7 Jenis Investasi Yang Cocok Untuk Anak Muda

Share This Post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter

Sebagai anak muda biasanya lebih identik dengan bersenang-senang dan menggunakan uangnya secara boros. Mereka berada pada fase di mana ingin membelanjakan berbelanja sebanyak-banyaknya demi menuruti kepuasaan. Namun, anak muda di zaman sekarang ini sangatlah penting untuk bisa mengelola keuangannya secara bijak demi masa depan yang lebih baik.

Dengan merencanakan keuangan sedini mungkin, hal ini akan sangat mendukung Anda untuk bisa mewujudkan masa depan yang sesuai dengan harapan. Bisa dibayangkan jika Anda baru sadar menyisihkan uang untuk berinvestasi di saat usia semakin dewasa, maka saat itu juga semakin banyak kebutuhan yang harus Anda tanggung.

Sehingga otomatis Anda juga akan lebih sulit untuk bisa menyisihkan uang. Belum lagi seiring dengan berjalannya waktu, nilai mata uang juga akan bertambah yang bisa lebih menyulitkan Anda.

Sedangkan di saat masih muda, di mana kebutuhan belum terlalu banyak, maka manfaatkanlah kesempatan ini untuk melakukan investasi. Beberapa jenis investasi yang bisa dilakukan oleh anak muda misalnya saja berupa emas, reksadana, deposito, dan aset kripto berupa mata uang digital yang menjadi investasi populer di era digital ini.

Perbedaan Menabung Dan Investasi

Menyimpan uang bisa dilakukan dengan dua cara, yakni dengan menabung dan investasi. Keduanya tentu saja memiliki perbedaan. Berikut adalah beberapa hal yang membedakan antara menabung dan berinvestasi.

1. Perbedaan Dari Segi Fungsinya

Menabung dilakukan untuk mengalokasikan dana cadangan. Di mana dalam upaya berjaga-jaga dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sehingga, secara umum kegiatan menabung ini lebih kepada kebutuhan jangka pendek. Anda bisa mengambil uang tersebut kapan saja saat Anda membutuhkannya. Sedangkan investasi adalah untuk kepentingan jangka panjang yang tujuannya adalah memperoleh keuntungan yang lebih besar di masa depan. Keuntungan yang Anda peroleh berasal dari bunga yang sudah diinvestasikan.

2. Dari Segi Bentuk Dan Jenis Produknya

Saat Anda menabung, maka yang ditabung biasanya berupa uang. Uang bisa Anda simpan di bank maupun koperasi dengan bentuk uang tabungan atau deposito. Sedangkan jika investasi memiliki bentuk dan jenis produk yang bermacam-macam. Investasi terbagi menjadi investasi dalam bentuk aset riil dan investasi dalam bentuk keuangan berupa produk-produk pasar modal. Investasi yang berbentuk aset rill ini contohnya adalah emas maupun barang-barang properti. Lalu untuk investasi yang berbentuk keuangan di pasar modal misalnya seperti obligasi, saham, dan reksa dana.

3. Dari Segi Risiko Dan Bunga

Jika dilihat dari segi resikonya, maka menabung memiliki risiko yang lebih kecil. Jika Anda menabung di bank yang terpercaya, maka Anda tidak perlu khawatir dengan keamanan uang Anda. Karena mereka akan memberikan keamanan secara ketat dari berbagai tindak kejahatan. Jika pun terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, maka pihak bank akan bertanggung jawab. Sedangkan investasi memiliki risiko kerugian yang lebih besar. Di mana di dalam melakukan investasi bisa saja Anda mengalami kerugian yang besar karena uang yang Anda investasikan akan habis. Tetapi ada kemungkinan juga bahwa investasi Anda akan mengalami peningkatan.

4. Dari Segi Kemudahan Dalam Akses Simpanan

Saat Anda menabung, maka jika sewaktu-waktu membutuhkan uang tersebut, maka bisa Anda ambil di mana saja dan kapan saja. Anda bisa mengambilnya melalui ATM yang banyak tersedia atau bisa dengan datang langsung ke bank. Namun, saat Anda berinvestasi maka Anda tidak bisa dengan bebas mengambil uang sewaktu-waktu. Ada jangka waktu investasi yang diterapkan untuk bisa mengambil uang yang diinvestasikan tersebut. Karena diketahui bersama bahwa investasi ditujukan untuk jangka panjang.

Kenapa Harus Berinvestasi Sedini Mungkin?

Tidak sedikit orang yang khawatir jika harus melakukan investasi karena adanya risiko yang besar. Namun, dibalik risiko tersebut jika Anda bisa melakukan investasi secara tepat, maka hasil yang bisa didapatkan akan sangat besar dibandingkan dengan menabung. Lalu, kenapa Anda perlu untuk berinvestasi sejak dini?

Kebebasan Finansial 

Untuk bisa mendapatkan kebebasan finansial, salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan berinvestasi. Dengan catatan bahwa Anda sudah memastikan tujuan dan resikonya serta berhati-hatilah dengan adanya investasi bodong. Dengan berinvestasi sejak dini, maka Anda memiliki kesempatan untuk mendapat keuntungan yang besar. Dalam artian, saat Anda gagal dalam berinvestasi, maka Anda masih memiliki waktu banyak untuk mencoba lagi.

Untuk Masa Depan Yang Yang Lebih Baik

Tidak bisa dipungkiri bahwa di dalam hidup ini uang menjadi hal yang sangat krusial untuk menunjang kehidupan Anda. Baik untuk pendidikan Anda, pendidikan anak-anak Anda, menikah, untuk pensiun, dan memenuhi gaya hidup. Kesemuanya tidak menggunakan dana yang sedikit, sehingga harus dipersiapkan sedini mungkin. Sehingga untuk bisa memenuhi kebutuhan tersebut, Anda perlu untuk melakukan investasi.

Adanya Inflasi

Jika kenaikan harga tetap ada, maka nilai mata uang juga akan mengalami penurunan. Bagi Anda yang memiliki dana yang lebih, penting sekali untuk melakukan investasi demi bisa memberikan perlindungan pada aset-aset Anda dari pengaruh inflasi. Agar inflasi tidak terus-terusan merusak nilai mata uang, maka Anda perlu untuk berinvestasi sejak dini.

Terhindar Dari Jerat Hutang

Jika Anda menjalankan aktivitas investasi, maka Anda akan lebih bijak di dalam mengelola urusan finansial. Di mana Anda akan berusaha keras untuk terhindar dari hutang. Jika Anda menyadari pentingnya melakukan investasi sejak dini, maka Anda pun pasti akan memiliki alasan kenapa harus melakukan investasi tersebut. Di mana hal itu akan mendukung Anda mewujudkan berbagai keinginan di masa depan, seperti liburan, menunaikan ibadah haji bagi umat Islam, menyekolahkan anak hingga tinggi, dan sebagainya.

Bisa Meningkatkan Aset

Dengan menjalankan investasi sejak dini, maka Anda pun bisa meningkatkan aset Anda. Misalnya saat ini Anda mulai berinvestasi, maka untuk beberapa tahun ke depan Anda bisa mendapatkan hasilnya yang lebih dari dana yang sudah Anda investasikan. Tentu saja ini akan sangat menguntungkan.

Mitos Seputar Investasi

Ketika Anda hendak memulai untuk berinvestasi, pastinya Anda akan lebih banyak untuk menggali informasi dan menambah pengetahuan tentang segala hal yang berbau investasi. Di dalam memperdalam pengetahuan tentang investasi tersebut, tidak jarang Anda akan dipertemukan dengan berbagai mitos investasi yang disampaikan oleh orang lain ataupun melalui media tempat Anda mendapatkan informasi.

Mitos yang beredar mengenai investasi ini sangatlah beragam. Misalnya di dalam menjalankan investasi membutuhkan biaya yang besar. Mitos inilah yang bisa membuat Anda maju mundur untuk mulai berinvestasi. Disisi lain ada banyak instrumen yang bisa Anda pilih dan disesuaikan dengan kebutuhan serta tujuan dari finansial Anda. Bahkan Anda bisa memulai investasi dari puluhan ribu rupiah.

Mitos lainnya adalah bahwa berinvestasi itu sangat merepotkan, membuat pusing, dan hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang ahli saja. Tetapi pada kenyataannya, investasi bisa dilakukan oleh siapa saja dari berbagai kalangan. Bagi Anda yang pemula bisa menggunakan investasi reksa dana. Anda tidak akan direpotkan dengan berbagai aktivitas analisa. Apalagi saat ini sudah banyak investasi yang bisa dilakukan secara online.

Mitos lainnya adalah tentang risiko yang tinggi jika berinvestasi, sehingga hal inilah yang membuat sebagian orang takut untuk mulai berinvestasi. Perlu disadari bersama bahwa setiap aktivitas yang dilakukan pasti memiliki risiko, termasuk dalam investasi. Namun, Anda bisa memahami terlebih dahulu risiko tersebut dan mempersiapkan strategi untuk mengatasinya. Seperti halnya saat Anda berinvestasi, maka penting untuk memahami profil risiko di setiap instrumen investasi yang Anda pilih.

Cara Memulai Investasi

Bagi Anda yang masih baru di dalam kegiatan investasi, maka penting sekali untuk mengetahui bagaimana caranya memulai investasi. Karena dari awal yang baik, maka proses investasi Anda bisa dijalankan secara lancar. Sebagai langkah awal, pastikan jika Anda sudah menyediakan dana yang akan diinvestasikan. Dana tersebut adalah dana khusus yang di luar kebutuhan Anda sehari-hari. Untuk jumlah dana yang disisihkan tidak harus besar. Karena saat ini sudah banyak jenis investasi dengan menggunakan dana minim yang bisa Anda pilih.

Selanjutnya Anda bisa memilih jenis investasi yang disesuaikan dengan kondisi finansial Anda. Perlu diketahui bahwa faktor-faktor yang menjadi dasar optimal tidaknya timbal balik dari investasi Anda adalah modal, risiko, dan tujuan. Modal tentunya sudah bisa Anda tentukan sesuai dengan kondisi Anda. Lalu untuk risiko, di mana sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi, maka Anda haruslah memutuskan besarnya risiko yang berani diambil. Hal ini dalam upaya agar Anda bisa memperkecil resiko kerugian yang bisa saja terjadi.

Perlu diketahui bahwa ada lima tipe umum investor yang didasarkan pada kisaran risiko di dalam berinvestasi. Karena risiko ini tidaklah bisa lepas dari investor itu sendiri yang disebabkan oleh latar belakangnya. Tetapi, hal ini bisa diperkecil dengan sistem diversifikasi atau menggunakan instrumen lebih dari satu jenis. Tipe-tipe tersebut berupa defensive yang memiliki tingkat toleransi rendah, conservative atau di bawah rata-rata, moderately aggressive atau di atas rata-rata, dan aggressive atau memiliki toleransi yang tinggi.

Kemudian Anda bisa mulai untuk menjalankan investasi. Jika Anda memilih untuk berinvestasi dengan jenis saham, maka terlebih dahulu Anda harus membuka rekening di perusahaan sekuritas. Perusahaan sekuritas yang kredibel adalah yang sudah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menandakan bahwa perusahaan ini legal.

Di dalam menjalankan investasi ini tidak bisa dipastikan Anda akan rugi atau untung. Sehingga, dari sinilah pentingnya memahami dengan baik tentang investasi. Untuk memperkecil resiko kerugian, sebagian besar investor biasanya akan menggunakan lebih dari satu jenis investasi. Selain memperkecil kerugian, Anda juga harus bisa mengelola keuangan dengan sebaik mungkin. Tidak hanya tentang dana yang Anda investasikan saja, tetapi juga pengelolaan pendapatan sampai pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari.

Jenis-Jenis Investasi Yang Harus Dicoba

Ada banyak jenis investasi yang bisa Anda pilih. Berikut adalah beberapa jenis investasi yang paling populer di Indonesia.

1. Deposito

Deposito menjadi salah satu jenis investasi yang banyak dipilih oleh para pemula. Di mana antara deposito dan tabungan memiliki kemiripan. Bedanya untuk suku bunga pada deposito lebih tinggi dibandingkan bunga tabungan biasa. Meskipun deposito memiliki suku bunga yang tinggi, tapi Anda tidak bisa mengambil uang tersebut sewaktu-waktu seperti tabungan. Karena ada tenor yang mengikat.

Jadi sebelum jatuh tempo, Anda tidak akan bisa menggunakan uang tersebut. Tenor dari deposito tidaklah sama, karena setiap bank menetapkan kebijakannya masing-masing. Tetapi rata-rata banyak memberikan tenor maksimal selama 12 bulan.

2. Emas

Emas memiliki nilai yang cenderung stabil dan bahkan terus mengalami peningkatan di setiap tahunnya. Disarankan jika Anda hendak berinvestasi emas, maka pilihlah yang emas batangan. Karena emas batangan lebih murni yang dinilai dari beratnya. Untuk penyimpanannya juga bisa Anda lakukan secara mandiri atau dengan menyewa deposit box di bank jika Anda khawatir untuk menyimpannya sendiri.

Bahkan saat ini sudah tersedia layanan untuk berinvestasi emas secara online. Emas batangan yang harus Anda beli minimal adalah  1,5 gram atau dengan beberapa ratus ribu rupiah untuk bisa melakukan investasi emas.

3. Peer to Peer Lending

Investasi peer to peer landing ini tidak sepopuler jenis investasi lainnya, namun seiring berjalannya waktu terus mengalami peningkatan. Di dalam investasi ini, Anda meminjamkan uang kepada pihak yang membutuhkan. Baik itu individu maupun sebuah badan usaha. Jenis investasi ini berasal dari bunga pinjaman yang sebelumnya sudah disepakati bersama.

Saat ini juga sudah banyak perusahaan fintech lending yang melakukan bisnis ini. Diketahui bahwa perputaran jumlah uang yang terjadi di dalam investasi peer to peer landing terus mengalami pertumbuhan.

4. Properti

Tidak berbeda jauh dengan emas, investasi properti memiliki nilai yang terus mengalami peningkatan dengan risiko yang tergolong rendah. Cara yang biasa dilakukan adalah dengan membeli tanah lalu membangun sebuah properti dan menjual ketika harga sedang tinggi.

Anda juga bisa dengan menyewa properti agar bisa mendapatkan pemasukan. Meskipun begitu, ada risiko yang harus Anda perhatikan seperti kerusakan bangunan seiring dengan berjalannya waktu. Sehingga perawatan harus diberikan secara baik dengan mempertimbangkan biaya perawatan ketika akan menjual properti tersebut.

5. Reksa Dana

Investasi reksa dana tergolong populer di tengah investor pemula. Di mana dana dari beberapa investor dikumpulkan dan diinvestasikan ke instrumen-instrumen investasi yang ada di pasar modal. Ada lima jenis reksa dana, yakni reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana campuran, dan reksa dana index.

Dari setiap reksa dana tersebut memiliki beragam potensi dan risiko. Reksa dana pasar uang adalah reksa dana dengan risiko terendah. Sedangkan reksa dana saham memiliki potensi return yang besar dengan risiko yang juga tinggi.

6. Aset Kripto

Bagi sebagian orang, investasi aset kripto di Indonesia adalah hal yang baru. Namun aset kripto legal di Indonesia dan menjadi komoditas yang bisa diperdagangkan di bursa berjangka. Bahkan investasi ini mampu menjadi alternatif investasi yang paling menarik.

Hal ini karena modalnya yang relatif kecil serta hasil investasi yang bisa sangat besar dalam jangka waktu panjang. Sehingga aset kripto dinilai sangat menjanjikan untuk masa depan Anda.

7. Saham

Jika Anda membeli sebuah saham, maka Anda sama saja telah membeli sebagian kepemilikan dari perusahaan tersebut. Semakin banyak saham yang Anda beli, maka semakin besar persentase kepemilikan akan perusahaan itu. Return saham berasal dari dividen dan pertumbuhan nilai saham. Namun, tidak semua perusahaan memberikan dividen pada investor.

Investasi saham jika dibandingkan dengan jenis investasi lainnya memang tergolong berisiko tinggi. Anda membutuhkan proses analisis yang mendalam  untuk bisa membeli sebuah saham.

Jadi, usahakanlah untuk mulai berinvestasi sedini mungkin karena banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan di masa depan. Pilihlah jenis investasi yang sesuai dengan kemampuan Anda dan pahami secara mendalam termasuk risiko yang bisa ditimbulkannya. Sehingga Anda bisa mengantisipasi dan memperkecil risiko tersebut.

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore