Bagaimana Cara Bank Bertransformasi di Era Crypto?

By 7 Agustus 2019Edukasi
bank di era crypto

Salah satu tanggung jawab utama bank adalah menyimpan uang nasabahnya secara aman. Sayangnya potensi pencurian cukup mungkin terjadi jika uang konvensional ini tidak disimpan dengan aman. Menggunakan jasa bank berarti nasabah juga diharuskan untuk membayar berbagai biaya seperti biaya transfer, penarikan, potongan bulanan, serta sejumlah biaya lainnya. Bank juga memiliki monopoli konversi antara mata uang internasional, dan mereka mengenakan biaya premium untuk layanan ini. Yang tak kalah penting adalah aksesibilitas ke berbagai ATM, memang ATM tersedia di sebagian besar wilayah padat penduduk, tetapi hal tersebut berbanding terbalik dengan penduduk yang tinggal jauh dari perkotaan. Bank memang tak sepenuhnya tergerus oleh teknologi dan tetap berdiri tegak di era crypto, sebab bank masih memegang kekuatan di sektor:

1. Pinjaman dan pembiayaan
2. Penjaminan emisi dan pengambilan keputusan penting semisal dalam hal akuisisi atau merger
3. Stabilitas ekonomi

Baca juga: Apakah Masa Depan Cryptocurrency Akan Cerah?

Menjawab pernyataan diatas, bank dapat bertransformasi, mempertahankan keunggulannya dan berkembang di era crypto dengan memanfaatkan teknologi blockchain. Teknologi tersebut nantinya akan membantu efisiensi pengoperasional bank dengan merekam dalam buku besar publik untuk memastikan legitimasi transaksi secara aman. Bank dapat mengawasi perkembangan crypto dan mencoba belajar dari perubahan yang dibawanya untuk mengembangkan infrastruktur mereka sendiri. Paling buruk, mereka akan tahu apa yang mereka hadapi, dan mungkin bisa mengimbangi kelemahan baru mereka. Jika bank memiliki waktu dan sumber daya, bank juga harus fokus pada mempekerjakan lebih banyak pengembang blockchain, dan berinvestasi dalam produk-produk blockchain baru. Beberapa bank sudah melakukan ini, mencari cara untuk merampingkan transaksi nasabah, atau dalam beberapa kasus, meluncurkan cryptocurrency sendiri. Jika bank ingin tetap menjadi alternatif yang layak, mereka perlu meninjau kembali struktur pembiayaan mereka, khususnya menghilangkan atau secara drastis mengurangi biaya yang mereka bebankan untuk layanan dasar. Alih-alih meluncurkan perombakan besar-besaran ke layanan inti mereka, bank juga dapat bergeser untuk mulai mengkhususkan diri di bidang yang tidak dapat dengan mudah digantikan oleh sistem transaksi berbasis crypto. Misalnya, dengan melayani klien bisnis secara eksklusif melalui penjaminan dan analisis, atau memprioritaskan produk pinjaman serta membantu mengelola keuangan nasabah, sebab hal ini tidak ditemukan dalam crypto.

Baca juga: Masa Depan Perbankan, Bitcoin atau Blockchain?

Bank mungkin tidak pernah benar-benar usang, bahkan setelah adopsi cryptocurrency luar biasa di seluruh dunia, tetapi mereka akan mendapat pukulan ekonomi cukup besar apabila mereka tidak segera mulai berubah. Dengan tekanan dari nasabah, regulator, dan ekonom, maka perubahan ini hanyalah akan menjadi bom waktu bagi lembaga keuangan kita.

Baca juga: