Partisipasi Perempuan Minim Dalam Proyek Kripto

By 14 Juni 2019Edukasi
partisipasi perempuan

Menggunakan data yang dikumpulkan dari Github, sebuah studi menemukan 100 proyek blockchain teratas dalam ekosistem cryptocurrency menunjukkan kurangnya diversifikasi gender dengan partisipasi perempuan hanya sekitar lima persen. Melansir Coindesk, Penelitian yang dilakukan oleh jurnalis Corin Faife ini memeriksa lebih dari 1 juta komitmen kode di Github untuk mengidentifikasi partisipasi kontributor open-source. Investigasi menunjukkan total 4,64% nama wanita yang ikut andil di masing-masing proyek ini.

Menggunakan  GitHub API, custom Python script, dan Genderize.io, Corin Faife menggali jutaan baris untuk menemukan nama kontributor di setiap proyek. Investigasi berbasis gender memeriksa total 1.026.804 baris kode dalam repositori, mengumpulkan nama asli pengguna dan mengidentifikasi gender mereka menggunakan layanan Genderize. Meskipun hasilnya tidak dapat mengidentifikasi semua pengguna Рbeberapa dari mereka tidak memberikan nama asli atau jenis kelamin yang ambigu Рpersentase keseluruhan nama laki-laki setinggi 67,3%. Faife juga menemukan bahwa proyek blockchain Bytom dan proyek asia seperti NEO dan Theta Token menunjukkan lebih banyak perubahan kode yang ditandatangani oleh kaum wanita.

Angka-angka yang ditemukan oleh Faife mendukung statistik kesenjangan gender yang dilaporkan oleh studi sebelumnya di bidang teknologi. Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh GitHub pada 2017, 95% kolaborator open source adalah pria. Studi GitHub mencatat bahwa kurangnya inklusi juga merupakan masalah bagi wanita yang bekerja di bidang teknologi karena banyak perusahaan pencari kerja memindai proyek online untuk menemukan karyawan potensial. Di blockchain, partisipasi perempuan juga sangat minim, dalam sebuah penyelidikan baru-baru ini ditemukan bahwa startup blockchain baru pada tahun 2019 hanya memiliki 14,5% perempuan sebagai anggota tim dan hanya 7% diantaranya menduduki posisi eksekutif. Perusahaan lain seperti Circle dan eToro juga menemukan perbedaan yang kuat antara jumlah investor cryptocurrency pria dan wanita, dengan wanita yang mewakili kurang dari setengah partisipan dalam kedua studi.

Baca Juga: