16 Pola Candlestick Paling Populer Dan Lengkap Untuk Analisa Teknikal

By 23 Desember 2020Academy, Fundamental

Beberapa tahun belakangan dunia trading menjadi semakin populer seiring dengan perkembangan teknologi berupa internet di era digital ini. Di mana Anda tidak asing lagi mendengar mengenai forex dan juga cryptocurrency.

Cryptocurrency sendiri merupakan mata uang digital yang digunakan untuk melakukan transaksi secara virtual dengan memanfaatkan jaringan internet. Oleh karena itu, bagi seorang trader sudah seharusnya mengetahui bagaimana caranya membaca pola candlestick, seperti pola candlestick single, double, dan triple.

Candlestick adalah jenis grafik harga yang digunakan trader untuk melihat harga sekuritas tinggi, rendah, terbuka, dan penutupan di periode-periode tertentu. Teknik candlestick ini haruslah dipahami dan dikuasai dengan baik oleh para trader dalam upaya mendapatkan keuntungan yang maksimal serta meminimalkan risiko kerugian. Karena dari pola candlestick inilah, para trader bisa memantau pergerakan harga yang sedang terjadi.

Pola Candlestick Single

Di dalam pola candlestick single ini lebih mudah untuk Anda lihat karena biasanya hanya terdiri dari satu ruas saja atau tidak memiliki pasangan. Pola ini juga terbagi menjadi beberapa jenis yang diantaranya adalah sebagai berikut.

 

1. Marubozu

Marubozu adalah salah satu jenis dari candlestick single yang artinya adalah “kepala botak”. Anda akan melihat bahwa jenis ini terdapat body candle yang tidak memiliki shadow atas dan bawah. Bahkan shadow tersebut tampak sangat tipis. Keberadaan Marubozu menjadi penanda bahwa tekanan bearish atau bullish sangatlah besar di periode-periode tertentu.

Untuk bearish candlestick biasanya berwarna hitam dan untuk bullish candlestick biasanya berwarna putih atau kosong. Jika Anda melihat bullish Marubozu, berarti tekanan bullish sangat kuat. Begitu pun dengan munculnya bearish Marubozu yang berarti tekanan bearish sangat kuat.

Artinya, Anda sebagai trader memiliki kendali terhadap harga awal hingga akhir di dalam sesi trading. Dengan demikian, Anda sebaiknya sudah waspada jika melihat pola Marubozu ini muncul dalam aktivitas trading Anda.

2. Long Candle

Jenis kedua adalah Long Candle dengan ciri khasnya adalah ukurannya yang panjang. Mirip dengan pola Marubozu, pola ini terdiri dari Long Bullish Candle dan Long Bearish Candle. Bedanya hanya pada bayangan atau shadow-nya saja. Di mana Long Candle bisa dilihat secara jelas shadow-nya, sedangkan Marubozu tidak memiliki shadow.

3. Spinning Tops (ST)

Kemudian ada jenis spinning tops yang mempunyai upper shadow dan lower shadow dengan ukuran panjang. Diketahui bahwa dua shadow yang dimiliki oleh Spinning Tops terdapat bagian yang panjang di sisi atas dan bawah, namun untuk badannya berukuran kecil. Tubuh kecil inilah yang menandakan bahwa kekuatan bullish dan bearish sama besarnya.

Perlu Anda ketahui, pasar kemungkinan akan downtrend apabila pola ini muncul di ujung uptrend. Sedangkan pasar kemungkinan akan uptrend apabila pola ST ini muncul di ujung downtrend.

Tetapi Spinning Tops ini juga memerlukan adanya konfirmasi dari candlestick yang selanjutnya, supaya pergerakan harga yang terjadi bisa Anda perkirakan.

4. Doji

Doji ini memiliki pola dengan karakteristik yang kompleks. Oleh karena itu, diperlukan adanya konfirmasi candlestick selanjutnya supaya Anda bisa lebih mufah untuk memperkirakan arah pasar. Untuk ciri-cirinya, jenis Doji ini memiliki tubuh yang tipis seperti halnya sebuah garis, dikarenakan harga open serta harga close yang sama.

Penyebabnya adalah penjual dan pembeli tidak ada yang bisa memegang kendali. Pola ini sendiri terbagi menjadi doji star, long-legged doji, dragonfly doji, gravestone doji, dan four price doji.

Untuk Doji Star ini adalah yang paling seimbang, lalu Long Legged Doji memiliki kemungkinan terjadi pergerakan harga yang akan berbalik ke arah uptend. Kemudian Dragonfly Doji menunjukkan kemungkinan pergerakan harga yang berbalik ke arah uptrend. Lalu Gravestone Doji yang kemungkinan terjadi pergerakan harga untuk berbalik ke arah downtrend. Serta Four Price Doji yang tidak memiliki kepastian, di mana bertepatan dengan rendahnya volume perdagangan, sehingga tidak bisa disebut sebagai tanda untuk ke arah suatu tren tertentu.

5. Hammer Dan Hanging Man

Jika Anda melihat Hammer dan Hanging Man, maka keduanya tampak mirip. Tetapi tetap ada perbedaan antara keduanya, yakni dari proses aktivitas harga terakhir di dalam suatu sesi.

Untuk meningkatkan akurasinya, Anda bisa mengetahui ciri-cirinya, hammer dan hanging man memiliki tubuh yang pendek dengan long lower dan short upper shadow. Perbedaan dari keduanya yang bisa Anda ketahui adalah dari lokasinya. Di mana untuk Hammer berlokasi di lembah, sedangkan Hanging Man berlokasi di puncak.

Meskipun tidak jarang pola Hammer dan Hanging Man ini dianggap memiliki akurasi yang rendah, namun keduanya ettap berperan penting untuk terjadinya perubahan pada kekuatan pasar sebelum adanya perubahan arah tren. Saat harga jatuh, maka palu memberi tanda bahwa harga terbuka dan tertutup di tingkatan yang berdekatan. Sedangkan saat palu terbentuk waktu harga naik, maka sumbu panjang akan menandakan dorongan penjual yang kuat.

6. Inverted Hammer Dan Shooting Star

Untuk jenis pola candlestick single yang terakhir adalah Inverted Hammer dan Shooting Star. Keduanya juga hampir sama, di mana perbedaannya terletak pada posisi tubuhnya yang terbalik. Selain itu ukuran tubuhnya kecil serta upper shadow yang panjangnya tiga kali dari panjang tubuhnya.

Lalu untuk lower shadow-nya, hampir tidak terlihat. Namun, untuk bentuk yang sempurna justru tidak memiliki lower shadow.

Untuk inverted hammer adalah sinyal bullish yang memerlukan adanya konfirmasi candlestick bullish yang muncul setelahnya. Sedangkan untuk shooting star adalah sinyal bearish yang memerlukan adanya konfirmasi candlestick bearish yang muncul setelahnya.

Pola Candlestick Double

Setelah mengetahui pola candlestick single, selanjutnya adalah pola candlestick double. Di mana pada pola ini tidak hanya memiliki satu ruas body candle saja, tetapi ada candle satu lagi di sebelahnya. Ada beberapa jenis pola candlestick double yang diantaranya adalah sebagai berikut.

7. Engulfing Pattern

Jenis Engulfing Pattern ini lebih mudah untuk diamati oleh trader, di mana probabilitas trading dengan pola tersebut cukup tinggi, khususnya pada kondisi pasar yang sedang trending. Oleh karena itu, tidak sedikit dari trader yang kemudian mendapatkan profit melalui pola ini sebagai tanda untuk entry.

Di dalam pola Engulfing Pattern ini dibagi menjadi dua jenis, yakni bullish engulfing dan bearish engulfing. Pola Engulfing Pattern ini bisa Anda ketahui dengan adanya candlestick yang memiliki panjang lebih dari candlestick sebelumnya.

8. Harami

Harami sendiri berasal dari Bahasa Jepang yang artinya adalah “kehamilan”. Diketahui bahwa pola candlestick harami ini terbentuk melalui dua batang candlestick. Untuk badan batang kedua selalu memiliki ukuran yang lebih kecil dan letaknya di dalam jangkauan tubuh batang yang pertama.

Pola ini adalah kebalikannya dari pola Engulfing Pattern. Perbedaannya untuk pola Harami terletak pada candlestick yang muncul ukurannya lebih kecil dibandingkan candlestick sebelumnya.

Lalu untuk bullish harami bisa Anda ketahui melalui munculnya candlsetick yang berukuran lebih kecil daripada candlestick sebelumnya yang adalah candlestick bearish. Sedangkan bearish harami diketahui dengan munculnya bearish candlestik yang berukuran lebih kecil dibandingkan candlestick sebelumnya.

9. Dark Cloud Cover Dan Piercing Line

Dark Cloud Cover adalah pola bearish, sedangkan Piercing Line adalah pola bullish. Kedua pola ini juga tidak kalah populer dengan pola lainnya dan mampu untuk membantu mempermudah Anda dalam menentukan letak entry.

Untuk bisa disebut sebagai Piercing Line, maka harga low candlestick bullish harus lebih rendah dibanding harga low candlestick bearish sebelumnya. Lalu harga close candlestick bullish lebih tinggi dibanding harga close candlestick sebelumnya. Serta panjang tubuh candlestick bullish minimal setengah dari panjang tubuh candlsetick bearish sebelumnya.

Kemudian Dark Cloud Cover baru bisa disebut pola bearish jika harga high candlsetick bearish lebih tinggi dibanding harga high candlstick bullish sebelumnya. Lalu harga close candlestick bearish lebih rendah dibanding harga close candlsetick bullish sebelumnya. Serta panjang tubuh candlestick bearish minimal setengah dari panjang tubuh candlestick bullish sebelumnya.

10. Tweezer

Pola selanjutnya adalah pola Tweezer yang artinya adalah penjepit karena bentuknya yang hampir sama dengan penjepit. Tweezer ini biasanya terletak di bagian atas dan bawah, dengan pola-pola yang menandakan adanya pembalikan arah trend. Meski begitu, terkadang juga memerlukan candle tambahan agar bisa mengonfirmasi sinyal.

Pola Tweezer terbagi menjadi tweezer top & teezer bottom. Di mana Tweezer Top adalah bentuk hammer yang berdampingan. Sedangkan Tweezer Top adalah inverted hammer yang saling berdampingan.

Pola Candlestick Triple

Pola candle stick triple ini banyak digunakan oleh para trader dengan alasan akurasinya yang lebih tinggi. Untuk pola ini terbagi menjadi tiga jenis yang akan dijelaskan berikut ini.

11. Morning Star Dan Evening Star

Pola morning star & evening star ini didukung oleh koreksi yang lebih panjang dibandingkan dengan pola-pola yang lainnya. Sehingga tidak mengherankn jika pola ini banyak digunakan oleh trader untuk berlomba-lomba dalam mendapatkan keuntungan. Morning Star ini adalah indikasi dari bullish sedangkan Evening Star adalah indikasi dari bearish.

Untuk membedakannya, pada pola Morning Star di candlestick pertama adalah candlestick bearish, di mana ini merupakan bagian dari downtrend. Lalu candlestick kedua mempunyai tubuh berukuran lebih kecil. Bisa berupa candlsetick bullish atau bearish. Ini merupakan petunjuk terjadinya keraguan di dalam pasar. Serta di candlestick ketiga adalah candlestick bullish yang lebih panjang daripada kedua.

Kemudian untuk pola Evening Star, bisa ditandai dengan candlestick pertama yang merupakan candlestick bullish sebagai bagian dari uptrend. Lalu candlestick kedua adalah candlsetick dengan tubuh berukuran lebih kecil, baik bullish maupun bearish tidaklah dianggap penting. Serta candlestick ketiga adalah candlestick bearish yang lebih panjang dibandingkan dengan candlestick kedua.

12. Three White Soldiers Dan Three Black Crows

Kedua pola ini yakni three white soldiers dan thress black crows adalah baian dari kategori pola candlestick reversal. Di mana jika formasi yang terbentuk sudah lengkap, maka harga akan bisa berubah arah dari trend yang sebelumnya. Jika harga sebelumnya bullish, maka akan berbalik turun. Sedangkan jika harga sebelumnya bearish, maka akan bertolak naik.

Agar lebih mudah bagi Anda untuk membedakannya, diketahui bahwa Three White Soldiers adalah pola yang dianggap sebagai sinyal bullish yang kuat. Apalagi jika pola ini muncul ketika downtrend masuk ke fase konsolidasi. Di mana fase ini terjadi saat harga cenderung bergerak secara sideways.

Sedangkan untuk pola Three Black Crows adalah pola bearish yang diketahui dengan adanya tiga candlestick bearish secara berurutan ketika terjadi uptrend.

13. Three Inside Up Dan Three Inside Down

Pola three inside up dan three inside down saling memiliki keterhubungan. Pola Three Inside Up ini menandakan adanya potensi terjadi pembalikan arah bullish reversal, di mana harga akan berbalik naik setelah terus-terusan mengalami penurunan.

Agar lebih mudah dipahami, pola Three Inside Up adalah pola yang menunjukkan tentang tren yang turun. Yang mana tren turun adalah adanya kemungkinan awal dari kenaikan sebuah tren. Dari pola inilah Anda bisa mengetahui kapan harus melakukan penjualan. Lalu untuk Three Inside Down adalah indikator yang diperuntukkan pada reversal downtrend.

Pola Pinbar

Pola candlestick yang menguntungkan, salah satunya adalah pola pinbar ini. Pola ini menjadi sangat populer dan menguntungkan karena lebih akurat dan sering muncul di chart. Bahkan pola Pinbar juga mudah untuk dikenali oleh para trader yang bisa ditandai dengan bentuknya. Di mana memiliki shadow yang lebih panjang dibandingkan dengan tubuh dan ujung shadow lawannya.

Diketahui bahwa semakin panjang shadow dibandingkan dengan tubuh dan nose (lawan), maka akan semakin tinggi adanya kemungkinan akan terjadi reversal atau penerusan tren.

Terbentuknya pola Pinbar ini menandakan terjadinya sentimen pasar yang mulanya tergiring pada satu arah, lalu berbalik arah. Dengan demikian akan meninggalkan jejak shadow yang panjang.

14. Pola Inside Bar

Pola inside bar kerap kali muncul ketika tren telah mencapai titik yang tertinggi atau rendahnya. Pola ini pun juga lebih akurat dan menguntungkan bagi para trader. Melalui pola ini, Anda bisa mengetahui karakteristik dari kedua batang candlstick, yang mana salah satu batangnya berukuran lebih kecil dan letaknya berada di antara range batang induk.

Di dalam pola ini juga terdapat kekuatan antara penjual dan pembeli. Keduanya saling tarik menarik sampai salah satunya mengalami kekalahan dan satunya lagi menjadi pihak yang mendominasi untuk kemudian terbentuklah tren. Perlu diketahui bahwa pola Engulfing adalah bagian dari kategori pola Inside Bar ini.

15. Pola Reversal Multi Bar

Diketahui bahwa pola reversal multi bar ini memiliki candle yang banyak di dalam satu formasinya. Sehingga jarang sekali kemunculannya. Meski begitu, pola Reversal Multi Bar ini tetap bisa Anda andalkan karena tingkat akurasi sinyal trading yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan pola candlestick yang lainnya.

Hal yang menjadi kekhasan dari pola reversal multi bar adalah di bagian tiga batang atau bar yang berada di tengah. Namun berlawanan dengan bar yang terakhir. Candle terakhir di saat penutupannyalah yang kemudian bisa menentukan akurasi dari pola ini.

Pola ini akan memberikan konfirmasi reversal bullish sesudah penutupan bar yang terakhir ditutup lebih rendah dari bar yang pertama. Barulah Anda bisa untuk memasang posisi long di pola Reversal Multi Bar terakhir ditutup lebih tinggi dibandingkan dengan bar yang pertama.

Dengan begitu, pola-pola candlestick ini seharusnya dipahami dengan baik oleh para trader. Karena salah satu kelebihan dari candlestick adalah bisa menunjukkan psikologi pasar secara lebih mudah. Hal ini karena secara visual, grafik candlestick lebih jelas dan membuat Anda mengetahui informasi pergerakan pasar.