Shiba inu coin

Harga Shiba Inu Coin, Aset Saingan Dogecoin yang Meroket

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Mendengar kata Shiba Inu, pasti erat kaitannya dengan ras anjing asal Jepang. Tapi, jangan salah, dalam dunia kripto, Anda akan mendapatkan penjelasan yang berbeda. Shiba Inu coin adalah salah satu koin populer dalam perdagangan cryptocurrency.

Meski baru diluncurkan pada tahun 2020, rupanya koin ini mampu bersaing dengan Dogecoin sekaligus menjadi kripto terbesar ke-9.

Dikenal makin populer berkat Elon Musk, apa itu Shiba Inu? Yuk pelajari selengkapnya di bawah ini.

Apa itu Shiba Inu Coin?

Shiba Inu coin adalah mata uang kripto yang dibuat oleh seseorang dengan nama samaran Ryoshi pada tahun 2020 lalu.

Koin ini termasuk dalam token ERC-20 dan berlaku di atas jaringan blockchain Ethereum, dengan simbol SHIB.

Shiba Inu coin memiliki pasokan yang melimpah, yaitu mencapai 1 kuadriliun atau setara dengan 1.000 triliun.

Sementara, Bitcoin, yang dianggap sebagai mata uang kripto paling populer hanya memiliki pasokan sebatas 21 juta koin saja.

Fakta menariknya, nama unik dari koin ini terinspirasi dari ras anjing populer asal Jepang dengan nama sama, yaitu Shiba Inu.

Selain itu, logo yang digunakan juga gambar anjing Shiba Inu. Pemilihan logo ini hampir sama dengan token meme kesukaan Elon Musk, CEO Tesla, yaitu Dogecoin.

Karena itu, banyak yang menyebut kemunculan Shiba Inu coin adalah pembunuh Dogecoin atau “Dogecoin Killer.”

Meski begitu, popularitas Shiba Inu coin tak terlepas dari peran Elon Musk itu sendiri.

Bagi yang sudah lama mengenal dunia kripto, pasti sudah tak heran bila kicauan CEO Tesla ini di twitter mampu membolak-balikan harga mata uang kripto. 

Pada Oktober 2021, Musk mengunggah foto anjing ras Shiba Inu miliknya yang bernama Floki.

Meski tak menyinggung perihal koin, namun sentimen masyarakat nyatanya terlalu positif. Hal ini langsung membuat harga koin sekaligus volume trading Shiba Inu coin melejit hingga 770% dalam satu hari. 

Cara Kerja Shiba Inu

Shiba Inu coin (SHIB) bekerja dibawah ekosistem Ethereum. Dimana, Ethereum sendiri merupakan blockchain yang aman dan sempurna untuk kripto.

Adapun ekosistem, SHIB terdiri dari tiga token dan layanan, diantaranya adalah.

  • Shiba Inu (SHIB), merupakan mata uang utama dan token yang menggerakkan semua ekosistem, dengan pasokan sebanyak 1.000 triliun koin. Namun, 50% dari pasokan tersebut dikunci oleh pengembangnya untuk tujuan likuiditas.
  • Leash (LEASH), sisi lain dari Shiba Inu crypto yang memiliki 107,646 pasokan token.
  • Bone (BONE), token tata kelola dalam ekosistem SHIB. hal ini memungkinkan ShibArmy untuk memiliki pasokan sebesar 250 juta token.  

Selain itu, ada pula sisi lain dari ekosistem SHia Inu, yang termasuk daintaranya yitu:

  • ShibaSwab, merupakan decentralized exchange (DeX), sejenis dengan UniSwap
  • Shiba Inu Incubator, Ini tentang menemukan cara untuk menilai kreativitas seniman di luar bentuk seni tradisional. Tujuannya meningkatkan jumlah pencipta karya seni asli dan konten lainnya. 
  • Shiboshi, yaitu, Shiba Inu Non-Fungible Token (NFT) yang tersedia di blockchain Ethereum.

Perbedaan Shiba Inu Coin dan Dogecoin

Digadang-gadang sebagai “Doge Killer” atau saingan dari Dogecoin, apa sebenarnya yang membuat koin ini berbeda dari Doge? 

Pencipta Shiba Inu coin, Ryoshi sengaja memperkenalkan Shiba Inu sebagai koin yang akan bersaing dengan Dogecoin.

Bahkan, Ia juga membuat logo dengan gambar hampir sama. Menurutnya juga, perbedaan mencolok antara keduanya adalah teknologi SHIB cenderung digerakkan oleh masa.

Selain itu, nilai dari Shiba Inu coin sendiri jauh lebih kecil daripada Dogecoin. Shiba Inu juga terdiri atas pemegang koin, pengembang dan penggemar dengan sebutan Shib Army. 

Baca juga: NFT Art: Pengertian, Contoh, Cara Menjual & Membelinya

Harga Shiba Inu

Masuk dalam kategori alternative coin, harga Shiba Inu pada awal kemunculannya cukup rendah.

Namun, sekarang koin ini sedang naik daun dan telah mengalami kenaikan sebesar 7 juta persen semenjak debut. Harga Shiba Inu tertingginya sendiri ada di angka Rp0,6273 sementara harga terendahnya adalah Rp0,4749.

Pada September 2021, kapitalisasi pasar  Shiba Inu coin masih di sekitar angka US$ 2,8 miliar.

Namun setelahnya, dalam waktu satu bulan, mengalami kenaikan hingga 1.300%. Per 28 Oktober 2021, Shiba Inu tercatat telah memiliki kapitalisasi pasar sebanyak US$ 40,95 miliar atau setara dengan Rp581 triliun. 

Adapun rekor kapitalisasi paling tinggi yang dicapai Shiba yaitu US$51,4 miliar. Pencapain ini menjadikannya sebagai mata uang kripto terbesar ke-9 di dunia, dan berhasil mengalahkan Dogecoin ke peringkat ke-10.

Volume perdagangannya sendiri pada saat ini sebesar Rp216.502.251.015.461,97 dengan margin sebesar 221,39%.

Harga koin yang cenderung fluktuatif ini mendorong para investor untuk bermain agresif dalam berinvestasi. 

Itulah penjelasan mengenai harga Shiba Inu Coin serta cara kerja dan alasan mengapa koin ini bisa menyaingi Dogecoin.

Jika tertarik, Anda bisa melakukan jual beli kripto, termasuk Shiba Inu dan Doge dengan mudah melalui aplikasi Bitocto, yuk download sekarang juga!

Baca juga: Apa itu Bitcoin Wallet Address? Pengertian dan Cara Membuat

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin