fbpx

Dampak Virus Corona: Cryptocurrency Naik, Sedangkan Trader Saham Dikuasai Ketakutan

By 5 Februari 2020Berita
virus-corona-cryptocurrency

Sampai saat ini semua mata masih tertuju pada Asia karena pasar di seluruh dunia bersiap akan jatuhnya saham lainnya. Namun, tidak dengan pasar Cryptocurrency yang tetap naik, sehubungan dengan kenaikan yang dialaminya seminggu belakangan meskipun terdapat wabah virus corona.

Baca juga: Ramalan Ripple 2020 – Para Analis dengan Berani Menyatakan Ripple XRP akan menyentuh $14

Volatilitas yang biasanya diharapkan pada pasar Cryptocurrency saat ini mulai terealisasi pada pasar saham, dan para investor bersiap-siap untuk badai lebih besar yang akan menerjang. Di sisi lain, Bitcoin dan kawan-kawannya relatif stabil dan bahkan mengalami kenaikkan selama wabah virus corona berlangsung.

Saham Turun Cryptocurrency Naik

Sederet berita utama yang semakin buruk dari Cina telah mengempiskan keuntungan Dow Jones kemarin. Head of equities and derivatives strategy dari BTIG, Julian Emanuel mengatakan:

“Pasar saat ini seperti binatang liar, bisa naik jauh dan turun jauh, namun kuncinya adalah bagaimana saham bereaksi terhadap sejumlah besar berita yang akan muncul beberapa hari kedepan.”

Ia juga menambah kan bahwa akan ada aksi jual besar-besaran terjadi dan menduga akan adanya lebih banyak volatilitas beberapa hari kedepan.

Baca juga: Analis Menduga Harga Ethereum (ETH) Meledak ke US$ 200 : Ini Alasannya

Goldman Sachs memperkirakan lebih banyak malapetaka dan kesuraman menyelmuti para ekonom, pada hari Senin menyatakan mereka menduga wabah virus corona akan mengurangi pertumbuhan Gross Domestic Product (GDP) rakyat Cina pada kuartal pertama tahun 2020 hingga 1,6%, sedangkan pertumbuhan global akan terpengaruh hingga 1%.

Saham-saham Cina anjlok hingga 8% kemarin menurut CNN yang melaporkan Shanghai Composite dan Shenzhen Component Index turun dengan sadis pada hari pertama perdagangan mereka tepat setelah libur Tahun Baru Imlek yang diperpanjang. Kerugian ini menghapus nilai pasar gabungan sebesar $445 miliar, dua kali lebih banyak dari total nilai pasar Bitcoin. Sementara itu, di Cryptocurrency, pertukaran token mengarah pada kenaikan pada bulan Januari.

Ketakutan Menyelimuti Trader Saham

Dua emosi, takut dan serakah, dikatakan menentukan sentimen investor. Rasio ini menggambarkan gambaran historis pasar dan indikator pasar kedepannya. Sebagai tren yang mapan, investasi tradisional seperti saham dan aset digital seperti Cryptocurrency cenderung bergerak berlawanan arah. Pembukaan tahun 2020 sudah menunjukan contoh dari gerak berlawanan ini.

Baca juga: Hasil Penelitian: UEA Hemat $ 3 Miliar Jika Kembangkan Blockchain

Wabah virus corona yang sedang marak saat ini, mempengaruhi investasi tradisional dan Cryptocurrency dengan cara yang berbeda. Saham contohnya mengalami penurunan harga ketika para investor melihat risiko pada ekonomi tradisional dan sistem finansial, sedangkan mata uang digital yang terdesentralisasi malah memanen keuntungan pada situasi seperti ini.

Indeks Fear and Greed CNN, yang mengukur emosi para investor saham, mendapati mereka cenderung mengalami ketakutan saat ini dikarenakan kenaikan jumlah kasus virus corona dari 360 ke 17.000 kasus sejauh ini. Hal ini berujung dengan aksi jual cukup besar akan saham Cina pada hari Senin kemarin yang memancing reaksi berupa loncatan harga di pasar Cryptocurrency.

Baca juga: Potensi Blockchain dan Infrastruktur di Afrika

Pasar Cryptocurrency Stabil

Total nilai pasar Cryptocurrency saat ini senilai $260 miliar, ini menunjukan kenaikan 36% sejak awal tahun ini yaitu sekitar $190 miliar. Bitcoin stabil dikisaran harga $9000 seminggu belakangan. Analis memperkirakan akan ada kenaikan lebih lanjut seiring dengan meningkatnya kesengsaraan ekonomi dunia dan fundamental BTC. Ethereum juga telah naik (bullish) tahun ini, dengan kenaikan sekitar 46% sejak awal Januari.

Baca juga:

Sources : Martin Young in BeInCrypto.com; Lubomir Tassev in Bitcoin.com

Disclaimer: Metode, angka, teknik, atau indikator yang disajikan pada berita ini berasal dari sumber yang tertera, tidak boleh diasumsikan akan menguntungkan dan tidak akan menimbulkan kerugian. Berita ini disampaikan dengan tujuan sebagai bahan edukasi dan informasi, dan bukan merupakan saran investasi. Penulis, penerbit, dan semua afiliasi tidak bertanggung jawab atas hasil transaksi anda.