perusahaan.

Adanya listing tentu memberi sejumlah manfaat bagi perusahaan. Fungsi listing adalah diterimanya nominal modal segar yang akan membantu perkembangan bisnis.  

Baca juga: Agio Saham: Pengertian, Manfaat, Jenis & Cara Menghitungnya

Apa itu Delisting?

Selain listing, dunia investasi saham juga mengenal istilah delisting. Lalu, apa itu delisting? Jika listing adalah proses pencatatan maka delisting merupakan proses penghapusan emiten saham dari pasar modal. Dengan demikian, publik tidak lagi bisa membeli atau menjual saham perusahaan tersebut.

Status perusahaan terbuka atau Tbk juga akan dicabut sehingga mereka tidak lagi memiliki kewajiban untuk menjalankan ketentuan yang diberlakukan oleh Bursa Efek Indonesia. Pada implementasinya, delisting terdiri dari 2 jenis, yaitu voluntary delisting dan forced delisting.

Voluntary delisting adalah penghapusan emiten saham yang dilakukan secara sukarela atas kemauan pihak perusahaan itu sendiri. Sedangkan, forced delisting adalah penghapusan secara paksa dari pihak BEI atas suatu emiten saham.

Terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab forced delisting, mulai dari kondisi hutang perusahaan yang memburuk, tidak memberikan laporan keuangan, sampai pencabutan izin bisnis. Hal tersebut tentu memberikan dampak citra negatif bagi perusahaan terkait.

Baca juga: Capital Gain: Arti, Jenis, Cara Hitung & Beda dengan Dividen

Apa itu Relisting?

Relisting adalah proses pencatatan kembali sebuah emiten saham yang sebelumnya mengalami delisting untuk menjadi bagian di dalam Bursa Efek Indonesia. Hal ini membuat suatu saham dapat diakses kembali oleh publik untuk transaksi jual beli. Namun, faktanya aktivitas delisting sangat jarang ditemukan.

Terdapat beberapa syarat yang perlu dilalui untuk proses relisting adalah:

  • Emiten yang mengalami voluntary delisting atau menghapuskan pencatatan mereka di pasar modal hanya boleh mengajukan relisting setelah jangka waktu 10 tahun sejak tanggal delisting. Namun, jika terdapat perubahan susunan manajemen atau pemegang saham mayoritas maka proses relisting paling cepat bisa dilakukan 5 tahun setelah tanggal delisting.
  • Emiten yang mengalami forced delisting atau dihapuskan pencatatannya dari pasar modal boleh mengajukan relisting setelah jangka waktu 6 bulan dari delisting.

Perbedaan Listing, Delisting, dan Relisting

Uraian pembahasan mengenai apa itu listing, delisting, dan relisting telah memberikan gambaran perbedaan dari ketiga hal ini. Pada intinya, tiga proses tersebut mengacu pada kondisi atau status saham di dalam pasar modal. Listing adalah proses pencatatan sehingga disebut masuknya sebuah saham ke dalam pasar modal.

Sedangkan, delisting adalah kebalikan dari listing yang merupakan proses penghapusan pencatatan. Di sisi lain, jika suatu perusahaan ingin bergabung kembali maka mereka bisa mengajukan proses relisting ke pihak Bursa Efek Indonesia. Dengan demikian, saham mereka akan tercatat kembali untuk publik.

Dari pembahasan di atas, maka dapat dikatakan bahwa baik relisting, delisting, dan listing adalah tiga proses yang akan menentukan status sebuah emiten saham di dalam pasar modal. Listing adalah proses pendaftaran, delisting mengacu pada tahap penghapusan, dan relisting merupakan proses terdaftarnya kembali sebuah emiten.

Baca juga: Trading Adalah: Pengertian, Jenis, Keuntungan, dan Risikonya

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin