fbpx

Bank Crypto dan Cara Kerjanya

By 15 Agustus 2019Edukasi
bank crypto

Bitcoin pernah berjanji akan membantu mewujudkan tujuan mulia menciptakan “bank sendiri.” Untuk memahami banyak layanan yang benar-benar disediakan bank juga untuk menyadari betapa tidak masuk akalnya klaim ini pada 2008 silam, ketika white paper Bitcoin dibuat. Lebih dari satu dekade kemudian, industri desentralisasi yang telah ditimbulkannya memang dapat mereplika banyak layanan keuangan di blockchain, yang sebelumnya secara eksklusif hanya ada di ranah bank. Dikenal dengan sebutan Decentralized finance (DeFi), DeFi memungkinkan orang untuk terhubung ke pinjaman baru yang terdesentralisasi, penukaran, tabungan dan platform DeFi lainnya, blockchain dapat memberikan alternatif cryptocurrency ke layanan perbankan tradisional. Pelanggan akan merasa nyaman beroperasi di ekosistem ini karena dapat menggunakan aset dengan fungsi yang lebih besar. Jangan salah: DeFi bukan perbankan, karena hanya meniru fungsi perbankan dan masih tidak dapat memberikan hal lain yang dihargai oleh bank – yaitu keamanan.

Baca juga: Bagaimana Cara Bank Bertransformasi di Era Crypto?

Apa itu Bank crypto?

Bank Crypto adalah lembaga perbankan yang terlibat dalam berbagai standar kegiatan yang berhubungan dengan uang seperti deposito dan penarikan, tabungan, pinjaman, dan berinvestasi dalam berbagai instrumen pasar yang lebih luas. Meski dijelaskan seperti standar bank biasanya, bank crypto telah mengintegrasikan cryptocurrency ke dalam fungsi keuangan ini. Mereka juga mendapatkan legalitas di mata pengawas keuangan lokal. Jenis bank crypto seperti Bitwala dan Spot9, pada dasarnya adalah kerangka yang suatu hari nanti akan menjadi jembatan antara ekonomi fiat dan crypto yang terpisah, yang baru sekarang mulai muncul. Diatur oleh Otoritas Pengawas Keuangan Federal Jerman, deposito Bitwala diasuransikan oleh Skema Jaminan Setoran Jerman hingga 100.000 euro (sekitar $ 113.000), seperti halnya untuk bank lain yang diatur di Jerman. Kemitraannya dengan SolarisBank yang diatur oleh Uni Eropa memastikan bahwa pemegang rekening Bitwala dapat melakukan apapun sama seperti apa yang akan mereka lakukan dengan rekening bank reguler mereka – yaitu, dibayar, membayar sewa dan tagihan, menukar mata uang, mengirim pembayaran antar bank, dan menyimpan uang dalam fiat dan cryptocurrency dengan mulus.

Baca juga: Apakah Masa Depan Cryptocurrency Akan Cerah?

Karena kemampuan unik keuangan blockchain, banyak perusahaan crypto terpusat terbesar dapat menawarkan layanan seperti bank untuk bisnis tingkat perusahaan lainnya, bahkan di mana peraturan belum terbentuk. Di Amerika Serikat, misalnya, Securities and Exchange Commission belum mengindikasikan bahwa bisnis ini dapat berintegrasi dengan sistem perbankan, dan untuk saat ini, mereka pada dasarnya adalah dana investasi. Coinbase Custody adalah salah satu contoh paling canggih, tetapi hanya bisa bermain menjadi “bank” sampai regulator memberikan persetujuan mereka.

Baca juga: Masa Depan Perbankan, Bitcoin atau Blockchain?

Melansir Cointelegraph, regulator dapat mencegah pergerakan mata uang digital dan membuat penghalang jalan bagi individu untuk menggunakan uang mereka untuk tujuan mereka sendiri, atau bahkan mentransfer dana mereka ke mata uang fiat. Orang dapat menggunakan uang mereka untuk semuanya, bukan 90% dari segalanya. Instrumen derivatif atau solusi kartu debet bertumpuk yang dibangun di atas kemitraan renggang tidak cukup. Laporan McKinsey baru-baru ini menyebutkan bahwa tanpa persetujuan regulator, semua keuangan blockchain tunduk pada waktu penyelesaian tiga sampai lima hari pasar fiat yang mendasarinya. Menurut laporan itu, “Jika pihak lawan menukar aset cryptocurrency (mata uang digital yang tidak memerlukan badan pengatur pusat) daripada mata uang fiat, misalnya, pembayaran dapat dilakukan dan diselesaikan dalam hitungan menit melalui blockchain, daripada berhari-hari seperti halnya dengan sistem lama.

Baca juga: