Memahami Arti Bitcoin Cs Sebagai Komoditas

By 20 Februari 2019Edukasi
komoditas bitcoin

Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) telah menetapkan mata uang kripto (cryptocurrency) seperti Bitcoin, Ethereum, dan sejenisnya sebagai salah satu komoditas yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka. Untuk orang awam, istilah komoditas ini masih terdengar cukup asing. Lalu apa sebenarnya maksud dari bitcoin cs yang ditetapkan sebagai komoditas?

Dengan jumlahnya yang berkisar sekitar 21 juta, permintaan dan popularitas bitcoin kian hari kian meningkat. Sayangnya, saat ini di Indonesia pemerintah hanya memperbolehkan bitcoin digunakan sebagai alat investasi di perdagangan bursa berjangka, bukan sebagai alat pembayaran. Satu-satunya alat pembayaran yang sah digunakan di Indonesia adalah mata uang rupiah.

Saat ini kondisi Bitcoin belum berperilaku seperti mata uang konvensional, dimana harganya yang sempat meningkat tajam lalu mendadak turun sehingga menimbulkan ketidakpastian. Jika Bitcoin memang komoditas, pertanyaan selanjutnya yang harus ditanyakan adalah komoditas apa itu? komoditas merupakan objek dengan nilai guna. Selain itu, nilai pakai dari satu objek akan menciptakan nilai tukar, yang dimodifikasi oleh ekspektasi pasar. Nilai jual beli Bitcoin sepenuhnya ditentukan oleh ekspektasi pasar. Kemudian, nilai dolar dinyatakan relatif terhadap barang dan mata uang lainnya. Sementara nilai Bitcoin hanya ditentukan relatif terhadap nilai dolar.

Pada dasarnya aturan yang ditetapkan pemerintah bertujuan untuk melindungi para pengguna investasi agar terhindar dari produk-produk investasi bodong yang akan merugikan masyarakat. Selain itu, regulasi tersebut nantinya akan membantu bisnis cryptocurrency semakin berkembang dan terarah menjadi lebih baik. Selain menetapkan kripto sebagai komoditas, pemerintah Indonesia juga akan membuat regulasi lebih lanjut nantinya untuk mengatur pengaplikasian bisnis ini secara teknis. Tentunya, dukungan dari berbagai lembaga dan pelaku industri juga sangat dibutuhkan khususnya dalam memberikan berbagai pandangan dan input-input yang diharapkan dapat menguntungkan pada kedua belah pihak.

Baca Juga: