Bagaimana Blockchain Memperkuat Demokrasi di Indonesia?

By 24 Mei 2019Edukasi
blockchain memperkuat demokrasi

Minggu ini menjadi minggu penentu pemenang pemilu di Indonesia. Negara berpenduduk lebih dari 260 juta jiwa ini melakukan pemilihan legislatif dan presiden secara serentak pada 17 April lalu. Selain cukup besar, pemilu di Indonesia mungkin terbilang cukup rumit di dunia dengan hampir 193 juta pemilih yang tersebar di 17 ribu lebih pulau dan luar negeri. Butuh waktu berminggu-minggu untuk merekapitulasi surat suara secara tradisional, belum lagi di beberapa daerah surat suara menjadi rusak karena medan yang ditempuh cukup berat untuk mendistribusikan surat suara. Perhitungan suara biasanya dimulai dari setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS), dimana setiap komite akan menghitung suara secara manual, menyetujui dan kemudian selanjutnya formulir ditandatangani, dan dimasukkan ke dalam database. Jadi dapatkah blockchain memperkuat demokrasi?

Baca juga: Partisipasi Perempuan Minim Dalam Proyek Kripto

Melansir CNN, terdapat beberapa unsur yang menyebabkan kesalahan perhitungan suara di Indonesia yakni sistem IT yang kurang mampu membuat klarifikasi atau konfirmasi penginputan data sehingga menyebabkan data yang salah juga bisa masuk, serta server di Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang tidak bisa menerima data masuk terlalu banyak pada waktu bersamaan.

Baca juga: Negara Ini Tawarkan Program Studi Teknologi Blockchain

Di negara-negara yang kondisi geografisnya cukup menantang, wacana mengenai blockchain memperkuat demokrasi dapat dipertimbangkan. Mengutip Forbes, semakin pendek waktu yang dibutuhkan antara pemilihan umum dan melaporkan hasil, maka semakin sedikit pula peluang bagi para oknum untuk menumbangkan atau menyalahgunakan proses pemilihan umum. Selain itu, teknologi blockchain juga dapat memastikan tidak akan ada peserta yang bisa melakukan double vote, hasil pemungutan suara yang tidak dapat dimanipulasi serta tidak diperlukannya biaya pengamanan karena sudah dilakukan oleh algoritma cryptography.

Baca juga: Ayo Sisihkan THR Untuk Investasi Cryptocurrency

Pemanfaatan blockchain tidak hanya digunakan untuk transaksi jual beli Bitcoin saja, namun merupakan pendekatan yang masuk akal dalam pemilihan umum, terutama di negara-negara besar yang menghadapi masalah logistik dalam penghitungan dan pelaporan suara, seperti banyak negara demokrasi di Asia dan Afrika.

Menurutmu, apakah teknologi blockchain akan diterapkan dalam pesta demokrasi selanjutnya di Indonesia?

Baca juga: