Dogecoin: Dari Parodi Jadi Cryptocurrency

By 20 Februari 2019Edukasi
dogecoin

Dogecoin awalnya diciptakan hanya sebagai bahan lelucon untuk mengejek harga bitcoin yang sempat mengalami naik turun. Seperti dikutip dari The Verge, DOGE adalah tokoh rekaan berupa seekor anjing Shiba Inu yang sering jadi ‘internet meme’ alias bahan lelucon di dunia maya.

Baca juga: Belajar Dari Cara Singapura Mengatur Cryptocurrency

Penciptanya memposisikan token virtual itu sebagai mata uang internet yang dapat memungkinkan penggunanya dengan mudah mengirim uang secara online. Ada beberapa cara untuk mendapatkan Dogecoin, dari membeli di bursa online hingga menambangnya.

Baca juga: Tanyakan Hal Berikut Pada Diri Sendiri Sebelum Berinvestasi Cryptocurrency

Selama tahun 2018, Dogecoin adalah salah satu kripto yang tetap mempertahankan elemen stabilitas harga. Pemegang Dogecoin dari Januari hingga Desember 2018 berada dalam posisi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan yang memegang altcoin yang lebih “serius” pada periode yang sama. Bahkan, pada Q3 Dogecoin mulai mendapatkan momentum positif dan mempertahankan semuanya sampai ke Q4. Dibandingkan dengan kripto jenis lainnya, sejumlah 95% penggunaan DOGE di dunia nyata ditemui di berbagai merchant, umumnya dilakukan untuk transaksi pembelian barang dan jasa.

Baca juga: Cryptocurrency, Solusi di Tengah Krisis Ekonomi?

Meski sempat menjadi bahan lelucon, namun kini ditemui ada investor yang berinvestasi senilai 23 Juta Dolar. Melihat angka investasi tersebut, rasanya tidak mungkin DOGE hanya dijadikan sebagai bahan parodi belaka, sebaliknya hal ini menunjukkan bahwa investor percaya pada aset tersebut.

Baca juga: Seberapa Pentingkah Cold Wallet di Cryptocurrency?

Dogecoin dibuat oleh programmer Billy Markus dari Portland, Oregon, ia termotivasi untuk menciptakan cryptocurrency agar dapat mencapai demografis pengguna lebih luas dari Bitcoin. Dimana diketahui tingkat jual beli Bitcoin saat ini sudah terbilang tinggi. Pada waktu yang bersamaan, Jackson Palmer, anggota dari Departemen Pemasaran Adobe Systems di Sydney didorong oleh salah satu mahasiswa di Front Range Community College melalui Twitter untuk membuat sebuah ide menjadi kenyataan. Tak lama kemudian, Palmer membeli domain dogecoin.com, Markus melihat situs tersebut melalui IRC chat room dan mulai mengontak Palmer untuk selanjutnya menciptakan Dogecoin.

Baca juga: Bagaimana Cara Menghindari Penipuan (Scam) Di Cryptocurrency?