settlement adalah

Settlement Adalah: Pengertian, Fungsi, Contoh, dan Cara Catat

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Apa itu Settlement? Settlement adalah salah satu komponen yang dicatat dalam jurnal akuntansi biaya. Dengan kata lain, settlement adalah suatu proses pencatatan dan pelaporan seluruh kegiatan biaya dan transaksi keuangan termasuk aset dalam sebuah perusahaan.

Mungkin sebagian dari OctoMate masih awam mendengar istilah ini, sebab proses berikut memang jarang digunakan untuk transaksi umum. Maka dari itu, kali ini Bitocto akan membahas mengenai pengertian settlement hingga cara mencatatnya dalam jurnal akuntansi biaya. Tanpa basa-basi, yuk simak artikel dibawah ini!

Pengertian Settlement

Settlement adalah salah satu istilah dalam bahasa Inggris yang artinya penyelesaian. Sedangkan dalam bidang akuntansi, settlement adalah penyelesaian atau proses final dari sebuah transaksi yang dilakukan oleh pembeli dan perusahaan.

Settlement tidak berlaku untuk transaksi utang, di mana pembeli sudah membayar sementara perusahaan belum mengirimkan produknya. Sama halnya dengan kegiatan piutang, dimana settlement tidak berlaku saat perusahaan sudah memberikan produknya namun pembeli belum juga melakukan pembayaran.

Jadi intinya, yang bisa dikatakan sebagai transaksi settlement adalah apabila masing-masing pembeli dan perusahaan sudah melewati proses pemberian hak serta kewajibannya. Atau dengan kata lain saat perusahaan menerima pembayaran dan pembeli menerima produknya.

Baca juga: Mengenal Manajemen Keuangan, Fungsi, Tujuan, serta Contohnya

Fungsi Settlement

Setelah mengetahui pengertian dasar settlement, hal yang perlu Anda ketahui selanjutnya mengenai settlement adalah fungsinya.

1. Fungsi Pemenuhan

Bagi perusahaan atau penjual, penyelesaian transaksi secara settlement akan membantu dalam memenuhi target penjualan. Sementara bagi pembeli, apabila transaksi semakin cepat diselesaikan maka kebutuhannya pun semakin cepat terpenuhi.

2. Fungsi Stabilitas

Stabilitas dalam hal ini mengacu pada keseimbangan finansial perusahaan. Setelah aktivitas penyelesaian transaksi selesai, tentunya perusahaan memperoleh pendapatan atau keuntungan yang pasti. Dengan begitu, perusahaan mampu memutarkan uang dengan baik guna keberlanjutan proses bisnis.

3. Fungsi Penyelesaian

Fungsi terakhir settlement adalah penyelesaian. Fungsi ini terjadi ketika penjual dan pembeli secara bersama-sama menyelesaikan kewajibannya sehingga tidak ada tanggungan lagi yang tersisa.

Baca juga: Biaya Investasi: Pengertian, Contoh, dan Cara Menghitungnya

Tujuan Settlement

Kemudian di sisi lain, terdapat sejumlah tujuan pembeli ketika melakukan penyelesaian transaksi dengan proses ini. Berikut tujuan dari settlement adalah:

  • Menerima suatu produk dari penjual tertentu dengan membayar sejumlah biaya serta memenuhi persyaratan lain-lain.
  • Mendapatkan layanan yang diberikan oleh penyedia jasa dengan membayar biaya secara penuh serta memenuhi persyaratan lainnya.
  • Menjauhi kewajiban utang yang wajib dibayar pembeli kepada penjual.
  • Menjauhi beban piutang yang ditagih dari pembeli.
  • Memperoleh pendapatan dari produk atau jasa yang dijual.
  • Mempercepat proses penyelesaian transaksi dengan kendala yang nihil.
  • Membantu penjual supaya cepat dalam melakukan pembukuan laporan keuangan.
  • Mencegah risiko-risiko pada sistem pembayaran.

Baca juga: Negosiasi adalah: Tujuan, Tahapan, Ciri, dan Contohnya

Contoh Settlement

Biasanya, proses settlement sering terjadi pada transaksi yang menggunakan kartu debit atau kartu kredit yang digesek di mesin EDC (Electronic Data Capture).

Sebagai contoh, Anda membayar beberapa produk di sebuah supermarket menggunakan kartu debit sebanyak sekian harga, nominal yang Anda bayarkan tersebut telah tercatat dan disimpan di bank penerbit kartu Anda.

Kemudian, Anda akan menerima bukti berupa struk berisi daftar produk yang dibeli beserta harganya dan total nominal yang telah dibayarkan. Struk tadi berperan sebagai bukti proses penyelesaian transaksi di akhir. Itulah mengapa hampir semua kasir akan menduplikasi dan menyimpan seluruh struk pembayaran konsumen.

Berdasarkan contoh settlement tadi, fungsinya adalah agar bank penyelenggara bisa mengirimkan uang yang Anda bayar ke supermarket sesuai dengan jumlah nominal terdata, dan juga sebagai pernyataan bahwa transaksi telah selesai.

Baca juga: Mengenal Pengertian Pelaku Ekonomi, Peran, serta Contohnya

Kapan Harus Melakukan Settlement?

Settlement adalah suatu proses yang tidak boleh dilewatkan oleh penjual dan pembeli, agar proses transaksi dapat terselesaikan dengan baik. Lalu mengenai kapan harus melakukan proses settlement, berikut penjelasannya.

  • Jual/beli saham dan obligasi: 2 hari kerja (T+2) sesudah tanggal jual/beli.
  • Pemerintah dan perusahaan sekuritas:  satu hari kerja (T+1) sesudah tanggal eksekusi.
  • Transaksi dalam mata uang asing spot (FX): 2 hari kerja sesudah tanggal transaksi.

Sedangkan, untuk proses transaksi menggunakan mesin EDC, waktu penyelesaian transaksi paling umum dilakukan dengan syarat sebagai berikut:

  • Satu hari kerja (T+1), batas waktu penyelesaian maksimal hingga pukul 22.00 WIB.
  • Disarankan bukti transaksi (struk) disimpan dalam waktu 9 bulan.
  • Melakukan audit report sebelum melakukan settlement.

Setiap bank dan penyedia jasa keuangan digital juga mempunyai batas waktu pengiriman settlement yang berbeda-beda. Akan tetapi, dalam transaksi jual beli umum seperti toko, normalnya penyelesaian transaksi dilaksanakan setiap hari sesudah proses transaksi selesai.

Baca juga: Jaminan Fidusia: Pengertian, Dasar Hukum, Jenis dan Contohnya

Cara Mencatat Settlement

Pencatatan settlement tentunya akan mempengaruhi penjualan, Harga Pokok Penjualan (HPP), dan piutang. Berikut ini contoh sederhana dalam cara mencatat settlement adalah:

23 Februari 2022

  • Piutang Rp500.000
  • Penjualan Rp1.000.000
  • Harga pokok penjualan Rp100.000

23 Maret 2022

  • Tunai Rp1.500.000
  • Piutang Rp500.000 (settlement)

Berdasarkan contoh diatas, pada tanggal 23 Maret 2022 terjadi settlement. Dimana pembeli sudah melunasi utangnya yang berjumlah Rp500.000 pada transaksi di tanggal 23 Februari 2022.

Baca juga: Akuntan Publik: Definisi, Tugas, dan Jenis-Jenis Jasanya

Istilah-Istilah yang Berhubungan dengan Settlement

Selain itu, terdapat juga istilah-istilah lain yang perlu Anda ketahui dari proses penyelesaian transaksi ini. Berikut beberapa istilah yang berhubungan dengan settlement adalah:

1. Real Time Gross Settlement

RTGS atau kepanjangannya Real Time Gross Settlement adalah sistem pengiriman uang antar bank yang dapat diterima secara real time (waktu yang tepat), tetapi tidak pada saat itu juga, yaitu 3 hingga 4 jam kemudian. Namun, waktu tersebut termasuk cepat pada proses pengiriman uang dalam jumlah yang besar, tentunya ditambah dengan biaya admin.

2. Local Currency Settlement

Local Currency Settlement atau LCS adalah penyelesaian sebuah transaksi yang sifatnya bilateral dan biasanya dilakukan oleh pelaku usaha di Indonesia dengan negara-negara tetangga menggunakan mata uangnya masing-masing.

Sebagai contoh, kerjasama antara Bank Indonesia dengan bank sentral negara tetangga seperti Jepang, Tiongkok, Malaysia dan Thailand.

3. Net Settlement

Net settlement adalah proses penyelesaian transaksi pembayaran final dengan cara penghapusan kewajiban bayar dan hak tagih pada akhir masa akuntansi. Proses net settlement berhubungan dengan bank dan rekening tabungan nasabah.

Baca juga: Kegiatan Ekonomi Adalah: Arti, Tujuan, Jenis & Contohnya

Settlement dan Kaitannya dengan Akuntansi Biaya

Berikutnya, settlement adalah sebuah proses yang memberikan pengaruh penting terhadap laporan keuangan di dalam akuntansi biaya. Proses ini harus diselesaikan oleh seluruh perusahaan supaya menghindari kerugian atau kesalahan ketika mencatat laporan keuangan.

Akuntansi biaya itu sendiri berfungsi untuk  mencatat, melapor dan mengidentifikasi laporan biaya operasional suatu perusahaan maupun bisnis. Selain itu terdapat fungsi atau kaitan lainnya mengenai akuntansi biaya settlement, yaitu:

1. Perencanaan dan Pengendalian Biaya

Semua perusahaan memiliki rincian biaya yang cukup rumit dicatat dari kegiatan operasional maupun aktivitas produksi. Agar keuangan perusahaan tetap stabil, maka perlu adanya perencanaan dan pengendalian biaya menggunakan informasi yaitu data dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

2. Menentukan Harga Pokok

Penentuan harga pokok adalah fungsi penting lainnya dalam akuntansi biaya. Pasalnya, harga jual produk atau jasa sangat mempengaruhi keuangan perusahaan. Maka dari itu, mereka tidak boleh asal-asalan ketika menentukannya sebab akan berdampak pada kerugian.

Demikian penjelasan seputar settlement yang berhasil dirangkum oleh Bitocto. Nah, berdasarkan artikel di atas, Anda jadi semakin paham kaitan antara settlement dan akuntansi biaya. Yuk, pelajari informasi lainnya seputar aset digital dan manajemen keuangan hanya di Bitocto, sampai jumpa!

Baca juga: Apa itu Deposit dan Deposit dalam Kripto? Begini Caranya

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin