apa itu stop loss

Apa Itu Stop Loss dan Take Profit? Begini Cara Menentukannya

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Dalam melakukan trading ataupun investasi lain, tentu Anda bukan hanya sekedar melakukan pendanaan, namun juga berusaha menekan kerugian demi memaksimalkan keuntungan. Dari banyaknya strategi, stop loss adalah salah satu teknik yang banyak digunakan untuk menghadapi resiko tersebut.

Nah selain stop loss, ada juga teknik yang disebut dengan take profit. Apa perbedaan keduanya? Dan, bagaimana cara menentukan stop loss? Untuk lebih jelasnya, pahami selengkapnya dalam artikel di bawah ini! 

Apa itu stop loss?

Menurut Kamus Oxford, stop loss artinya menghentikan kerugian. Nah, dalam dunia investasi, stop loss adalah sebuah strategi yang perlu diluncurkan guna mendapatkan profit maksimal sesuai target.

Selain untuk meningkatkan profit, stop loss adalah tindakan krusial guna meminimalisir risiko Anda dalam menghadapi kerugian, khususnya apabila sedang berinvestasi pada suatu perusahaan atau trading saham.

Dalam prosesnya, Anda akan menjumpai sejumlah rumus stop loss yang tak boleh diabaikan demi kelancaran berinvestasi. Secara umum, stop loss adalah strategi yang levelnya telah ditentukan sebelum transaksi berlangsung.

Artinya, Anda bisa leluasa mengantisipasi naik atau turunnya harga saham dengan keberadaan stop loss ini. Oleh karena itu, banyak pihak setuju bahwa rumus stop loss adalah perihal penting yang perlu diperhitungkan secara sistematis serta menyeluruh.

Baca juga: Hedging adalah Lindung Nilai dalam Investasi, Ini Contohnya

Perbedaan stop loss dan take profit

Jika berbicara mengenai stop loss rasanya belum lengkap jika tidak sekaligus membahas pengertian take profit, bukan? Secara singkat, take profit merupakan sebuah istilah yang mengacu pada proses pengambilan profit (keuntungan) oleh para investor maupun trader

Cara mudah membedakan take profit dan stop loss adalah dengan memperhatikan perintahnya. Pasalnya, kedua strategi ini dipercaya memiliki order atau perintah yang berbeda satu sama lain. 

Sebagai contoh, jika perintah pada stop loss adalah menutup posisi demi membatasi kerugian, maka pada take profit perintahnya akan lebih mengacu pada penutupan posisi guna membatasi keuntungan di skema-skema tertentu.

Baca juga: Mengenal Bid dalam Dunia Kripto dan Bedanya dengan Ask

Cara menerapkan stop loss

Berikut adalah cara melakukan stop loss yang patut Anda simak dan pelajari dengan seksama sebelum terjun dalam prosesnya secara aktual.

1. Stop loss secara manual

Cara pertama melakukan stop loss adalah secara manual. Artinya, salah satu tugas trader stop loss adalah menutup posisi trading tanpa bantuan software apapun. Dengan begini, trader dapat memperoleh keuntungan utama yaitu fleksibilitas.

Sebagai contoh, jikalau suatu saat harga pasar saham sedang whiplash (fenomena dimana harga turun drastis dan memantul kembali) maka trader mampu menahan posisi dengan memasang status wait and see.

Namun, trader juga semestinya tidak mengabaikan kerugian-kerugian yang mungkin muncul, seperti faktor pemicu dalam diri Anda karena emosi berlebih. Usut punya usut, para trader seringkali tertarik menaruh kesempatan kedua pada posisi trading yang telah merugi hingga total kerugian pun jadi semakin menggunung. 

Baca juga: Apa Itu Dow Theory? Pengertian dan Perannya dalam Trading

2. Stop loss secara otomatis

Cara kedua dalam melakukan stop loss adalah secara otomotasi dengan bantuan software online. Dengan cara ini, Anda bisa membiarkan software tersebut mengambil alih prosesnya agar setiap langkah diambil tanpa berdasarkan emosi. 

Namun, hal tersebut juga bisa menjadi salah satu kerugian dari rumus stop loss secara otomatis, lho. Pasalnya, stop loss yang dilakukan secara otomatis biasanya berbasis eksekusi langsung sehingga kurang memahami konsep fleksibilitas pasar saham.

3. Stop loss dengan trailing stop

Cara selanjutnya jika Anda  ingin melakukan stop loss adalah dengan menerapkan trailing stop. Artinya, order atau perintah sebelum mengeksekusi stop loss dapat ditentukan berdasarkan persentase atau nilai kerugian pada transaksi Anda.

Tujuannya adalah melindungi trader agar tidak terjerumus pada kerugian sembari membantunya meningkatkan untung semaksimal mungkin dengan syarat harga saham terus naik secara signifikan. Namun, fitur ini bersifat terbatas dan hanya bisa diakses pada platform trading berbasis PC atau komputer saja. 

Baca juga: Apa Itu Trailing Stop dan Cara Menggunakannya dalam Trading

Cara menentukan stop loss

Secara umum, cara menentukan stop loss adalah dengan menghitung risiko serta keuntungan secara sistematis, bijak dan terperinci. Namun, terdapat beberapa cara lain yang bisa digunakan untuk menentukan stop loss dengan tepat. Berikut pembahasan lengkapnya.

1. Manfaatkan perhitungan risk & reward ratio

Jika sudah lama berkecimpung dalam dunia trading, Anda pasti tahu bahwa risk & reward ratio merupakan dua hal krusial yang membutuhkan perhatian penuh, terlebih jika berbicara mengenai Money Management.

Rumus stop loss yaitu menghitung risiko dan keuntungan satu ini dianggap sebagai poin penting demi tercapainya profit konsisten dan signifikan bagi trader. Singkatnya, trader diharapkan mampu menimang risiko dengan menentukan stop loss sebelum beranjak pada take profit berdasarkan perhitungan risk & reward ratio.

Baca juga: Rasio Profitabilitas: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Contoh

2. Gunakan price action

Cara selanjutnya dalam menentukan take profit dan stop loss adalah dengan menggunakan price action. Artinya, OctoMate bisa memutuskan untuk mengambil keuntungan saat posisi harga sedang Ranging maupun Trending. Anda juga bisa mengacu tepat dimana pesanan telah dipasang baik dengan support and resistance, trend line, maupun Fibonacci retracement. 

3. Perhatikan persentase

Cara terakhir sekaligus yang terpenting dalam menentukan stop loss adalah memperhatikan persentasenya dengan seksama. Dalam hal ini, trader diharap mampu membatasi risiko dana agar skalanya kurang dari 2-3% saja. Dengan begitu, stop loss artinya dapat berjalan lancar tanpa harus meninggalkan jejak kerugian tinggi.

Itu dia pembahasan seputar stop loss yang telah Bitocto rangkum untuk Anda. Nah sekarang, apakah OctoMate sudah paham dan siap menjadikannya sebagai strategi andalan? Terakhir, jangan lupa untuk selalu jual, beli, dan simpan aset cryptocurrency Anda secara murah serta mudah hanya di Bitocto. Gabung sekarang juga!

Baca juga: Sideways pada Trading: Pengertian, Ciri, Keuntungan, dan Tips

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin