Cara Blockchain Memberi Dampak Pada Keamanan Siber

By 18 April 2019Edukasi
keamanan blockchain

Dengan jumlah pengguna internet yang sangat besar dan terus berkembang, tak dapat dipungkiri keamanan siber menjadi aspek yang sangat penting untuk diperhatikan dalam penggunaan internet. Blockchain diketahui dapat mengambil peran yang cukup besar dalam membantu sektor keamanan siber, diantaranya:

  1. Perlindungan Terhadap Serangan DDoS
    DDoS (Distributed Denial of Service) merupakan salah satu serangan paling mematikan yang dihadapi banyak jaringan di zaman modern. Serangan DDoS dapat ditangkis dengan berbagai cara. Seperti dengan mengecek IP yang dicurigai dan daftar hitam mereka, atau menggunakan layanan perlindungan DDoS dari penyedia khusus. Blockchain menghadirkan cara lain untuk memerangi serangan tersebut, yakni dengan menyewa bandwidth yang tidak digunakan di jaringan blockchain untuk menyerap serangan dan menjaga jaringan tetap online.
  2. Perlindungan Terhadap Pencurian Identitas
    Selama 6 tahun terakhir, kasus pencurian identitas masih cukup marak terjadi, termasuk pencurian identitas pada kartu kredit, tunjangan pemerintah, hingga laporan pajak. Salah satu cara blockchain membantu mengatasi masalah ini adalah melalui ID yang didesentralisasi, juga dikenal sebagai DID (Decentralization ID), yang merupakan platform manajemen keamanan yang menyimpan identitas dan dapat diverifikasi di jaringan blockchain.
  3. Perlindungan Terhadap Penipuan
    Kejahatan penipuan semisal ketika pembeli yang menipu mengaku belum menerima barang setelah pembelian merupakan tindak kejahatan yang amat merugikan bisnis, hal ini disebabkan karena sebagian besar pedagang bergantung pada sistem terpusat yang membuat mereka tidak dapat memantau secara langsung. Daripada menunggu otoritas pusat untuk menyelesaikan masalah tersebut, pedagang dapat menggunakan kontrak pintar yang memoderasi transaksi berdasarkan perjanjian yang diprogram dalam blockchain.
  4. Peningkatan Privasi Dalam Sebuah Pesan
    Layanan olahpesan Anda tidaklah seaman yang Anda bayangkan, tetapi bisa dibuat lebih aman. Selain itu, aplikasi perpesanan mengharuskan penggunanya untuk menyerahkan informasi pribadi agar dapat menggunakan perangkat dan mempercayakan privasi pengguna kepada pihak ketiga. Dengan blockchain, pesan dapat disimpan dengan aman di buku besar tanpa perlu melibatkan pihak ketiga.
  5. Tidak Perlu Kata Sandi
    Bahkan dengan kata sandi, infrastruktur terpusat dapat membuatnya lemah karena semua data disimpan dalam repositori pusat. Dengan jaringan terdesentralisasi, semua anggota jaringan, memiliki dan mengendalikan akses mereka sendiri, daripada menyerahkannya kepada pihak ketiga.
  6. Cryptocurrency
    Blockchain pada cryptocurrency bertugas untuk memverifikasi setiap kegiatan transaksi dan memastikan tidak ada penipuan moneter yang terjadi.

 

Baca Juga: