scalping adalah

Apa itu Scalping dalam Trading? Kenali Fakta dan Strateginya

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Tahukah Anda bahwa scalping adalah salah satu strategi yang dilakukan oleh trader untuk memperoleh keuntungan besar dengan cepat? Biasanya sang scalper, pelaku scalping, akan memanfaatkan pergerakan-pergerakan kecil dari sebuah komoditas demi mendapatkan cuan. Cukup menarik ya, OctoMate?

Pada artikel kali ini, Bitocto akan merangkum seputar apa itu scalping beserta teknik-teknik terbaiknya. Daripada penasaran, langsung simak penjelasannya di bawah ini yuk!

Apa itu scalping?

Sudah tahukah Anda apa itu scalping? Scalping adalah teknik penjualan dan pembelian aset crypto dalam waktu singkat guna meraup keuntungan sedikit demi sedikit. Istilah untuk menyebut pelaku scalping adalah scalper.

Nah, para scalper membeli dan menjual aset dalam waktu sangat singkat. Seberapa singkat? Scalper biasanya akan melakukan trading pada hitungan menit atau jam.

Sedangkan strategi yang digunakan saat scalping adalah menentukan berapa persen target kenaikan harga kemudian menjual aset saat harga ketika telah mencapai persentase tersebut.

Baca juga: Apa itu Margin Trading? Ini Contoh dan Istilah untuk Dipahami

Perbedaan scalping dan swing trading

Terdapat satu istilah yang mirip dengan scalping yaitu swing trading. Nah, swing trading adalah teknik transaksi yang menjual dan membeli aset dalam jangka pendek. 

Perbedaannya dengan scalping adalah bahwa swing trading menunggu lebih lama hingga nilai aset mencapai nilai lebih tinggi. Durasi waktu tunggu dapat bervariasi mulai dari harian hingga mingguan. Sedangkan scalping adalah teknik mendapatkan untung dengan durasi waktu lebih cepat yakni kurang dari satu hari.

Baca juga: Swing Trading Crypto, Kenali Pengertian, Cara dan Risiko

Jenis scalping

Setelah mengetahui apa itu scalping, berikut adalah jenis-jenis scalping yang dapat diterapkan dalam trading.

1. Scalping sistematis

Systematic scalping adalah jenis scalping dengan memanfaatkan alat analisis dan segala pengetahuan yang ada. Para scalper sistematis biasanya menggunakan trading bot guna melakukan otomatisasi transaksi mereka.

2. Scalping diskresioner

Berbeda dengan scalping sistematis, discretionary scalping adalah metode scalping yang tidak mengandalkan banyak effort. Para scalper diskresioner akan mendasarkan segala keputusan mereka kepada dinamika pasar yang mereka hadapi saat itu.

Baca juga: Apa itu Rising Wedge Pattern? Jenis dan Tipsnya dalam Trading

Teknik scalping

Apakah Anda berminat melakukan transaksi scalping? Berikut adalah beberapa teknik scalping yang dapat Anda terapkan.

1. Bollinger bands

Jika Anda membutuhkan informasi mengenai volatilitas sebuah aset yang akan atau sedang Anda miliki, maka Anda akan tertarik menggunakan teknik scalping bollinger bands. Selain memperkirakan tren harga di masa depan, bollinger bands juga dapat digunakan untuk mengetahui fase jenuh beli (overbought) suatu aset. 

2. Moving average

Nah, apabila sebelum melakukan trading Anda ingin mengetahui rata-rata harga saham/kripto dalam periode waktu tertentu, maka teknik scalping moving average dapat Anda terapkan. Informasi mengenai harga rata-rata didapatkan dari harga pembukaan, harga tertinggi, harga terendah serta harga penutupan.

3. Stochastic

Teknik scalping stochastic digunakan untuk menunjukkan sinyal jual dan beli melalui perpotongan dua garis. Stochastic juga dimanfaatkan guna mendapatkan informasi mengenai harga perdagangan penutupan terakhir.

Baca juga: Pengertian Stochastic, Kelebihan, Dan Cara Membacanya

Indikator yang digunakan dalam scalping

Beberapa indikator ini juga harus diperhatikan saat memulai transaksi scalping, OctoMate.

EMA

Exponential moving average (EMA) dalam scalping adalah teknik untuk memprediksi tren harga dalam kurun waktu tertentu. Kelebihan dari alat analisis ini adalah Anda dapat mengatur periode waktu analisis ke dalam satuan waktu yang diperlukan dalam grafik candlestick.

Grafik candlestick

Anda yang ingin melakukan analisis teknikal bisa melakukannya dengan grafik candlestick. Pasalnya, grafik tersebut menyediakan semua informasi harga aset kripto, sehingga tren kenaikan atau penurunan harga dapat diprediksi saat ini. 

MACD

Jika Anda ingin mencoba indikator trading yang paling banyak digunakan, mungkin MACD adalah pilihan terbaik. MACD adalah kependekan dari Moving Average Convergence Divergence yang terdiri dari 2 komponen yaitu garis sinyal dan area MACD.

OctoMate dapat memilih teknik scalping terbaik sesuai dengan penjelasan tersebut. 

Baca juga: Cara Membaca Candlestick pada Trading Agar Profit, Simple!

Kelebihan dan kekurangan scalping

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan scalping yang perlu Anda pertimbangkan.

Kelebihan

  • Hasil lebih cepat sebab kita dapat memperoleh return sedikit demi sedikit dari selisih nilai saham/kripto
  • Transaksi trading singkat karena tidak memerlukan analisis fundamental secara terus menerus seperti halnya investasi jangka panjang
  • Kecepatan identifikasi kesalahan sebab Anda selalu memiliki kesempatan guna meralat kesalahan open position dan menentukan yang baru

Kekurangan

  • Tekniknya cukup sulit diterapkan terutama untuk scalping diskresioner
  • Bersiap di depan layar sepanjang waktu karena keputusan jual dan beli tergantung pada gejolak pasar saat itu

Baca juga: Apa Itu Dow Theory? Pengertian dan Perannya dalam Trading

Strategi scalping crypto

Apakah Anda sudah menentukan teknik scalping terbaik? Jika sudah, berikut adalah strategi scalping crypto yang dapat Anda terapkan guna meraup untung besar.

1. Range trading

Range trading dalam scalping crypto adalah dengan menentukan titik terbawah dan teratas dari suatu aset. Jika Anda menentukan titik teratas suatu crypto, maka ketika nilai crypto sudah mencapai nilai tersebut, transaksi jual dilakukan. Berlaku pula untuk transaksi pembelian.

2. Bid-ask spread

Bid ask spread didasarkan pada bagaimana permintaan dan penawaran berinteraksi. Jika harga meningkat drastis karena adanya permintaan, Anda harus menjualnya untuk memanfaatkan momentum. Namun Anda juga patut berhati-hati ketika menerapkan bid ask spread karena bisa saja Anda terjebak dan membeli saham gorengan.

3. Leverage

Leverage dalam scalping crypto adalah metode untuk mendapatkan keuntungan lebih besar dari modal yang dimiliki. Dalam scalping, istilah leverage merujuk pada suatu keadaan di mana investor dapat meminjam modal untuk transaksi bernilai besar.

Baca juga: Mengenal Bid dalam Dunia Kripto dan Bedanya dengan Ask

Fakta seputar scalping

Beberapa fakta terkait scalping crypto berikut ini mungkin akan bermanfaat bagi Anda.

  • Anda harus memilah mata uang yang digunakan karena tidak semua mata uang cocok dengan teknik scalping
  • Transaksi scalping memerlukan konsentrasi tinggi karena pergerakan pasar yang dinamis
  • Membutuhkan akses internet handal mengingat Anda harus selalu siap di hadapan monitor
  • Memerlukan strategi unggul terutama jika Anda adalah scalper sistematis
  • Review kinerja trading dengan cepat
  • Metode scalping banyak dilarang oleh beberapa broker
  • Adanya timing waktu tertentu agar transaksi berjalan secara efektif

Demikian pembahasan Bitocto seputar scalping lengkap hingga indikator, strategi, kelebihan, dan kekurangannya. Setelah membaca artikel di atas, apakah OctoMate tertarik untuk menjadi scalper? Yuk mulai investasi aset digital secara mudah dan aman hanya di Bitocto! Daftar sekarang juga!

Baca juga: Apa dan Bagaimana Cara Menghasilkan dari Trading Cryptocurrency?

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin