Mengubah Manajemen Aset Dengan Blockchain dan Kecerdasan Buatan

By 20 February 2019Edukasi

Terdapat lima teknologi utama yang menopang pembangunan sistem industri 4.0, yaitu Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), Human–Machine Interface, teknologi robotik dan sensor, serta teknologi 3D Printing.

Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligent) merupakan kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah, sering dikenal dengan istilah lain kecerdasan entitas ilmiah. Big data, Blockchain dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligent) merupakan alat-alat yang mulai menemukan posisi mereka di pasar manajemen aset karena berbagai perusahaan berupaya memanfaatkan teknologi yang berkembang untuk meningkatkan keunggulan yang kompetitif. Layanan manajemen aset yang sukses bergantung pada sejumlah Big Data, selain itu ia tidak hanya memberikan wawasan pasar yang deskriptif tetapi juga merekomendasikan tindakan preskriptif untuk masa depan dan memaksimalkan pengembalian investasi berdasarkan data yang tepat yang diberikan kepadanya.

Teknologi Blockchain menawarkan kesempatan bagi manajer aset untuk mengimplementasikan protokol administrasi yang inovatif. Biasanya, manajer aset menggunakan administrator pihak ketiga untuk mencatat kepemilikan saham, hal tersebut mempersulit pengelolaan sejumlah besar pemegang saham. Blockchain memungkinkan semua kepemilikan didaftarkan oleh buku besar yang tidak berubah, independen dan permanen. Blockchain pada manajemen aset berguna untuk menyederhanakan administrasi dan mengurangi biaya, serta menyediakan struktur aset inovatif yang memaksimalkan pengembalian investor. Manfaat lain dari blockchain adalah tokenisasi aset, tidak ada keraguan bahwa tokenisasi akan semakin berperan di sektor keuangan, termasuk investasi dan manajemen aset.