fbpx
Category

Berita

penambangan kripto iran

Pemerintah Iran Akhirnya Izinkan Penambangan Aset Kripto

By | Berita

Otoritas resmi Iran berencana untuk kembali menerbitkan izin penambangan kripto, kabar baik ini disampaikan langsung oleh gubernur Bank Sentral Iran (CBI). Sebelumnya, pada Juni lalu otoritas setempat menyita 1000 rig penambangan bitcoin setelah mengalami lonjakan konsumsi daya listrik dari dua lokasi penambangan, pemerintah kemudian memutuskan aliran listrik ke penambangan kripto tersebut. Lonjakan jumlah penambang cryptocurrency yang mengeksploitasi listrik bersubsidi akhirnya memaksa pihak berwenang untuk melakukan tindakan tegas.

Baca juga: Badan Perpajakan Singapura Usul Bebaskan Crypto Dari GST

Pemerintah Iran telah menyetujui beberapa bagian dari undang-undang eksekutif yang memungkinkan penambangan kripto di negara tersebut kembali diperbolehkan, mengutip Abdol Nasser Hemmati, Gubernur Bank Sentral Iran (CBI). Hemmati menyoroti kripto yang ditambang harus memberikan umpan balik “ke siklus ekonomi nasional.”

Baca juga: Mantap, Bitcoin Kini Miliki 5.000 ATM di Seluruh Dunia

Dalam keterangannya, ia menyebutkan bahwa penambang kripto di Iran harus berkontribusi pada ekonomi negara ketimbang membiarkan bitcoin yang ditambang mengalir ke luar negeri. Terdapat beberapa syarat agar pihaknya berkenan memberikan izin, diantaranya tarif listrik yang dibebankan pada penambangan mata uang kripto akan berada pada tarif listrik ekspor. Sebagaimana diketahui, Iran mengekspor listrik ke negara-negara tetangga dengan harga 40-100% lebih tinggi daripada tarif subsidi di negaranya. Syarat kedua, cryptocurrency yang ditambang harus dikembalikan ke “siklus ekonomi nasional.” Sepertinya, ini adalah cara pamungkas untuk menindak para penambang Cina yang diduga menambang kripto di Iran untuk mengeruk keuntungan dari rendahnya biaya penambangan di negara ini. Yang menarik, Hemmati juga menambahkan bahwa setiap mata uang baru yang didukung oleh aset lain – mata uang, emas, atau apa pun – tidak akan diizinkan oleh CBI.

Apa pendapatmu mengenai kebijakan pemerintah Iran ini?

Baca juga:

pasar crypto

Investor Ritel Kembali Antusias Serbu Pasar Crypto

By | Berita

Sebuah perusahaan riset aset digital, Delphi Digital, merilis laporan terbaru yang menyatakan bahwa antusiasme investor ritel telah kembali ke pasar aset crypto. Laporan tersebut mencatat bahwa bulan Juni merupakan masa pengembalian cukup positif secara berturut-turut bagi Bitcoin.

Baca juga: 3 Alasan Mengapa Harga Bitcoin Di Atas $ 10.000

Perusahaan riset ini juga menyebutkan bahwa peningkatan pencairan kata kunci Bitcoin juga terlihat naik secara signifikan di mesin pencari Google. Pencarian Google tersebut merupakan metrik yang banyak digunakan untuk melacak minat masyarakat umum terhadap cryptocurrency, laporan tersebut juga menunjukkan peningkatan pada Grayscale Bitcoin Investment Trust yang diindikasikan sebagai tanda investor ritel telah kembali ke pasar aset crypto. Selain itu, terdapat sejumlah tanda industri tersebut menjadi lebih nyaman dengan pasar crypto karena potensi pertumbuhannya yang besar jika dibandingkan dengan kelas aset tradisional.

Baca juga: Ini Dia Prediksi Pasca Halving Litecoin Mendatang

Di waktu yang bersamaan, Grayscale Bitcoin Investment Trust juga merangkak naik sejak penjualan terakhir di Q4 2018, yang mengindikasikan antusiasme ritel telah kembali, setidaknya sebagian pasca penurunan harga yang cukup brutal di tahun sebelumnya. Yang menarik, permintaan institusional untuk Grayscale Bitcoin Investment Trust juga tumbuh hampir 75% pada Q1 2019, seperti dilansir dari laporan Quarterly Digital Asset Grayscale.

Meski Delphi tidak membuat prediksi konkret tentang arah harga Bitcoin ke depannya, namun dilihat secara historis beberapa bulan ke belakang, posisi aset ini masih cukup aman, bukan? Bagaimana pandanganmu menyikapi antusiasme ini?

Baca juga:

crypto singapura

Badan Perpajakan Singapura Usul Bebaskan Crypto Dari GST

By | Berita

Badan perpajakan pemerintah Singapura mengusulkan untuk menghapus pajak barang dan jasa atau Goods and Services Tax (GST) dari transaksi crypto di Singapura. Inland Revenue Authority of Singapore (IRAS) akhir pekan lalu menerbitkan sebuah panduan rancangan e-Pajak mengenai¬† “Token Pembayaran Digital,” yang berusaha membebaskan entitas apapun yang berurusan dengan aset digital dari kewajiban GST.

Baca juga: Ini Dia Prediksi Pasca Halving Litecoin Mendatang

Jika rancangan panduan ini masuk ke dalam undang-undang, mulai dari 1 Januari 2020, perubahan berikut akan berlaku untuk lebih mencerminkan karakteristik token pembayaran digital:

  1. Penggunaan token pembayaran digital untuk pembayaran barang atau jasa tidak akan menaikkan persediaan token tersebut
  2. Pertukaran token pembayaran digital untuk mata uang fiat atau token pembayaran digital lainnya akan dibebaskan dari GST.

IRAS mengatakan pedoman e-Pajak masih dalam bentuk draft, dimana Departemen Keuangan akan mengadakan konsultasi publik untuk beberapa waktu guna mengkaji lebih dalam aturan ini. Draft tersebut juga menetapkan parameter tentang bagaimana token pembayaran digital didefinisikan, yang memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Dinyatakan sebagai satuan unit
  2. Sepadan
  3. Tidak dalam mata uang apa pun, dan tidak dipatok oleh penerbitnya ke mata uang apa pun
  4. Dapat ditransfer, disimpan atau diperdagangkan secara elektronik
  5. Alat pertukaran yang diterima oleh publik, atau merupakan bagian dari publik, tanpa batasan substansial pada penggunaannya dalam pertimbangan penggunaannya.

IRAS mengatakan upaya untuk mengakhiri kewajiban GST crypto singapura mengikuti perkembangan dunia dan pertumbuhan ruang yang telah menyebabkan berbagai yurisdiksi untuk meninjau kembali sikap mereka. Di bawah kerangka kerja saat ini, pasokan token pembayaran digital masih dipandang sebagai penawaran layanan yang dapat dikenai pajak.

Baca juga: 3 Alasan Mengapa Harga Bitcoin Di Atas $ 10.000

Lalu bagaimanakah urusan perpajakan aset crypto di Indonesia? Hingga saat ini pemerintah Indonesia masih dalam proses menggodok lebih matang mengenai urusan perpajakan serta aturan-aturan lainnya yang mengatur tata cara penggunaan crypto di Indonesia termasuk jual beli Bitcoin.

Apa pendapatmu mengenai penerapan pajak untuk aset crypto? komen di bawah ini.

Baca juga:


atm bitcoin

Mantap, Bitcoin Kini Miliki 5.000 ATM di Seluruh Dunia

By | Berita

Jumlah total ATM Bitcoin (BTM) di seluruh dunia mencapai 5.000 untuk pertama kalinya. Laman pemantauan lokasi BTM, CoinATMRadar mengkonfimasi pada penghujung Juni 2019 ini terdapat lebih dari 5.000 BTM yang tersebar di 90 negara, dimana BTM ini dapat digunakan untuk membeli atau menjual Bitcoin. Beberapa mesin bahkan bisa melayani kedua layanan tersebut secara bersamaan.

Baca juga: 3 Alasan Mengapa Harga Bitcoin Di Atas $ 10.000

Seperti yang dilaporkan Cointelegraph, pada tahun 2019, bukan hanya model BTM klasik yang berkembang, tetapi metode-metode lain untuk pengadaan BTC. Amerika saat ini memiliki lebih dari setengah BTM di dunia, yakni sekitar 3.179 BTM. Dengan menggunakan skema menempatkan mesin-mesin BTM tersebut ke toko-toko Circle K di Arizona dan Nevada, hal ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah penggunaannya.

Baca juga: Ini Dia Prediksi Pasca Halving Litecoin Mendatang

Meningkatnya persaingan di pasar BTM cenderung mengurangi biaya yang dibebankan kepada pengguna. Opsi tatap muka lainnya, seperti membeli voucher, juga mendapatkan popularitas bagi pengguna yang ingin menghindari persyaratan identitas yang memberatkan.

Sementara itu, laman CoinATMRadar juga mencatat bahwa Indonesia memiliki satu ATM Bitcoin yang berlokasi di Bali. Sebagaimana diketahui Bali merupakan destinasi wisata yang amat digandrungi oleh wisatawan mancanegara, hal ini menjadikan Bitcoin cukup mudah ditemui di Pulau Dewata ini, bahkan beberapa tahun lalu Bali juga sempat dikenal sebagai surganya Bitcoin. Dengan demikian proses jual beli bitcoin akan semakin mudah dilakukan.

Baca juga:


litecoin tumbuh

Dilaporkan Litecoin Tumbuh 316% Pada Tahun 2019

By | Berita

Ketika Bitcoin dipuji atas perkembangan dan kinerjanya di pasar yang terus mengalami kenaikan sejak awal tahun ini, koin lain justru muncul untuk bersaing dalam hal popularitas, dengan melaporkan keuntungan yang jauh lebih besar. Yang mengejutkan, Litecoin tumbuh menjadi kompetitor baru untuk Bitcoin.

Baca juga: Mantap, Bitcoin Kini Miliki 5.000 ATM di Seluruh Dunia

Melansir Ambcrypto, sejak awal 2019 Litecoin telah berhasil mendaftarkan keuntungan mencapai 316% berdasarkan grafik perdagangan Coinbase. Harga koin melonjak dari $31,96 menjadi $133,23 dalam waktu enam bulan, meninggalkan sebagian besar crypto utama, termasuk Bitcoin. Lonjakan harga Litecoin ini dapat dikaitkan dengan listingnya di Coinbase dan juga proses halving yang akan datang. Halving Litecoin tidak mengurangi maksimum supply dari koin tersebut tetapi hanya untuk penambang setiap blok supplynya akan berkurang setengah setelah proses halving. Dimana halving ini bertujuan untuk disinflasi.

Baca juga: 3 Alasan Mengapa Harga Bitcoin Di Atas $ 10.000

Sebuah laporan dari Bloomberg menyatakan bahwa Litecoin tumbuh menjadi 60% dalam tiga bulan sebelum halving dan hal serupa dapat terjadi untuk Bitcoin yang akan mengalami halving pada Mei 2020.

Baca juga: Kenali Lima Daftar Aset Kripto Dengan Performa Terbaik

Sementara itu, kinerja Bitcoin di tahun baru sangat mengesankan dibandingkan tahun 2018, karena koin tersebut berhasil melaporkan 127% keuntungan dalam hitungan enam bulan. Hal ini membawa harga Bitcoin dari $ 3,841.17 menjadi $ 8,738.92 dan resistance berikutnya tepat di atas $ 9k. Pada saat penekanan, Bitcoin bernilai $ 8.670,33 dengan kapitalisasi pasar $ 153 miliar. Volume perdagangan 24 jam dari koin itu tercatat sebesar $ 19,918 miliar, melonjak sebesar 4,56% pada hari sebelumnya. Dalam tujuh hari terakhir, Bitcoin tumbuh sebesar 8,55%, bagaimanapun, hal ini merosot dengan minimal pertumbuhan 0,24% dalam satu jam.

Baca juga: Partisipasi Perempuan Minim Dalam Proyek Kripto