Category

Edukasi

pajak cryptocurrency

5 Hal Yang Perlu Diketahui Mengenai Pajak Cryptocurrency

By | Edukasi

Sama dengan aset investasi lainnya, di beberapa negara Cryptocurrency juga telah diatur mengenai urusan perpajakannya. Sebut saja salah satunya Singapura yang baru-baru ini berencana menghapus pajak dalam transaksi crypto, selain itu juga terdapat beberapa negara lainnya yang mengatur mengenai pajak dari aset ini. Sayangnya, pajak cryptocurrency tampak begitu rumit sehingga hanya sedikit orang yang mengajukannya. Berikut beberapa hal yang perlu diketahui mengenai pajak kripto:

  1. Semua perdagangan dan penjualan dikenai pajak Cryptocurrency.

Seharusnya semua keuntungan dan kerugian dari transaksi Cryptocurrency wajib dilaporkan ke Internal Revenue Service (IRS). Menukar mata uang kripto dengan mata uang lain, mengonversinya kembali ke USD atau menghabiskan mata uang kripto, semuanya membuat si pengguna terkena pajak.

Baca juga: Badan Perpajakan Singapura Usul Bebaskan Crypto Dari GST

  1. Dua jenis pajak mata uang digital.

Menurut Panduan IRS tentang Mata Uang Virtual, Cryptocurrency adalah properti, bukan mata uang. Ini artinya Anda harus membayar pajak capital gain. Ada dua jenis pajak capital gain: jangka panjang dan jangka pendek. Jangka panjang berarti bahwa Anda memegang mata uang selama lebih dari setahun sebelum menjual atau memperdagangkannya sementara jangka pendek berlaku untuk Cryptocurrency yang dimiliki selama kurang dari setahun. Nilai tukar ini tergantung pada negara dimana berdomisili. Selain itu, crypto juga dapat dikenakan pajak penghasilan.

Baca juga: Pajak Untuk Bitcoin

  1. Miners Cryptocurrency harus membayar pajak.

Miners atau penambang harus membayar pajak Cryptocurrency atas pendapatan mereka, yang berarti Cryptocurrency mereka dikenakan pajak penghasilan. Selain itu, kegiatan penambangan juga memenuhi syarat sebagai kegiatan wirausaha sehingga akan dikenakan pajak wirausaha, biasanya berkisar sekitar 15,3%.

Baca juga: Pemerintah Iran Akhirnya Izinkan Penambangan Aset Kripto

  1. Tidak semua yang terkait dengan kripto dikenai pajak.

Investor tidak dikenai pajak hanya untuk membeli dan memegang cryptocurrency. Dengan kata lain, Anda perlu menjual atau berdagang agar dikenakan pajak. Dalam artian yang lebih luas, pajak capital gain untuk crypto berfungsi seperti aset lainnya: Jika Anda kehilangan uang pada perdagangan cryptocurrency, dapat dilakukan klaim kerugian dan menghemat pajak capital gain.

  1. Token Cryptocurrency berpotensi bebas pajak.

IRS terakhir memperbarui panduannya tentang pajak mata uang kripto pada tahun 2014. Sejak itu, banyak yang berubah dalam ruang mata uang kripto. Secara khusus, ada spekulasi bahwa token — mata uang digital yang mewakili layanan atau aset, bukan mata uang — tidak tunduk pada undang-undang pajak federal. Hal tersebut disebabkan karena IRS mendefinisikan crypto yang terkena pajak sebagai “mata uang virtual yang memiliki nilai setara dalam mata uang riil, atau yang bertindak sebagai pengganti mata uang riil.” Token secara teoritis dapat berada di luar definisi ini.

Baca juga: Investor Ritel Kembali Antusias Serbu Pasar Crypto

halving litecoin

Ini Dia Prediksi Pasca Halving Litecoin Mendatang

By | Edukasi

Fase Halving Litecoin diprediksi akan terjadi pada awal Agustus mendatang, dimana banyak pihak yang mulai berspekulasi mengenai kemungkinan harga yang bisa melejit naik atau bahkan sebaliknya, hingga performa seperti apa yang akan ditunjukkan oleh salah satu aset digital yang sedang naik daun ini pasca Halving nantinya.

Model penerbitan Litecoin identik dengan Bitcoin kecuali blok yang diproduksi setiap 2,5 menitnya, dan jumlah total Litecoin dibatasi hingga 84 juta. Block reward awalnya dimulai pada 50 unit per blok di Oktober 2011 dan berkurang menjadi 25 unit per blok pada Agustus 2015. Block reward selanjutnya diperkirakan akan berkurang setengahnya menjadi 12,5 unit yakni pada Agustus 2019 mendatang.

Baca juga: Dilaporkan Litecoin Tumbuh 316% Pada Tahun 2019

Dalam laporan terbaru yang dirilis oleh CoinMetrics, semua hal yang berkaitan dengan Litecoin, termasuk prediksi harga setelah fase Halving juga disebutkan. Sebagaimana diketahui, harga Bitcoin dan Litecoin selalu meningkat sebelum fase Halving. Laporan tersebut menyebutkan bahwa harga Litecoin biasanya akan naik lebih tinggi karena adanya tawaran oleh para pelaku pasar yang tahu bahwa tekanan jual yang dipimpin oleh para penambang biasanya berkurang setelah fase Halving. Dijelaskan juga pada tahun 2018 lalu, pendapatan penambang Litecoin mencapai hampir 5,3 juta unit, atau setara dengan $561 juta dolar AS.

Baca juga: Kenali Lima Daftar Aset Kripto Dengan Performa Terbaik

Halving Litecoin memainkan elemen kunci dalam memicu siklus pasar cryptocurrency, dimana dari laporan tersebut disimpulkan bahwa Halving Litecoin yang akan datang harus berfungsi sebagai katalis untuk serangkaian alasan seperti pelaku pasar yang menawar harga sebelum fase Halving terjadi guna mengantisipasi kelangkaan, para penambang yang menjadi sumber dari tekanan penjualan secara berkelanjutan, serta fase Halving akan memaksa penambang yang tidak efisien untuk keluar dari jaringan tersebut.

Baca juga:


penyebab harga bitcoin naik

3 Alasan Mengapa Harga Bitcoin Di Atas $ 10.000

By | Edukasi

Harga Bitcoin terus merangkak naik hingga di atas $ 10.000 selama sepekan terakhir, tercatat sebagai kenaikan tertinggi selama 13 bulan terakhir. Melansir Coindesk, para ahli Cryptocurrency mengaitkan penyebab harga Bitcoin naik dikarenakan sejumlah faktor, diantaranya:

  1. Peluncuran global coin Facebook

Media sosial terbesar ini meluncurkan stablecoinnya sendiri, proyek ini dilaporkan telah mendapatkan dukungan lebih dari selusin perusahaan dan terlihat meningkatkan laju adopsi Cryptocurrency oleh banyak orang termasuk Barry Silbert, pendiri dan kepala eksekutif Digital Currency Group. Lebih lanjut, ada konsensus dalam komunitas investor bahwa kripto Facebook akan menciptakan kesadaran mata uang swasta yang dikeluarkan Bank Sentral tidak dapat eksis, yang mengarah pada peningkatan adopsi Bitcoin dan Cryptocurrency lainnya, hal ini kemudian akan menggiring fakta bahwa legitimasi industri kripto jauh lebih positif.

Baca juga: Mantap, Bitcoin Kini Miliki 5.000 ATM di Seluruh Dunia

  1. Mendekatnya fase Halving Litecoin

Fase Halving Litecoin yang diprediksi akan berlangsung pada awal Agustus mendatang turut mempengaruhi kenaikan harga Bitcoin. Ketika fase halving,  Litecoin (LTC) yang berhasil ditambang akan berkurang separuh, hal ini berarti LTC akan menjadi aset yang lebih langka secara keseluruhan.  Perlu dicatat bahwa Litecoin memimpin pasar lebih tinggi pada kuartal pertama, dengan keuntungan 100 persen selama periode tersebut. Fase Halving Litecoin juga turut memberikan kontribusi pada aktivitas pasar yang secara tidak langsung menjadi penyebab harga Bitcoin naik.

Baca juga: Dilaporkan Litecoin Tumbuh 316% Pada Tahun 2019

  1. Binance.com membatasi pelanggan AS

Salah satu exchanger Cryptocurrency terbesar di dunia baru-baru ini memperbarui ketentuan penggunaannya untuk semua pelanggan di AS. Pengumuman tersebut menyebabkan penjualan tajam di aset asli Binance sendiri, Binance Coin (BNB). Hal ini kemudian akan membuat orang menjual Altcoin mereka ke Bitcoin dan melakukan penarikan dari Binance, yang nantinya akan memberikan kontribusi positif dalam pergerakan harga.

Baca juga:


aset kripto terbaik

Kenali Lima Daftar Aset Kripto Dengan Performa Terbaik

By | Edukasi

Total kapitalisasi pasar cryptocurrency nyaris turun dibawah $100 miliar pada pertengahan Desember tahun lalu. Namun, tujuh bulan kemudian kapitalisasi pasar meringsek naik menuju $300 miliar. Beberapa peristiwa penting telah membantu mempercepat pemulihan kondisi ini. Melansir Cointelegraph, mari simak lima aset kripto terbaik selama pertengahan Juni 2019.

  1. NEO / USD

Salah satu pendiri Neo (NEO) Da Hongfei baru-baru ini mengumumkan dana EcoBoost $100 juta baru yang bertujuan untuk memberikan dukungan ke beberapa proyek di berbagai tahap pengembangan untuk membangun ekosistem NEO. Fase pertama proyek telah dimulai, pembaruan terbaru algoritma konsensus pada mainnet ini merupakan langkah kunci dalam pengembangan NEO 3.0, yang diharapkan akan dirilis pada kuartal kedua tahun depan.

  1. LTC / USD

Litecoin (LTC) terus berkinerja baik khususnya dalam menghadapi fase halving yang akan datang. Mata uang digital ini juga sedang mencoba untuk menaikkan resistensi overheadnya pada $140,3450. Jika berhasil, ia dapat mengerahkan sasaran targetnya hingga $158,91, selain itu pergerakan ke atas juga dapat mencapai $184,7940.

  1. BTC / USD

Beberapa berita dan peristiwa penting mungkin telah membantu menaikkan performa dari Bitcoin, seperti pengujian perdagangan berjangka yang akan datang pada platform Bakkt, akhir dari bear market, perang perdagangan yang sedang berlangsung antara China dan AS, peluncuran koin salah satu platform sosial media, dll.

  1. ETH/USD

Pasangan aset kripto terbaik lainnya, ETH / USD, melakukan konsolidasi sekitar $225 dan $300 selama tiga minggu terakhir. Ini adalah tanda positif karena menunjukkan permintaan mendekati $225. Rata-rata bergerak berada di ambang crossover bullish, yang menunjukkan perubahan tren. Jika bulls mendorong harga di atas $307,67, kemungkinan akan memulai tren baru yang dapat membawa ke angka $500. Asumsi bullish akan terbukti salah jika bear mempertahankan zona resistensi overhead dari $280 hingga $307.67.

  1. XMR / USD

Pasangan XMR / USD telah berkonsolidasi antara $81 dan $100 selama tiga minggu terakhir, yang merupakan sebuah tanda positif. Jika bulls mendorong harga di atas $100, kemungkinan harga juga dapat diarahkan ke  $150.

Baca Juga:


partisipasi perempuan

Partisipasi Perempuan Minim Dalam Proyek Kripto

By | Edukasi

Menggunakan data yang dikumpulkan dari Github, sebuah studi menemukan 100 proyek blockchain teratas dalam ekosistem cryptocurrency menunjukkan kurangnya diversifikasi gender dengan partisipasi perempuan hanya sekitar lima persen. Melansir Coindesk, Penelitian yang dilakukan oleh jurnalis Corin Faife ini memeriksa lebih dari 1 juta komitmen kode di Github untuk mengidentifikasi partisipasi kontributor open-source. Investigasi menunjukkan total 4,64% nama wanita yang ikut andil di masing-masing proyek ini.

Menggunakan  GitHub API, custom Python script, dan Genderize.io, Corin Faife menggali jutaan baris untuk menemukan nama kontributor di setiap proyek. Investigasi berbasis gender memeriksa total 1.026.804 baris kode dalam repositori, mengumpulkan nama asli pengguna dan mengidentifikasi gender mereka menggunakan layanan Genderize. Meskipun hasilnya tidak dapat mengidentifikasi semua pengguna – beberapa dari mereka tidak memberikan nama asli atau jenis kelamin yang ambigu – persentase keseluruhan nama laki-laki setinggi 67,3%. Faife juga menemukan bahwa proyek blockchain Bytom dan proyek asia seperti NEO dan Theta Token menunjukkan lebih banyak perubahan kode yang ditandatangani oleh kaum wanita.

Angka-angka yang ditemukan oleh Faife mendukung statistik kesenjangan gender yang dilaporkan oleh studi sebelumnya di bidang teknologi. Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh GitHub pada 2017, 95% kolaborator open source adalah pria. Studi GitHub mencatat bahwa kurangnya inklusi juga merupakan masalah bagi wanita yang bekerja di bidang teknologi karena banyak perusahaan pencari kerja memindai proyek online untuk menemukan karyawan potensial. Di blockchain, partisipasi perempuan juga sangat minim, dalam sebuah penyelidikan baru-baru ini ditemukan bahwa startup blockchain baru pada tahun 2019 hanya memiliki 14,5% perempuan sebagai anggota tim dan hanya 7% diantaranya menduduki posisi eksekutif. Perusahaan lain seperti Circle dan eToro juga menemukan perbedaan yang kuat antara jumlah investor cryptocurrency pria dan wanita, dengan wanita yang mewakili kurang dari setengah partisipan dalam kedua studi.

Baca Juga: