Venezuela Mulai Menggunakan Cryptocurrency Dalam Perdagangan Global Dalam Upaya Menangkal Sanksi AS

By 7 Oktober 2020Berita

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro mengatakan negaranya akan mulai menggunakan cryptocurrency baik dalam perdagangan domestik maupun global, sebagai bagian dari upaya untuk menetralkan sanksi ekonomi AS yang melumpuhkan.

Berbicara di parlemen Venezuela pada 29 September 2020, Maduro mengungkapkan bahwa langkah tersebut akan “memberikan kekuatan baru untuk penggunaan petro dan cryptocurrency lainnya, baik nasional maupun global, dalam perdagangan domestik dan luar negeri…”

Negara ini telah mencoba menggunakan crypto nasionalnya, petro, untuk tujuan ini tetapi tidak berhasil.

Maduro mengeluarkan undang-undang anti-sanksi yang bertujuan untuk memacu pembangunan ekonomi dan sosial, dimana keduanya dilumpuhkan oleh sanksi AS. Blokade ini juga telah menghambat hubungan perdagangan Venezuela dengan sebagian besar dunia, di mana dolar AS masih mendominasi.

Sekarang, negara Amerika Selatan yang kaya minyak itu telah mengarahkan pandangannya pada mata uang digital. Venezuela, produsen minyak terbesar keenam dunia ini, berharap dapat memanfaatkan cryptocurrency untuk mengkompensasi tekanan dalam petrodolar yang timbul dari sanksi ekonomi. Bloomberg mengutip ucapan Maduro:

Menteri keuangan dan bank sentral Venezuela memiliki instrumen baru yang akan segera kami aktifkan sehingga setiap orang dapat melakukan transaksi perbankan, serta pembayaran nasional dan internasional melalui rekening bank sentral. Venezuela bekerja dalam dunia cryptocurrency.

Dikecam oleh Barat, pemimpin sayap kiri Venezuela itu bergemuruh: “Donald Trump dan sanksinya menghalangi Venezuela melakukan transaksi di bank dunia manapun. Ada rumus lain yang harus dibayar, dan itulah yang kami gunakan, karena sistem pembayaran kami berfungsi dengan sempurna di China dan Rusia.”

Menurut laporan Bloomberg, bank sentral Venezuela secara resmi menguji apakah ia dapat menyimpan crypto dalam cadangannya. Target langsung termasuk Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).

Kedua aset tersebut telah diminta oleh Petroleos de Venezuela SA yang dikelola negara. Perusahaan minyak ini ingin mengirim BTC dan ETH ke bank sentral dan kemudian meminta mereka membayar pemasok perusahaan dengan koin, menurut laporan tersebut.

Krisis ekonomi Venezuela yang semakin mendalam telah menyebabkan adopsi cryptocurrency secara besar-besaran, dengan Bitcoin senilai lebih dari $8juta yang diperdagangkan peer-to-peer setiap minggu, ditunjukkan oleh data Coindance. Pemerintah baru-baru ini menandatangani perjanjian pajak baru yang memungkinkannya untuk mulai mengumpulkan pajak dan biaya dalam petro.

Bisa dikatakan disini cryptocurrency memiliki kemampuan memberi solusi pada perekonomian suatu negara, satu langkah lagi untuk tingkat adopsi yang lebih luas. Kapan giliranmu? #MulaiDenganBitocto

Deposit mulai dari IDR 50,000 sudah dapat edukasi GRATIS 1-on-1 langsung hubungi Customer Support kami di WhatsApp 0877-9888-6840 atau 0877-2288-9488 atau bergabunglah di komunitas Telegram http://t.me/bitocto

 

 Reference : Jeffrey Gogo on Bitcoin News