apa itu return

Return Adalah: Definisi, Jenis, Komponen, Faktor & Contohnya

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Return adalah istilah untuk menyebut hasil keuntungan yang berhasil diperoleh investor dalam melakukan investasi. Oleh karena itu, return menjadi salah satu prioritas utama dan hal yang sangat ditunggu-tunggu para pendananya.

Namun sebenarnya, return investasi bukan hanya soal margin dari selisih harga beli dan jual. Lalu, bagaimana cara menghitungnya? Untuk lebih jelasnya, simak artikel Bitocto kali ini, yuk!

Apa itu return?

Return adalah istilah sederhana yang bisa diartikan sebagai pengembalian uang. Secara umum, return adalah uang yang dihasilkan atau diperoleh dari kegiatan investasi selama periode waktu yang ditentukan. Return yang Anda peroleh bisa berbentuk perubahan nilai aset, investasi, atau proyek dari masa ke masa.

Terdapat dua jenis return, yaitu return positif dimana menunjukkan keuntungan dan return negatif menyatakan kerugian. Seringkali, return adalah dihitung selama periode investasi dalam setahun dengan tujuan perbandingan. Selain itu, hal ini juga menjadi peran untuk menghitung keuntungan atau kerugian selama periode investasi berlangsung.

Baca juga: CAGR Adalah: Pengertian, Rumus dan Cara Menghitungnya

Jenis return

Return atas investasi tak hanya sekadar memperoleh margin dari selisih antara harga beli dan jual. Namun, terdapat beberapa jenis return yang bukan dihasilkan dari selisih harga tersebut. Berikut ini penjelasan mengenai jenis-jenis return adalah:

1. Actual return

Pengembalian aktual atau actual return adalah dimana investor mendapatkan pengembalian setelah berinvestasi. Return jenis ini berbeda dengan yang dijelaskan oleh manajer investasi pada dokumen perjanjian.

Contohnya, tertulis bahwa seorang manajer investasi memprediksi akan memperoleh return sebesar 5% kepada masing-masing investor, namun persentase tersebut dapat berubah. Untuk menghitungnya, Anda harus mengetahui selisih harga saham saat ini dengan kinerja saham periode sebelumnya terkecuali memasukkan dividen.

Selisih harga saham antara dua periode tersebutlah yang dipakai sebagai actual return. Penghitungan ini juga selanjutnya akan dijadikan sebagai perkiraan harga untuk menggambarkan risiko di periode berikutnya.

2. Expected return

Expected return adalah ekspektasi atas keuntungan yang mungkin akan didapat oleh Anda. Jumlah dari expected return adalah diperoleh dari perhitungan proyeksi berdasarkan pergerakan harga saham di periode sebelumnya.

Sehingga return ini tak dapat dijadikan kepastian keuntungan di periode selanjutnya. Meskipun nilai yang diperoleh bisa diasumsikan sebagai rata-rata return jangka panjang.

Baca juga: Biaya Investasi: Pengertian, Contoh, dan Cara Menghitungnya

3. Abnormal return

Abnormal return adalah sebuah kondisi dimana adanya keuntungan atau kerugian yang sangat besar pada satu periode investasi. Nilai abnormal return adalah sangat jauh dibandingkan tingkat expected return.

Biasanya, abnormal return terjadi karena berbagai peristiwa yang mengakibatkan sentimen, baik itu positif maupun negatif, sehingga sangat berdampak pada pergerakan harga saham.

Kejadian-kejadian tersebut pun bermacam-macam, yang paling sering adalah saat pasar saham menjelang ditutup oleh BEI setiap harinya, terjadinya kabar merger atau akuisisi, sampai peningkatan suku bunga.

4. Absolute return

Terakhir, absolute return adalah nilai pengembalian yang diperoleh setelah melewati periode investasi pada waktu tertentu. Pengembalian ini bisa berbentuk keuntungan atau kerugian. Sebab, absolute return adalah dilihat dari apa yang diperoleh atas investasi tersebut.

Tingkat pengembalian ini juga mengukur keuntungan atau kerugian tanpa memasukkan faktor lain seperti aktivitas di pasar saham dan IHSG atau deposito.

Baca juga: Apa itu Deposit dan Deposit dalam Kripto? Begini Caranya

Komponen return

Hal selanjutnya yang perlu Anda ketahui seputar return adalah komponen-komponen di dalamnya. Komponen tersebut antara lain:

1. Yield

Komponen pertama dari return adalah yield, yaitu persentase kas yang diperoleh oleh investor secara rutin terhadap suatu aktivitas investasi. Misalnya seperti bunga obligasi, bunga deposito, dividen, dan lain sebagainya.

2. Capital gain

Capital Gain adalah keuntungan yang akan diperoleh dari selisih jumlah investasi sekarang dengan jumlah investasi yang ditanam pada periode sebelumnya. Tetapi, hal ini hanya berlaku ketika investor berhasil memperoleh keuntungan atau penambahan nilai investasi saja. Bila nilai investasinya menurun alias rugi, istilah paling tepatnya adalah Capital Loss.

Pada dasarnya, beberapa produk investasi seperti obligasi, saham, dan sebagainya tentu mempunyai risiko capital gain atau capital loss. Capital gain bergantung pada harga pasar sebuah produk investasi yang diperdagangkan di bursa efek. Hal itu dipengaruhi oleh harga aset investasi, dan bisa berpeluang untuk mengubah nilainya.

Baca juga: Capital Gain: Arti, Jenis, Cara Hitung & Beda dengan Dividen

Cara menghitung return investasi

Untuk memahami lebih lanjut dalam memperkirakan imbal hasil dari investasi, berikut ini 2 contoh cara menghitung return investasi:

1. Pak Sani membeli saham PT. XYZ pada tanggal 10 Januari 2021 seharga Rp1.000 per lembar. Jika pada tanggal 10 Januari 2022 Pak Sani menjual saham PT. XYZ di harga Rp1.500 per lembar, maka Pak Sani akan memperoleh return investasi sebesar:

= [Rp1.500 – Rp1.000] : [Rp1.000]

= 50% atau 0,5 kali lipat.

Kesimpulannya, return investasi Pak Sani adalah untung atau gain sebesar 50%.

2. Pada tanggal 10 Januari 2021, Pak Sani menjual saham PT. XYZ pada harga Rp750 per lembar, maka Pak Sani akan memperoleh return investasi sebesar:

= [Rp750 – Rp1.000] : [Rp1.000]

= -25% atau 0,25 kali lipat.

Kesimpulannya, return investasi Pak Sani adalah rugi atau loss sebesar 25%.

Baca juga: Rasio Profitabilitas: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Contoh

Faktor yang mempengaruhi return

Dalam aspek investasi, terdapat beberapa faktor dimana biasanya mendasari jumlah return yang diperoleh investor. Berikut ini faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah imbal hasil yaitu:

  • Inflasi
  • Nilai tukar
  • Risiko bisnis
  • Risiko negara
  • Suku bunga
  • Risiko finansial
  • Risiko pasar
  • Risiko likuiditas

Berdasarkan faktor di atas, semakin lengkap dan baik analisis dilakukan, semakin akurat juga ekspektasi return yang Anda peroleh. Intinya, saat berinvestasi, jangan hanya terpaku pada peluang return besar dari saham tersebut. Namun, sangat penting juga memperhatikan tingkat risikonya.

Demikian penjelasan seputar apa itu return yang berhasil Bitocto rangkum untuk Anda. Dalam melakukan investasi, OctoMate tentu juga perlu mempertimbangkan risikonya juga di samping peluang return yang akan didapat. Oleh karena itu, mulailah dengan menggunakan platform pertukaran aset digital terpercaya seperti Bitocto sekarang juga!

Baca Juga: Hedging adalah Lindung Nilai dalam Investasi, Ini Contohnya 

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin