fbpx

Manfaatkan Blockchain, Thailand Segera Terapkan eVOA

By 6 Januari 2020Edukasi
blockchain thailand

Thailand, salah satu negara di Asia yang paling banyak dikunjungi wisatawan mancanegara berencana memanfaatkan teknologi Blockchain dalam sistem Electronic Visa On Arrival (eVOA).

Baca juga: Mengapa Amerika Latin Jadi Pasar Terbesar Industri Cryptocurrency

Sistem eVOA tersebut nantinya akan mempercepat dan melindungi proses aplikasi visa digital dan akan segera tersedia untuk lima juta pengunjung dari 20 negara. Teknologi Blockchain yang digunakan Thailand pada layanan eVOA akan fokus pada pengunjung dari Cina dan India.

Baca juga: Iran Ingin Ciptakan Kripto Untuk Konfrontasi Hegemoni AS

Fitur ini nantinya akan memperlancar proses pengajuan visa, dimana selama ini pengajuan VOA manual memakan waktu hampir satu jam karena masing-masing turis perlu menyiapkan sejumlah dokumen. Dengan hadirnya eVOA ini, waktu pengurusan VOA dapat dipangkas menjadi lebih singkat.

Baca juga: Riset Deutsche Bank: Kripto Gantikan Mata Uang Fiat di 2030

Teknologi Blockchain digunakan untuk meningkatkan keamanan dan kecepatan aplikasi visa digital karena proses aplikasi digital dikaitkan dengan penipuan risiko besar atau kesalahan dari penyedia eVOA, vendor yang dipilih telah bekerja ekstra agar keamanan data dari wisatawan dapat tetap terjaga.

Baca juga:Selama 2019, Bitcoin Naik Turun?

Bangkok, ibukota Thailand dinobatkan sebagai kota yang paling banyak dikunjungi selama empat tahun berturut-turut, dengan sekitar 22,8 juta pengunjung, dalam laporan peringkat tahunan oleh MasterCard Inc. Kelihatannya ide otoritas setempat untuk menerapkan eVOA amat penting guna memudahkan para wisatawan ketika hendak masuk ke negara ini. Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Baca juga: