Apa Itu Blockchain?

Share This Post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter

Bagi sebagian masyarakat umum, istilah Blockchain mungkin masih cukup asing terdengar sampai saat ini. Berbagai pertanyaan mengenai hal tersebut selalu muncuk di benak orang-orang awam ataupun pemula. Misalnya saja pertanyaan apa itu Blockchain, bagaimana cara kerjanya, apa saja manfaat, hingga bagaimana keamanan sistemnya masing sering dipertanyakan oleh mereka yang belum begitu mengenal tentang Blockchain ini. Nah, guna lebih membantu Anda dan para pemula lain untuk lebih mengenal tentang Blockchain ini, di artikel ini akan membahas beberapa hal mengenai salah satu inovasi teknologi keuangan tersebut. Pembahasannya berikut ini.

Definisi Blockchain

Blockchain adalah sebuah penemuan pintar yang digagas oleh seseorang ataupun sekelompok orang yang dikenal menggunakan nama samaran Satoshi Nakamoto untuk pertama kalinya pada tahun 2008 silam. Kemudian di tahun 2009, barulah Blockchain dipakai menjadi buku besar yang umum untuk semua jenis transaksi yang ada pada suatu jaringan. Penemuan dari revolusi teknologi yang satu ini untuk Bitcoin menjadikannya sebagai mata uang digital yang pertama dimana bisa mengatasi double-spending problem tanpa membutuhkan suatu otoritas yang terpercaya.

Menurut definisinya, Blockchain merupakan teknologi dipakai sebagai sistem penyimpanan untuk data digital yang terhubung lewat kriptografi. Penamaan dari Blockchain terdiri dari dua kata, yakni block dan chain. Block mempunyai arti berkelompok sedangkan chain artinya rantai, sehingga banyak orang juga menyebut Blockchain ini dengan istilah rantai blok. Dari penamaan tersebut bisa dilihat jika cara kerja dari blockchain ini memanfaatkan atau menggunakan resource komputer untuk membuat blok yang terhubung satu sama lain untuk eksekusi suatu transaksi. Bisa dikatakan, jika umumnya Blockchain memakai jaringan peer to peer yang mana mengikuti suatu protokol untuk berkomunikasi satu sama lain antar node serta untuk konfirmasi blok-blok yang baru.

Keistimewaan dari Blockchain sendiri adalah jaringan Blockchain tidak mempunyai otoritas pusat. Informasi di dalam Blockchain dapat dilihat atau terbuka untuk siapapun. Maka dari itu, berbagai hal yang dibangun dalam Blockchain adalah sesuatu yang dasarnya transparan serta semua orang yang terlibat di dalamnya memiliki tanggung jawab akan tindakan mereka sendiri.

Penjelasan Blockchain dan Cara Kerjanya

Blockchain tidak mempunyai biaya untuk transaksi, namun ada biaya infrastruktur. Bisa dikatakan jika Blockchain merupakan sebuah cara yang sederhana untuk bisa menyampaikan informasi yang aman dan otomatis dari A ke B. Membuat blok adalah proses memulai suatu transaksi dari satu pihak. Blok tersebut nantinya akan diverifikasi oleh ribuan lebih komputer yang mana didistribusikan dalam internet. Blok diverifikasi tersebut akan ditambahkan pada rantai, lalu disebar ke dalam jaringan yang khusus, kemudian membuat catatan yang unik dengan riwayat yang juga unik.

Untuk lebih memperjelas Anda, misalnya saja Anda berbelanja di sebuah mall atau retail menggunakan kartu debit untuk alat pembayaran belanja biasanya akan membutuhkan pihak ketiga, dalam hal ini adalah bank. Dengan begitu, pembayaran Anda ke pihak mall atau retail difasilitasi bank lewat kartu debit Anda tersebut. Tapi, sekarang dengan adanya teknologi Blockchain peran dari pihak ketiga yaitu bank tidak dibutuhkan lagi. Semua transaksi pembayaran yang sudah pernah dilakukan oleh Anda sebelumnya sudah tercatat ke banyak komputer di jaringan tersebut dengan otomatis. Nah, karena data yang tersimpan pada banyak komputer tersebut, tentu akan membuat data menjadi lebih sulit untuk dibobol oleh hacker. Hal itulah yang membuat teknologi Blockchain ini dinilai punya keamanan yang bagus, termasuk keamanan transaksi.

Sederhananya cara kerja dari Blockchain dimulai ketika sebuah blok menyimpan data yang baru. Seperti yang sudah disebutkan di atas, jika Blockchain terdiri dari blok-blok yang terangkai. Nah, supaya blok itu dimasukkan atau ditambahkan pada Blockchain, beberapa hal harus ada yaitu:

  • Ada transaksi
  • Transaksi tersebut diverifikasi
  • Transaksi disimpan ke dalam suatu blok
  • Blok kemudian mendapatkan hash atau kode identifikasi yang unik

Saat blok baru tersebut ditambahkan ke dalam blokchain, maka block akan tersedia untuk umum sehingga bisa dilihat oleh siapa saja. Jika Anda menilik kembali ke Blockchain, Anda akan punya akses untuk ke data transaksi serta informasi mengenai dimana, kapan, dan oleh siapa blok itu ditambahkan ke dalam blokchain.

Keamanan Sistem Blockchain

Dalam jaringan Blockchain, kriptografi berperan sangat penting dan terus berkembang tanpa berhenti. Misalnya, proses perhitungan data dengan unik dan konkret atau yang disebut dengan Hash. Anda mungkin saat ini sudah tidak asing dengan kode-kode unik yang banyak Anda temukan dalam sebuah Blockchain, nah itulah satu contoh dari Hash.

Seperti yang sudah diketahui jika saat ini sebuah data mempunyai potensi untuk diketahui atau dibobol oleh seseorang. Nah, salah satu cara untuk bisa menghindari sekaligus mengakalinya adalah dengan memberikan kode unik tersebut. Perannya hampir sama dengan sidik jari yang Anda gunakan pada data-data digital yang dimiliki. Dengan pemberian kode unik tersebut, data Anda akan menjadi lebih aman dan orisinil. Hanya Anda atau orang terkait yang berhak dan bisa untuk masuk ke dalam akses data.

Kode unik pada Blockchain memiliki nilai karakter yang panjang. Dengan begitu, jika nantinya terjadi proses peretasan atau pembobolan akan lebih lama atau dapat cukup mustahil untuk bisa dilakukan karena sulitnya menebak kode unik tersebut. Maka dari itu, Hash dinilai sangat penting dan juga sangat aman.

Selain itu, Hash juga mampu untuk mengubah data-data dengan nilai unik yang tersendiri pada yang mengalami perubahan. Kemampuan ini tidak dimiliki atau tidak bisa Anda dapatkan pada jaringan lainnya yang biasa. Lalu setiap data dokumen dengan panjang yang seberapa pun akan bisa menghasilkan nilai hash dengan panjang tersendiri tergantung pada spesifikasi Hash yang dipakai.

Bagaimana Blockchain Menggantikan Proses Bisnis Tradisional?

Selanjutnya mari lihat secara lebih jauh mengenai bagaimana Blockchain menggantikan proses bisnis tradisional atau dengan kata lain Blockchain memunculkan revolusi pada proses bisnis saat ini. Coba ambil contoh kecil dari buku elektronik atau E-book yang bisa saja dilengkapi dengan kode unik Blockchain. Sekarang ini, beberapa marketplace memberikan ruang untuk orang-orang menjual buku elektronik yang mereka buat. Dengan Blockchain, semua buku baik elektronik maupun non-elektronik tersebut yang akan beredar dengan bentuk yang sudah disandikan, lalu pada setiap transaksi yang berhasil akan mengirim atau mentransfer sejumlah uang seharga buku tersebut kepada penulis atau pemilik atau penjual buku, kemudian mereka membukakan kunci buku kepada pembeli.

Tidak hanya itu, contoh lainnya dari revolusi bisnis karena adanya Blockchain bisa Anda lihat pada dunia finansial. Dimana pemanfaatan dari Blockchain ini tidak hanya mengenai transaksi uang kripto. Blockchain bisa diaplikasikan untuk merekap transaksi saham maupun obligasi dan mencatat kepemilikan property atau tanah. Bahkan teknologi Blockchain ini juga bisa Anda gunakan untuk pembayaran lintas negara.

Tipe-Tipe Blockchain

Tahukah Anda jika cryptocurrency memakai tipe blockchain yang berbeda? Sejauh ini, ada 3 tipe Blockchain yaitu Blockchain Publik, Blockchain Privat dan Blockchain Konsorsium. Nah, untuk mengetahui secara lebih jelasnya, di artikel ini akan membahasnya.

  • Blockchain Publik

Blockchain public merupakan Blockchain yang mana dikembangkan secara bersama oleh public. Siapapun bisa untuk ikut dalam mengembangkan blockchain ini karena merupakan blockchain yang terbuka untuk publik. Blockchain ini dianggap terdesentralisasi sepenuhnya, dengan kontrol yang tidak di tangan individu maupun kelompok yang tertentu. Contoh dari Blockchain Publik ini adalah Bitcoin dan lain sebagainya.

  • Blockchain Privat

Blockchain Privat merupakan Blockchain yang terbalik dari Blockchain Publik di atas. Dimana jika Blockchain Privat ini tidak menawarkan akses secara terbuka. Tipe Blockchain ini tidak bisa untuk diakses oleh public. Bahkan untuk source code pun tidak dipublikasikan oleh pengembangnya. Hanya individu, anggota kelompok ataupun kalangan internal dari perusahaan yang punya proyek Blockchain tersebut yang mempunyai akses Blockchain Privat ini. Blockchain privat ini biasanya digunakan untuk kepentingan database dan riset dari suatu jasa atau produk dari sebuah perusahaan. Contoh dari Blockchain ini seperti multichain dan lain sebagainya.

  • Blockchain Konsorsium

Blockchain Konsorsium adalah Blockchain yang mana dikembangkan suatu kelompok bersama untuk kepentingan atau tujuan tertentu. Secara sederhana Blockchain Konsorsium ini adalah Blockchain Privat yang diberdayakan atau dikembangkan oleh kelompok yang lebih dari satu.

Blockchain Konsorsium ini dapat dilihat sebagai Blockchain semi-terdesentralisasi dan sering dikaitkan pada perusahaan-perusahaan yang berkelompok dan berkolaborasi sama-sama untuk memanfaatkan teknologi tersebut guna meningkatkan kinerja dari bisnis.

Blockchain dan Tokenisasi

Tidak hanya membahas mengenai hal-hal di atas, dalam artikel mengenai apa itu Blockchain juga akan membahas sedikit mengenai tokenisasi. Apa itu tokenisasi? Berikut pembahasannya.

Sebelum teknologi Blockchain ini hadir, istilah token pasti sudah sering Anda dengar dan bahkan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tokenisasi adalah proses mengubah benda untuk menjadi aset digital yang secara mudah dapat dipindahkan, disimpan dan direkam dalam Blockchain. Tokenisasi bisa dikatakan sebagai istilah dari konversi value suatu object menjadi token yang dapat untuk ditransfer serta dimanipulasi ke sistem Blockchain.

Tokenisasi pada suatu aset dapat dikatakan jika tidak mempunyai batas, namun aset dapat dikelompokkan pada beberapa kategori seperti tokenisasi dari aset tangible, fungible, intangible, dan aset non-fungible. Aset intangible adalah jenis aset yang tidak punya bentuk secara fisik seperti patent, copy-right, carbon credit dan lain sebagainya. Sementara aset fungible merupakan aset yang dapat digantikan dengan aset lain yang identic seperti perak, emas dan lain-lain.

Manfaat Blockchain

Ada beberapa manfaat dari Blockchain yang harus Anda ketahui. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai apa saja manfaat tersebut, berikut ini akan dibahas mengenai hal tersebut.

1. Membuat Barang Digital Menjadi Sesuatu yang Unik

Semenjak kemunculan internet, para ahli dalam bidang teknologi terus mencari cara mengenai bagaimana bisa membuat uang seperti musik dengan file mp3 yang dapat dipindahkan dengan mudah, tanpa batas, dan tanpa proses settlement ke seluruh dunia.

2. Data Aman

Database yang mempunyai karakter tidak dapat untuk dihapus maupun diedit, membuatnya sangat cocok untuk dipakai pada sektor industri yang mana banyak perusahaan/pemain saling bersaing, namun juga dapat di saat yang sama harus untuk berkolaborasi. Contohnya saja pada sektor supply chain dan lain sebagainya.

3. Menghilangkan Middleman

Adanya teknologi Blockchain, seperti yang dikatakan sebelumnya jika dapat memungkinkan untuk terjadi transaksi secara peer to peer antara customer dengan penyedia jasa/ vendor yang kini banyak dikuasai middleman platform teknologi, dimana platform merupakan rahasia agar menjadi kaya dan menjadi penyebab dari kesenjangan penghasilan.

4. Memperbaharui “Sharing Economy”

Saat ini sharing economy biasanya membatasi penyedia jasa di dalamnya, yang mana para customer untuk dapat menggunakan jasa tersebut harus memakai aplikasi yang dimiliki pemilik platform supaya mereka bisa menarik atau mengenakan biaya. Namun, jika pada Blockchain ada aplikasi tanpa middleman sehingga tidak ada fee. Meskipun menggunakan platform teknologi dari pemilik platform, namun developer di dalam pemakaian aplikasi dapat untuk membuat website dan aplikasi sendiri, serta dapat dipakai tanpa Anda harus membayar fee pada platform Blokchain tersebut.

5. Data Pada User atau Customer

Adanya teknologi Blockchain ini, kepemilikan data menjadi ada pada customer dan tidak dikuasai oleh platform-platform teknologi yang besar. Sekarang ini, platform teknologi multinasional raksasa menjadi gantungan bagi UKM online untuk menjalankan bisnis karena karakter protokol internet HTTP yang tidak dapat untuk menyimpan data, yang dengan begitu data menjadi disimpan oleh pihak ketiga yang dapat melakukan monetize tanpa ijin dari Anda. Tapi, berbeda dengan Blockchain, yang mana kepemilikan dari data akan berada pada Anda atau user sehingga jika Anda mau menjual atau tidak data Anda itu bisa terserah diri sendiri.

6. Transparan serta Immutabilitas

Perubahan di Blockchains Publik bisa untuk dilihat dengan terbuka oleh semua pihak yang membuat transparansi, serta semua transaksi yang tidak bisa untuk berubah, yang artinya mereka tidak bisa untuk dihapus atau diubah.

7. Transaksi Lebih Cepat

Transaksi jika antar bank tentu mempunyai potensi yang bisa memakan waktu sampai beberapa lama atau beberapa hari untuk penyelesaian akhir dan kliring, terlebih pada saat di luar jam kerja. Tapi, dengan transaksi Blockchain bisa untuk mengurangi waktu dari transaksi dengan hitungan menit selama 24 jam penuh.

Tantangan untuk Blockchain

1. Merupakan Teknologi Baru Lahir

Untuk membuat Blockchain bisa diterapkan dengan luas, mengatasi masalah tantangn seperti kecepatan dalam transaksi, lalu proses untuk verifikasi, serta batas data menjadi sesuatu yang sangat penting.

2. Membutuhkan Energi Besar

Sejumlah daya komputer yang besar dibutuhkan oleh para penambang Bitcoin pada jaringan Blockchain di saat mencoba 450 ribu triliun per detiknya.

3. Masalah Pada Integritas

Blockchain menawarkan solusi yang membutuhkan perubahan signifikan pada sistem yang ada. Perusahaan haruslah menyusun strategi transisi untuk membuat perubahan tersebut.

4. Status Aturan yang Masih Belum Pasti

Mata uang baru atau modern yang hadir, diciptakan dan diatur oleh pemerintah. Blockchain serta Bitcoin menghadapi masalah pada hal penerapan atau adopsi oleh lembaga keuangan yang ada apabila status peraturan pemerintah masih belum ditetapkan.

5. Biaya

Blockchain memang menawarkan penghematan yang sangat banyak dan luar biasa pada hal biaya transaksi serta waktu. Akan tetapi pada hal biaya modal awal tinggi dapat menjadi penghalangnya.

Nah, demikian pembahasan mengenai apa itu Blockchain dan beberapa hal yang terkait mengenai hal tersebut. Diharapkan dengan adanya pembahasan di artikel ini, dapat membantu Anda untuk lebih memahami mengenai Blackchain dan segala hal yang berkaitan. Semoga bermanfaat!

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore