Simple Moving Averages (SMA)

Mengenal Apa Itu Simple Moving Average dan Rumus Menghitungnya

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Pada dunia trading kripto, ada banyak hal yang perlu Anda perhatikan dan pelajari termasuk cara membaca grafik indikatornya. Ada beberapa metode yang bisa dipilih dan Simple Average Trading adalah teknik dasar paling cocok untuk pemula.

Pada dasarnya, Simple Moving Average adalah salah satu bagian dari tiga jenis Moving Average. Ketiganya berfungsi untuk menganalisis grafik pergerakan harga aset. Akan tetapi,  metode Simple Moving Average adalah yang paling sederhana.

Pada artikel ini, informasi yang disampaikan akan lebih fokus pada apa itu Simple Moving Average (SMA) dan cara membacanya. Yuk, langsung simak informasi lengkapnya, ya!

Mengenal Apa itu Moving Average

Sebelum membahas apa itu Simple Moving Average, alangkah lebih baik jika Anda memahami penjelasan tentang Moving Average terlebih dahulu. Moving Average (MA) adalah teknik analisis yang banyak digunakan oleh para trader dan investor. 

Metode ini berfungsi untuk memberikan gambaran arah tren berdasarkan indikator tertentu. Dalam pengoperasiannya, rata-rata pergerakan tren adalah variabel utama yang akan diamati dalam suatu periode waktu tertentu. Rentang waktu harian adalah periode yang paling umum diaplikasikan.

Angka rata-rata yang digunakan berasal dari harga pembukaan (open), harga penutupan (close), harga tertinggi (high), tengah (median), dan terendah (low). Hasil perhitungan rata-rata tersebut kemudian akan ditampilkan dalam bentuk garis yang saling terhubung di sebuah grafik. 

Apa Itu Simple Moving Average?

Simple Moving Average adalah sebuah metode teknis yang digunakan untuk mengamati tren harga pada aktivitas trading selama periode waktu tertentu. Sesuai namanya, jenis Moving Average satu ini merupakan yang paling sederhana daripada Weighted dan Exponential Moving Average.

Rumus Simple Moving Average adalah memperhitungkan kisaran harga saat penutupan dibagi dengan jumlah periode waktu. Cara mudah membaca grafik menggunakan Simple Average Moving adalah memperhatikan arah garis.

Apabila garis SMA mengarah ke atas maka menunjukkan adanya tren naik. Sebaliknya, jika garis mengarah ke bawah maka terdapat penurunan pada tren harga. Melalui perhitungan sederhana dari SMA, ada beragam informasi yang bisa Anda peroleh.

Fungsi menggunakan metode Simple Moving Average adalah menganalisis titik support dan resisten, menentukan sell dan buy, dan informasi lainnya pada grafik tren.

Baca juga: 16 Pola Candlestick Paling Populer dan Berpeluang Untung

Perbedaan Jenis-Jenis Moving Average

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, Moving Average terdiri dari beberapa jenis, yaitu Simple Moving Average (SMA), Weighted Moving Average (WMA), dan Exponential Moving Average (EMA).

Weighted Moving Average merupakan bentuk pengembangan yang menambahkan bobot terdistribusi dalam perhitungan untuk meningkatkan akurasi. Oleh karena itu, para stocklist banyak menggunakan WMA untuk menyajikan garis tren dengan akurat.

Di sisi lain, perbedaan Simple Moving Average dengan Exponential Moving Average adalah fokus yang menjadi acuan akurasi. Perhitungan secara eksponensial membuat EMA lebih memprioritaskan masa kini daripada masa lampau. Dengan kata lain, EMA menunjukkan arah tren yang lebih sensitif terhadap momentum.

Terlepas dari perbedaa tersebut, jenis-jenis pada Moving Average tetap berfungsi baik untuk menganalisis pergerakan tren pada trading dan mengidentifikasi perkiraan terjadinya pembalikan tren.

Rumus Simple Moving Average

Pada dasarnya, perhitungan menggunakan SMA akan dilakukan secara otomatis pada platform trading yang Anda gunakan. Namun, memahami cara kerjanya akan membantu untuk mengedit dan menggunakannya sesuai kebutuhan sesuai kondisi pasar. 

Rumus Simple Moving Average adalah:

Rumus Simple Moving Average

Sumber: akseleran

Cara menghitung menggunakan Simple Average Moving adalah menambahkan deretan harga pada suatu rentang waktu dibagi dengan rentang waktu itu sendiri. Dengan kata lain, ketika Anda akan meletakkan 5 periode SMA menggunakan grafik 40 menit maka cukup menambahkan harga penutupan dari 200 menit terakhir lalu dibagi dengan 5.

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa perhitungan menggunakan SMA juga dapat mengalami keterlambatan atau hasil yang kurang akurat. Pada dasarnya, Simple Moving Average adalah memperkirakan harga di masa depan dengan menganalisis pergerakan harga sebelumnya. Dengan demikian, Anda dapat melihat arah tren di masa depan.

Berikut adalah cara bagaimana Simple Moving Average menunjukkan tren harga:

Grafik Simple Moving Average

Sumber: hsb

Grafik di atas memperlihatkan adanya 3 jenis SMA dalam periode waktu sama, yaitu 1 jam untuk mata uang USD/CHF. Seperti yang dapat dilihat pada gambar bahwa semakin jumlah periode, semakin besar juga keterlambatan harga. 

Garis 62 SMA berada jauh di bawah 30 SMA karena nilainya diperoleh dari harga penutupan 62 periode kemudian dibagi dengan 62. Artinya, semakin lama periode yang ingin dilihat menggunakan SMA maka semakin lambar juga sensitifitasnya terhadap tren pergerakan harga.

Ingin tahu lebih jelas mengenai grafik SMA? Yuk, simak video penjelasannya melalui video cara membaca grafik menggunakan Simple Moving Average.

Nah, itu dia penjelasan mengenai apa itu Simple Moving Average, contoh perhitungan, dan perbedaannya dengan Exponential Moving Average (EMA). Pada intinya, teknik Simple Moving Average adalah metode sederhana yang populer di kalangan para trader.

Baca juga: Cara Mining Bitcoin: Pengertian dan Metodenya, Wajib Simak!

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin