Capital gain adalah

Apa itu Capital Gain? Pengertian, Jenis dan Cara Menghitung

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Dalam dunia investasi, capital gain adalah hal terpenting bagi investor. Melalui itulah seorang investor bisa mendapatkan keuntungan modal.

Seperti tujuan utama investasi yaitu mengembangkan dana dan memperoleh laba.

Sebagai orang yang ingin berkecimpung di dalamnya, apakah Bitoctonians sudah mengerti apa itu capital gain dalam investasi serta apa saja jenis-jenisnya serta bagaimana cara menghitungnya?

Jika belum, membaca ulasan di bawah ini adalah langkah yang tepat.

Apa itu Capital Gain?

Pengertian capital gain adalah  keuntungan yang diperoleh investor dari penjualan kembali aset tetap.

Dalam bahasa Indonesia, orang seringkali menyebutnya dengan keuntungan modal. Keuntungan capital gain didapatkan dari selisih antara harga jual dan harga beli suatu produk investasi.

Sementara, kebalikan capital gain adalah capital loss. Capital loss disebut juga sebagai kerugian investasi karena harga jual lebih rendah dari harga beli.

Seperti halnya capital gain yang bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta, begitu juga capital loss.

Perbedaan Dividen dan Capital Gain

Setelah membahas apa itu capital gain, mari kita bahas perbedaan antara capital gain dan dividen. Pada kenyataannya, masih banyak orang yang menganggap bahwa dividen dan capital gain itu sama.

Padahal keduanya sangat berbeda meski bermanfaat bagi investor. Lalu, apa perbedaan antara keuntungan modal dan dividen? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Jenis Pendapatan 

Pertama, perbedaan dividen dan capital gain adalah bagaimana laba tersebut diperoleh. Dividen investasi bersifat pasif.

Di mana, investor tidak perlu melakukan aktivitas apapun untuk mendapat dividen. Mereka hanya perlu menunggu beberapa waktu hingga perusahaan membagikannya kepada semua pemilik saham.

Di sisi lain, capital gain bersifat aktif, dimana investor harus berhati-hati saat jual beli di pasar modal.

Dalam hal ini, seorang investor harus mampu melakukan analisis dan mempertimbangkan pergerakan pasar, karena sangat mempengaruhi besarnya capital gain di masa depan.

2. Periode Investasi 

Selanjutnya, perbedaan dividen dan capital gain adalah pada periode investasinya. Investor yang menyukai dividen cenderung lebih memilih keuntungan  jangka panjang, karena deviden hanya dibayarkan setahun sekali.

Jika menginginkan lebih banyak dividen, maka Anda juga harus meningkatkan modal investasi di awal tahun. 

Di sisi lain, investor yang mengincar capital gain adalah investor dengan modal kecil karena harga saham per lot di pasar modal lebih murah daripada investasi langsung di perusahaan.

Jenis investor ini mendapat untung ketika harga jual saham naik relatif terhadap harga beli.

Baca juga: Begini Cara Investasi Bitcoin Pemula Agar Untung Maksimal!

3. Waktu Transaksi

Selain dua hal di atas, perbedaan dividen dan capital gain adalah pada durasi transaksi. Agar memaksimalkan keuntungan, investor harus bisa membaca dan menganalisis kondisi pasar. Hal ini akan membantu Anda mengetahui kapan harus membeli atau menjual saham. 

Waktu yang tepat membeli investasi atau saham untuk menerima dividen adalah sebelum hari cum date, yaitu tanggal kumulatif ketikan perusahaan membagikan dividen bagi investor yang terdaftar dalam kepemilikan saham. 

Namun, waktu yang tepat untuk menjual saham untuk mendapat capital gain adalah ketika tanggal jatuh tempo tiba.

Jangka waktu jatuh tempo setelah ex date, yaitu waktu ketika investor tidak menerima dividen karena tidak punya kepemilikan saham. 

4. Periode Return (Keuntungan)

Terakhir, perbedaan dividen dan capital gain  adalah waktu pembagian keuntungan. Dividen biasanya dibayarkan setahun sekali, dimana besarnya keuntungan akan diputuskan dalam rapat umum.

Sementara, capital gain bisa didapatkan setiap saat. Tidak terikat oleh regulasi perusahaan, tetapi ketika investor menjual asetnya.

Baca juga: Return Adalah: Definisi, Jenis, Komponen, Faktor & Contohnya

Jenis-jenis Capital Gain

Setelah membahas perbedaan dividen dan capital gain, kali ini, kami akan menjelaskan mengenai dua jenis capital gain yang biasanya diterima oleh investor atau trader. Diantaranya sebagai berikut.

Short-term Capital (Keuntungan Jangka Pendek)

Short-term capital adalah keuntungan investasi yang diperoleh dari penjualan saham untuk jangka waktu kurang dari satu tahun.

Jenis ini sering dipilih oleh investor yang menghindari risiko. Jika investor ingin mencapai short-term capital, maka mereka harus memiliki kemampuan menganalisa cukup baik.

Long-term Capital (Keuntungan Jangka Panjang)

Long-term capital adalah keuntungan yang diperoleh dari memegang saham dalam jangka waktu minimal satu tahun.

Bentuk ini disukai oleh investor yang tidak memiliki waktu lebih untuk memantau pasar modal. 

Jika Bitoctonians ingin  keuntungan  jangka panjang,  Anda tidak boleh menjual saham setelah satu tahun kepemilikan, tetapi usahakan lebih dari itu. Karena sebagian besar harga saham tidak berubah secara signifikan dalam setahun

Cara Menghitung Capital Gain

Sampailah pembahasan kita pada cara menghitung capital gain. Sebagai seorang trader, penting bagi Anda untuk memahaminya.

Karena, dari sinilah Anda bisa memperhitungkan keuntungan nantinya. Berikut rumus capital gain:

Capital Gain = Harga Jual – (Harga Beli x Jumlah Produk Investasi)

Contoh: 

Pada tahun 2016, Ira membeli saham seharga Rp200 juta dan memilih untuk mempertahankan aset tersebut hingga tahun 2021.

Ketika hendak dijual, harga saham tersebut telah mencapai Rp 400 juta dalam waktu 5 tahun. Maka, cara menghitung capital gain yang diperoleh Ira adalah?

Capital Gain = Harga Jual – (Harga Beli x Jumlah Produk Investasi)

= Rp500 juta – (Rp200 juta x 1)

= Rp300 juta

Jadi, dari perhitungan tersebut diketahui bahwa capital gain yang diperoleh Ira selama periode investasi 5 tahun tersebut adalah sebesar Rp300 juta.

Itulah pembahasan mengenai apa itu capital gain hingga cara menghitungnya. Jika masih pemula, ada baiknya Anda mempelajarinya dengan cermat serta benar-benar memperhitungkan berapa kiranya capital gain yang bisa Anda dapatkan dalam suatu instrumen investasi.

Baca juga: Agio Saham: Pengertian, Manfaat, Jenis & Cara Menghitungnya

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin