Mengapa Kustodian Diperlukan Dalam Industri Kripto?

By 27 Maret 2019Edukasi
kustodian

Kustodian adalah sebuah lembaga yang bertanggung jawab untuk mengamankan aset keuangan dari satu perusahaan atau perorangan. Dimana ia akan bertindak sebagai tempat penitipan kolektif aset seperti saham, obligasi, dan lain-lain.

Dalam transaksi berinvestasi cryptocurrency, salah satu kekhawatiran dari calon investor adalah rekam jejak penjual aset kripto yang tidak mudah untuk ditelusuri. Hal ini menjadi penting mengingat sebelum transaksi terjadi, calon investor perlu diyakini bahwa si penjual kripto bisa dipercaya dan memastikan kripto yang akan dibelinya benar-benar ada. Di beberapa platform, bahkan investor kripto tidak diwajibkan untuk menunjukkan identitas aslinya. Hal ini tentu semakin menyulitkan calon investor, terutama dari kalangan investor institusi yang harus mempertanggungjawabkan seluruh aktivitas investasinya secara detail dan terperinci pada manajemen perusahaannya.

Kustodian juga mengamankan jutaan dolar kripto di cold storage, dan dompet kertas di dalam brankas bank. Meskipun peraturan untuk kripto belum sepenuhnya dibuat, setidaknya memperhatikan kustodian merupakan langkah pertama untuk berinvestasi secara aman di aset digital. Ironinya, saat ini masih banyak industri kripto yang menyampingkan keberadaan kustodian ini, padahal kustodian merupakan faktor tunggal terbesar yang membatasi kesuksesan industri tersebut.

Undang-undang AS tentang kustodian memiliki riwayat sejarah yang panjang, dimulai pada tahun 1930-an sebagai tanggapan dari runtuhnya sistem keuangan “Great Depression’. Undang-undang ini kemudian dimaksudkan untuk melindungi investor, khususnya konsumen, dari kehilangan investasi mereka. Reformasi Dodd-Frank Wall Street dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen 2010 adalah kelanjutan dari aturan ini. Sekarang, di pasar keuangan yang terdesentralisasi, beberapa pemain sudah mulai mempertimbangkan undang-undang ini diantaranya dengan mengerahkan sejumlah infrastruktur seperti pengawas, auditor, hingga agen pembayaran.

Ada argumen lain yang menyebutkan jika industri kripto berkolaborasi dengan kustodian sebagai pihak ketiga akan menghilangkan otonomi dan privasi investor kripto yang ingin memegang dan mengendalikan aset mereka sendiri, tetapi kenyataannya adalah bahwa pelaku pasar, terutama mereka yang mengelola uang orang lain amat membutuhkan keberadaan kustodian ini karena ada landasan hukum yang dapat dijadikan sebagai pegangan.

 

Baca Juga: