Swing Trading Crypto, Kenali Pengertian, Cara dan Risiko

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Meski jarang terdengar, namun swing trading adalah salah satu strategi trader untuk mendapat keuntungan dari instrumen investasi. Tidak hanya kripto, tetapi bisa juga diterapkan dalam forex atau saham.

Bagi Anda yang baru terjun dalam dunia trading, mungkin sudah paham akan adanya istilah ini tapi belum mempelajarinya lebih dalam lagi. Nah, pada artikel kali ini, Bitocto akan mengajak Anda mempelajari tentang teknik swing trading. Yuk simak!

Apa itu Swing Trading?

Swing trading adalah salah satu strategi perdagangan dalam aset keuangan yang dapat diterapkan dalam instrumen saham, forex hingga crypto. Strategi ini dilakukan dengan membeli aset di harga murah, lalu menyimpannya dan akan dijual saat harga naik.

Berbeda dengan day trading yang memainkan pergerakan harga setiap hari, ataupun investasi jangka panjang, swing trading adalah strategi jangka menengah, bisa dalam hitungan hari, pekan atau bulan. Namun, tidak terlalu lama.

Swing trading dapat dilakukan secara maksimal apabila trader mampu menganalisis arah pergerakan tren pasar dengan jelas. Dengan begitu, keuntungan yang didapat lebih pasti, karena tren pasar akan bergerak searah. Sehingga, cukup mudah bagi trader mendapatkan keuntungan.

Karenanya diperlukan analisis cukup detail dan teliti. Biasanya, para trader akan menggunakan grafik harian untuk melakukan analisis sebelum menentukan posisi dan mengambil keuntungan mereka dalam perdagangan.

Baca juga: Apa itu Bullish? Mengenal Pasar Bullish di Dunia Saham

Perbedaan Swing Trading dan Scalping

Setelah memahami arti swing trading, kiranya Anda juga perlu tahu bahwa terdapat teknik lain yang bisa digunakan oleh trader, salah satunya adalah scalping. Scalping merupakan strategi trading yang dilakukan dengan mengambil keuntungan dari perubahan harga terkecil melalui perdagangan.

Berbeda dengan swing trading yang tidak perlu memakan waktu setiap hari, scalping bisa dilakukan sebanyak 10 sampai 100 kali dalam sehari. Tujuannya adalah mendapatkan keuntungan secara maksimal.

Scalping juga membutuhkan tingkat konsentrasi lebih tinggi, analisisnya pun harus lebih teliti. Trader yang menerapkan strategi ini harus mengamati pergerakan chart sekecil apapun itu dan mulai memutuskan. Karena itu, scalper membutuhkan mental lebih kuat.

Baca Juga: Pengertian Chart, Jenis, Contoh, dan Rekomendasi Penggunaan

Cara Swing Trading

Swing trading adalah strategi yang bisa Anda lakukan menggunakan Price Action, Analisis Elliott Wave hingga indikator. Namun, sebagian besar trader lebih memilih memakai teknik Price Action dengan analisis support and resistance.

Dalam hal ini, analisis tersebut berfungsi untuk menjadi batas dan menentukan waktu yang tepat bagi trader untuk memotong atau memasang target stop loss serta take profit (mengambil keuntungan).

Terdapat empat langkah yang perlu dilakukan jika Anda menerapkan Price Action sekaligus analisis grafik jangka waktu lebih dari satu. Berikut langkah-langkahnya.

  1. Trader akan melakukan analisis tren harian untuk melihat bagaimana pergerakan tren terkini.
  2. Trader akan menggambar daerah support and resistance dengan menurunkan grafik jangka waktu lebih pendek, misalnya grafik empat jam. Tujuannya adalah mengambil keuntungan sekaligus memasang kerugian (stop loss).
  3. Kemudian trader akan mengamati pola grafik yang terbentuk untuk meyakinkan dan mengkonfirmasi sebelum memutuskan membuka posisi.
  4. Terakhir, trader dapat mengkonfirmasi pola candlestick dengan menurunkan jangka waktu menjadi lebih pendek lagi, misalnya 1 jam hingga 15 menit. Di sisi lain, beberapa trader ada yang memanfaatkan indikator swing trading sebagai konfirmasi tambahan untuk memastikan pergerakan harga. Misalnya, Moving Average atau Relative Strength Index. 

Baca juga: Cara Membaca Candlestick pada Trading Agar Profit, Simple!

Risiko Swing Trading

Swing trading adalah salah satu strategi dengan risiko yang cukup besar. Biasanya, kondisi tersebut akan terlihat pada risk reward ratio. Seringnya, trader akan menggunakan grafik jangka waktu lebih tinggi untuk menentukan target, keuntungan dan kerugian.

Jika dibandingkan dengan day trading atau scalping, trader yang menerapkan teknik swing trading berpotensi memiliki kerugian lebih besar. Dan jika mengalami kerugian secara terus-menerus dalam jangka waktu lama, maka akan sulit untuk untung atau bahkan sekedar balik modal.

Selain itu, risiko swing trading adalah membutuhkan kesabaran yang sangat besar. Hal ini karena strategi tersebut dilakukan dalam jangka waktu panjang. Dan terakhir, risiko kerugian terbesar bisa terjadi bila trader lupa memasang stop loss atau take profit guna mengamankan posisi.

Baca juga: Apa Itu Stop Loss dan Take Profit? Begini Cara Menentukannya

Keuntungan Swing Trading

Keuntungan pertama dari swing trading adalah trader bisa merasa lebih tenang saat melakukan trading. Setelah melakukan analisis, trader akan membuka posisi, memasang stop loss dan take profit untuk menggunakannya secara otomatis. Jadi, tidak perlu melakukan pengamatan terus-menerus.

Selain itu, swing trading juga memudahkan para trader untuk membiarkan posisinya terbuka. Dimana, tidak memerlukan waktu cepat untuk menutup atau membukanya. Dengan begitu, trader bisa mendapatkan keuntungan secara pasif.

Jika dibandingkan dengan strategi trading lainnya, potensi keuntungan yang bisa didapatkan oleh trader semakin besar. Karena, semakin lama posisi itu disimpan, maka besar kemungkinannya pergerakan pasar sesuai dengan prediksi trader.

Nah, itulah informasi mengenai apa itu swing trading, cara-cara, risiko serta keuntungannya bagi trader. Berbagai strategi trading tentu perlu didukung dengan platform yang mendukung, salah satunya seperti Bitocto. Tertarik jual beli kripto? Yuk Daftar Bitocto sekarang juga!

Baca Juga: Sideways pada Trading: Pengertian, Ciri, Keuntungan, dan Tips

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin