Ripple coin adalah

Ripple Adalah: Hal yang Wajib Diketahui soal Ripple dan XRP

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Bagi seseorang yang baru mendengar istilah cryptocurrency, Bitcoin pasti muncul sebagai raja mata uang digital yang terdesentralisasi. Namun, dunia mata uang kripto tidak terbatas pada Bitcoin saja. Sebagai salah satu alternatif yang muncul, Ripple adalah turunan dari Bitcoin yang menghadirkan berbagai keunikan dan kelebihan baru.

Banyak yang menganggap bahwa Ripple coin (XRP) dan Ripple adalah satu hal yang sama dan digunakan secara bergantian. Mereka berhubungan tapi memiliki pengertian dan peranan yang berbeda. XRP adalah mata uang kripto yang bergerak sendiri, sedangkan Ripple adalah platform pembayaran di belakang XRP.

Apa itu Ripple dan XRP?

Pengertian Ripple adalah perusahaan teknologi yang bekerja sebagai jaringan transfer uang lintas batas dan melayani kebutuhan transaksi industri jasa keuangan, dan tersentralisasi. Dibangun oleh Ripple Labs Inc. pada tahun 2012, Ripple berperan sebagai platform pembayaran global dengan open source protokol (dinamai Ripple Protocol).

Hal yang dapat Anda lakukan melalui Ripple adalah transaksi pembayaran antar negara, pertukaran mata uang fiat, dan pengiriman uang. Nah, bentuk mata uang digital yang diproses melalui Ripple adalah XRP, atau Ripple coin. XRP berperan sebagai jembatan dan mewakili berbagai macam mata uang fiat, kripto, komoditas, dan lainnya.

Dilansir dari CoinMarketCap pada 12 Januari 2022, harga ripple hari ini adalah USD 0.766 atau IDR 10,955.75 per koin (dengan nilai tukar IDR 14,309.6). XRP menduduki posisi ke delapan di CoinMarketCap dengan total market cap sebesar $36,33 miliar.

Baca juga: Apa itu Litecoin? Pengertian, Cara Mendapatkan, dan Harganya

Apa saja perbedaan Ripple (XRP) dan Bitcoin (BTC)?

Koin Ripple adalah alternatif mata uang digital yang tersentralisasi, berbeda dengan sejumlah cryptocurrency lainnya yang terdesentralisasi seperti Bitcoin. Dalam hal ini, regulasi XRP diatur oleh pendiri perusahaan dan terfokus pada transaksi institusi besar.

Terlebih lagi, tujuan utama dari Ripple adalah untuk memproses pelunasan pembayaran komoditas, pertukaran mata uang, dan transfer uang bagi industri jasa keuangan. Di sini, Ripple tidak berperan untuk menggantikan mata uang fiat. Tetapi, ia bertujuan untuk mempercepat proses pembayaran dalam hitungan detik dan menghapus biaya pertukaran antar mata uang. Dengan kata lain, Ripple dapat menggantikan SWIFT.

Sedangkan Bitcoin berpatokan pada teknologi blockchain (buku besar publik) yang terdesentralisasi, di mana Bitcoin tidak berpusat pada satu pihak atau tempat saja. Sebenarnya inilah tujuan awal dari penciptaan cryptocurrency, yaitu memberikan pilihan untuk masyarakat agar terlepas dari campur tangan pemerintah atau korporasi tertentu, dan dominasi mata uang fiat.

Dengan harapan untuk menggantikan mata uang fiat, Bitcoin dapat digunakan sebagai instrumen pembayaran barang atau jasa. Namun, transaksi pada Bitcoin memakan lebih banyak tenaga listrik dan waktu. Satu transaksi membutuhkan waktu bermenit untuk diselesaikan.

Dengan sistem yang berbeda, pengguna Ripple tidak dapat menambang XRP. Jumlah XRP yang diterbitkan ada 100 miliar, dengan 38 miliar koin yang baru beredar di pasar kripto dan 60% dipegang oleh pendiri perusahaan. Sedangkan Bitcoin meluncurkan total terbatas sebanyak 21 juta koin saja di pasar kripto, dengan lebih dari 18 juta koin sudah ditambang oleh para pengguna.

Baca juga: Mengenal Apa itu Chainlink Coin, Harga dan Cara Kerjanya

Bagaimana cara pakai Ripple dan XRP?

Jika Anda ingin menuntaskan pembayaran antar negara, Ripple adalah instrumen yang sangat disarankan dengan prosesnya yang cepat, aman, dan terbebas dari pembayaran biaya internasional. Sudah lebih dari 100 mitra seperti bank dan layanan pengiriman uang di lebih dari 55 negara yang menggunakan jasa Ripple.

Anda bisa menggunakan XRP seperti mata uang kripto lainnya yang bertujuan untuk investasi, trading, dan transaksi. XRP dapat dibeli dengan membayarkan sejumlah mata uang kripto pada beberapa platform exchange.

XRP tidak dapat dibeli secara langsung dengan uang fiat. Maka dari itu, Anda perlu membuka akun pada platform exchange terlebih dahulu. Kemudian, membeli mata uang kripto lainnya. Setelah ini, barulah Anda bisa membeli XRP sesuai dengan keinginan.

Adapun cara investasi XRP yang aman adalah dengan membeli dan menahan Ripple coin Anda pada suatu hardware wallet. Jika Anda ingin berinvestasi dalam jangka panjang, sebuah hardware wallet dapat menjaga informasi pribadi yang penting untuk menyimpan uang kripto.

Baca juga: Kenali Polkadot Coin, Mata Uang Kripto yang Melambung

Kontroversi Ripple coin

Ripple yang tersentralisasi sempat menuai kontroversi. Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat menggugat Ripple Labs Inc. dan dua anggota eksekutifnya pada akhir Desember 2020. 

Dengan tuduhan bahwa Ripple tidak mendaftarkan penjualan sekuritas ripple coin (XRP) dengan nilai USD $1,3 miliar dan telah melanggar hukum sekuritas yang ada.

Akan tetapi, Ripple membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa pihak berwenang telah mengizinkan miliaran XRP untuk diperdagangkan secara global di bursa cryptocurrency. Terlebih lagi, pihak Ripple memberikan bantahan bahwa XRP bukanlah sebuah sekuritas dan tidak melanggar hukum apapun.

Baca juga: Mengenal Shiba Inu, Aset Saingan Dogecoin yang Meroket

Apakah Ripple menguntungkan sebagai investasi jangka panjang?

Terlepas dari berbagai kelebihan Ripple, beberapa berpendapat bahwa Ripple coin sebaiknya tidak digunakan untuk investasi jangka panjang

Ditambah dengan kontroversi yang sampai sekarang belum terselesaikan, beberapa platform exchange memutuskan untuk menangguhkan perdagangan XRP (walaupun ini hanya berlaku bagi masyarakat Amerika Serikat).

Namun, pasar kripto memang selalu berubah-ubah. Tidak ada yang dapat memastikan apakah XRP akan mengalami penurunan atau kenaikan drastis pada tahun mendatang. Karena karakter cryptocurrency yang volatil, disarankan untuk Anda agar mempelajari lebih lanjut mengenai kestabilan naik turun harga Ripple.

Berbeda dengan Ripple coin (XRP), Ripple adalah perusahaan yang memproses berbagai transaksi lintas batas. Ripple memiliki banyak kelebihan: cepat, aman, dan tidak memakan biaya transaksi internasional. Jika Anda memilih untuk berinvestasi di Ripple atau membeli aset XRP, pastikan untuk mengetahui seluk beluknya, ya!

Baca juga: Mengenal Jenis-Jenis Litecoin Mining dan Cara Investasinya

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin