Ichimoku Cloud

Apa itu Ichimoku Cloud? Pengertian, Cara Baca dan Cara Menggunakan

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Ichimoku cloud adalah salah satu indikator dalam trading cryptocurrency yang berasal dari Jepang, sudah terlihat dari namanya bukan? Dengan bantuan strategi ini, OctoMate dapat lebih mudah dalam membedakan tren pasar.

Tidak hanya itu, indikator yang telah diluncurkan sejak tahun 1969 ini juga dirancang untuk memberikan informasi mengenai level support, arah tren, momentum dan resistance. Jika masih bingung, yuk simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Ichimoku Cloud?

Diciptakan oleh Goichi Hosoda, seorang jurnalis Jepang sekitar tahun 1930, ichimoku cloud adalah indikator analisis teknis serbaguna yang menggabungkan beberapa elemen di dalamnya.

Nama ichimoku cloud adalah hasil gabungan dari “ichimoku” berarti sekilas, “kinko” yang memiliki makna keseimbangan singkat dan “hyo” merupakan terjemahan kata grafik. 

Jika disatukan, maka penjelasan harfiah ichimoku cloud adalah grafik keseimbangan sekilas atau equilibrium chart at a glance. Indikator berikut secara resmi diluncurkan pada tahun 1969 setelah melewati proses penelitian selama beberapa dekade.

Informasi yang diberikan oleh ichimoku cloud adalah level resistance, harga, support dan momentum serta arah tren di pasar. Mengacu pada hasil datanya, grafik berikut terdiri dari 5 garis berbeda.

Seluruh garis tersebut berperan sebagai gambaran umum price action. Sedangkan, termasuk di dalamnya 2 garis dengan arsiran berbeda membentuk bayangan yang kini disebut ichimoku cloud.

Agar dapat menggunakan indikator tersebut, OctoMate harus memahami arti dari garis serta perannya dalam sistem pengaturan.

Cara Membaca Ichimoku Cloud

Pada dasarnya ada berbagai cara untuk membaca indikator ini. Mulai dari mengetahui derajat intensitas tren pasar serta berapa jumlah sinyal trading yang muncul.

Supaya memudahkan pemahaman, berikut rangkuman cara membaca grafiknya dilihat dari pergerakan sinyal yang mengindikasikan harga serta representasi garis.

1. Membaca Representasi Garis 

Dalam grafik terdapat 5 garis yang tergabung dengan area berwarna sebagai simbol awan. Perubahan corak berikut didasarkan pergerakan garis rentang utama. Indikator tersebut layaknya ditemukan di antara garis rentang utama A dan B. Untuk informasi lebih lanjut, berikut ulasannya:

– Garis Konversi (Tenkan-Sen)

Indikator berikut dianggap sebagai garis jangka pendek yang mewakili rata-rata paling tinggi dan rendah untuk masing-masing 9 periode.

– Garis Dasar (Kijun-Sen)

Merupakan garis jangka panjang yang dianggap sebagai rata-rata tertinggi dan terendah selama masing-masing 26 periode. 

– Rentang Terlambat (Chikou Span)

Garis rentang terlambat yang merepresentasikan tarif penutupan untuk 26 periode sebelumnya sehingga membantu Anda membandingkan pergerakan harga.

– Rentang Utama A (Senkou Span A)

Sebagai lanjutan, rentang ini mengindikasikan 26 periode mendatang. Hasil dari definisi garis berikut menjadi titik tengah Tenkan-sen dan Kijun-sen selama 26 periode terakhir. 

– Rentang Utama B (Senkou Span B) 

Merupakan indikator utama karena perhitungannya berdasarkan 26 periode mendatang dan didasarkan rata-rata dari masing-masing 52 periode tertinggi dan terendah. 

Baca juga: Pengertian Chart, Jenis, Contoh, dan Rekomendasi Penggunaan

2. Membaca Pergerakan Harga 

Setelah memahami komponennya, kini Anda perlu mengetahui cara membaca arah tren dan sinyal. Berikut rangkuman dari beberapa tanda yang mungkin terjadi dan efeknya pada pergerakan harga:

– Weak Bullish Signal 

Indikator ichimoku cloud pada sinyal ini disebut juga dengan tren naik lemah. Hadirnya tanda berikut mengisyaratkan posisi Kumo dan Chikou Span ada di atas harga. Sedangkan Tenkan Sen berada di atas Kijun Sen, namun keduanya tetap di bawah Kumo. 

– Medium Bullish Signal 

Melalui sinyal ini, grafik mengindikasikan adanya kenaikan tren dengan kekuatan sedang. Kondisi ini menunjukkan posisi Chikou Span di atas harga dan diikuti oleh Kumo. Lalu, Tenkan Sen lebih unggul daripada Kijun Sen tapi masih dalam Kumo. 

– Strong Bullish Signal 

Disebut juga kenaikan tren kuat, strong bullish signal mengungkapkan posisi Chikou Span lebih unggul dari Kumo. Sementara, Tenkan Sen ada di atas Kijun Sen. 

– Weak Bearish Signal 

Berbanding terbalik dengan indikator ichimoku cloud sebelumnya, sinyal berikut merepresentasikan penurunan tren secara lemah. Kondisi berikut ditandai dengan posisi Kumo dan Chikou Span di bawah harga. Sementara itu, Kijun Sen lebih unggul dari Tenkan Sen namun di atas Kumo.

– Strong Bearish Signal

Menunjukkan penurunan tren dengan kuat, strong bearish signal menunjukkan posisi Kumo mengungguli Chikou Span. Lalu, Tenkan Sen ada di bawah Kijun Sen.

Sederhananya, jika harga ada di atas cloud, maka tren positif dapat diprediksi. Namun, apabila di bawahnya, kemungkinan tren negatif akan terjadi. Sedangkan bagi tingkat harga yang mencakup dalam awan, mengindikasikan tren dasar. 

Cara Menggunakan Ichimoku Cloud

Menggunakan strategi trading cryptocurrency ini memang terlihat kompleks, namun percayalah sebenarnya metode tersebut tidak serumit kelihatannya. Dengan demikian, agar lebih ahli, berikut cara menggunakan ichimoku cloud:

1. Mengetahui Level Resistance dan Support

Penggunaan strategi ini membutuhkan waktu untuk mengidentifikasi garis rentang utama A dan B. Seperti informasi di atas, kedua indikator berikut berfungsi sebagai tepi ichimoku cloud.

Pada dasarnya, indikator ichimoku cloud menunjukkan prediksi harga sehingga bagian tepi awan berperan sebagai penanda level resistance dan support di masa kini maupun mendatang.

2. Menentukan Arah Tren

Ichimoku cloud adalah salah satu alat penentu arah tren. Untuk menggunakannya, amati jika pergerakan sinyal garis konversi di atas garis dasar, maka merupakan tren positif. Namun, jika sinyal garis konversi ada di bawah garis dasar, potensi tren negatif dapat diantisipasi. 

3. Menetapkan Crossover

Cara menggunakan ichimoku cloud selanjutnya adalah dengan mencari adanya crossover atau persilangan antara garis konversi dan garis dasar. Jangan lupa untuk memperhatikan lokasi dari kondisi berikut sehingga tingkat kekuatan dapat diukur

Itu dia penjelasan mengenai apa itu ichimoku cloud, cara membaca dan cara menggunakannya dalam trading kripto. Memahami cara kerja indikator berikut adalah hal penting untuk meminimalisir kerugian. 

Nah, setelah membaca artikel di atas, Anda juga bisa lho menonton penjelasan singkatnya melalui video Ichimoku Cloud by Bitocto berikut. Semoga bermanfaat!

Baca juga: Hindari Penipuan Cryptocurrency, Begini Caranya!

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin