Sideways adalah

Sideways pada Trading: Pengertian, Ciri, Keuntungan, dan Tips

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Ada banyak istilah yang patut OctoMate pahami sebelum terjun ke dalam dunia trading. Salah satunya yaitu sideways. Jadi sederhananya, sideways adalah istilah untuk menyebut kondisi pasar yang cenderung datar dan penuh keraguan dalam kurun periode tertentu. 

Pada artikel kali ini, Bitocto akan merangkum seputar apa itu sideways dalam trading  khusus untuk Anda. Mulai dari pengertian, ciri, indikator, hingga keuntungannya. Yuk simak!

Apa itu Sideways?

Sideways adalah kondisi dimana suatu aset saham diperjual belikan dengan harga yang datar di pasar bergerak akibat bullish dan bearish yang sama-sama dominan dalam jangka waktu tertentu. Pada umumnya, kondisi sideways terjadi pada saat periode konsolidasi, yaitu proses dalam mencari pergerakan harga terbaru, sesudah tren posisi naik atau turun.

Selain itu, yang mempengaruhi datarnya harga pada suatu aset atau kondisi sideways adalah volume. Volume adalah salah satu indikator utama dalam trading saham, hal itu dikarenakan bullish dan bearish yang sama-sama dengan kuat mendominasi. Lalu, hal tersebut juga bisa merangkak naik atau bahkan merosot turun pada satu arah saat terjadi breakout maupun breakdown.

Itulah sebabnya ketika Anda menganalisis sideways, Anda harus memperhatikan indikator teknis serta alur grafik lainnya. Tujuannya guna memberikan sinyal terkait arah harga dan memprediksi kapan terjadinya breakdown.

Baca juga: Apa itu Rising Wedge Pattern? Jenis dan Tipsnya dalam Trading

Indikator Sideways

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, terdapat indikator sebagai pendeteksi sideways. Penjelasan mengenai beberapa indikator sideways adalah sebagai berikut.

Indikator Overlay

Indikator pertama dari sideways adalah indikator overlay, yang terdiri atas:

1. Indikator William’s Alligator

Cara indikator William’s Alligator mendeteksi sideways adalah melalui sebuah alur garis sideways. Jika alurnya bergerak secara berlawanan, maka terdapat tren yang terbentuk. Tetapi, bila alurnya bergerak bertumpukan, maka sideways sedang terjadi pada pasar.

2. Indikator Bollinger Band

Selanjutnya, indikator Bollinger Band mendeteksi sideways saat grafik membentuk alur horizontal dengan saluran yang makin tipis. Jika hal ini terjadi, maka para investor maupun trader harus menanti sampai Bollinger Bands terjadi.

3. Indikator Parabolic SAR

Indikator selanjutnya yang mendeteksi sideways adalah parabolic SAR. Semakin dekat dan halus titik sinyal dengan grafik harga, maka akan hal itu akan semakin mudah dalam mendeteksi terjadinya kondisi sideways dalam suatu pasar.

Baca juga: Apa Itu Dow Theory? Pengertian dan Perannya dalam Trading

Indikator Oscillator

Selanjutnya, indikator kedua dari sideways adalah indikator oscillator yang terdiri atas:

1. Indikator Accelerator Oscillator (AO)

Fungsi indikator AO dalam mendeteksi sideways adalah untuk melihat apakah sedang terjadi volatilitas yang rendah.

2. Indikator Relative Strength Index (RSI)

Cara indikator RSI mendeteksi sideways adalah menunjukkan rasio rata-rata kenaikan harga penutupan. Sinyal RSI ditandai dengan tidak terjadinya kondisi divergen alias pasar sedang mengalami sideways.

3. Indikator Average Directional Index Movement (ADX)

Indikator ADX diukur berdasarkan pergerakan garis sinyal utama ADX pada level 20. Bila sinyal ada di bawah level, maka dapat dideteksi bahwa tren sedang melemah dan harga cenderung bergerak sideways.

Baca juga: Apa itu Wyckoff Pattern? Pengertian, Fase, dan Cara Kerjanya

Ciri-Ciri Sideways Market

Ciri paling utama dari sideways adalah ketika grafik memperlihatkan alur membentuk gunung-gunung kecil dan lembah dengan warna hijau merah yang pendek. 

Alur grafik tersebut sebenarnya menunjukkan pergerakan pasar yang stabil, atau bisa disebut tidak mengalami fluktuasi. Namun pada kondisi itu juga, jika Anda melakukan trading pada waktu bersamaan, maka akan cukup berisiko bahkan bisa merugikan Anda.

Oleh karena itu, sideways bisa berperan sebagai momen pas bagi Anda untuk menahan diri dari kegiatan trading.

Kelebihan Sideways Market

Walaupun dianggap suatu kondisi yang negatif bagi para trader dan investor saham, nyatanya terdapat beberapa kelebihan dari adanya pasar harga datar ini. Kelebihan dari sideways adalah:

1. Struktur market jelas

Umumnya, sideways memiliki level resistance dan support yang lebih jelas, sehingga investor tidak akan merasa bingung ketika melakukan transaksi entry dan penutup.  

2. Risiko dan kontrol

Investor dapat menerima keuntungan pada kondisi sideways. Tetapi, keuntungan tersebut cenderung lebih kecil dibanding kondisi normal. Lain daripada itu, sideways juga berguna untuk meminimalisir terjadinya kemungkinan posisi terkena dampak negatif dari bearish, bullish, ataupun situasi tak terduga, seperti resesi ekonomi.

Baca juga: Apa itu Scalping dalam Trading? Kenali Fakta dan Strateginya

Batasan trading sideways pada saham

Hal selanjutnya yang perlu Anda ketahui adalah batasan trading sideways pada saham, berikut penjelasannya.

1. Biaya transaksi lebih tinggi

Pada umumnya, perdagangan sideways market menghasilkan lebih banyak peluang perdagangan dibandingkan tren perdagangan. Ketika harga saham bergerak naik, pedagang bisa memanfaatkannya untuk membeli pada fase support dan menjualnya pada fase resistance.

2. Memakan waktu

Sering melakukan kegiatan jual beli saham atau trading untuk mendapatkan keuntungan di pasar sideways tentu akan sangat memakan waktu. Seorang trader harus bisa menentukan “exit and entry” dan juga menempatkan order stop-loss.

Tak sampai di situ saja, saat memasuki perdagangan sideways, Anda harus selalu memantaunya dengan cermat untuk memastikan strategi Anda berjalan benar. Hal itu dikarenakan banyak pedagang memiliki strategi tersendiri guna mengefisienkan waktu mereka saat melakukan trading. 

Baca juga: Apa Itu Trailing Stop dan Cara Menggunakannya dalam Trading

Tips Trading pada Sideways market

Bagi Anda yang tertarik melakukan trading saham pada pasar sideways, tak cukup hanya memahami arti sideways dalam trading saja. Berikut tips-tips trading pada sideways yang bisa menambah wawasan Anda.

  • Tentukan kondisi sideways yang bisa di trading
  • Jangan trading saat pasar sedang choppy
  • Gunakan price action dalam pasar sideways

Itu dia pembahasan seputar apa itu sideways dalam trading yang berhasil Bitocto rangkum untuk Anda. Bagaimana OctoMate, sekarang jadi lebih paham bukan saat mendengar istilah-istilah mengenai trading? Semoga artikel ini bermanfaat ya. Setelah itu, yuk segera daftar menjadi anggota Bitocto, platform pertukaran aset digital sederhana dan interaktif!

Baca juga: Cara Membaca Candlestick pada Trading Agar Profit, Simple!

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin