fbpx

Pengadopsian Cryptocurrency: Bagaimana Bisnis Beradaptasi Terhadap Revolusi Cryptocurrency?

By 14 Februari 2020Berita
revolusi cryptocurrency

Ada banyak alasan mengapa orang-orang memiliki Cryptocurrency. Pertama untuk menyimpan Cryptocurrency sebagai nilai, mengingat persediaan koin yang terbatas, seperti Bitcoin. Beberapa orang lainnya menyimpan Cryptocurrency untuk spekulasi — dalam artian mereka bertujuan untuk mendapatkan profit saat nilai suatu koin meningkat terhadap dolar Amerika Serikat atau koin lainnya. Kedua, alasan utama mengapa orang memiliki Bitcoin adalah untuk dapat melakukan transaksi sehari-hari, mulai dari belanja di pasar swalayan, hingga keliling dunia. Namun apakah bisnis-bisnis sudah mulai mengikuti revolusi Cryptocurrency? Mari kita lihat.

Perusahaan Pariwisata

Industri pariwisata merupakan salah satu industri terbesar di dunia. Menurut Travel Agent Central, ini adalah industri dengan pertumbuhan tercepat kedua di dunia. Sekitar $1.7 triliun diperkirakan akan dikeluarkan untuk industri pariwisata tahun ini.

Baca juga: Ledakan Cryptocurrency: Bitcoin naik mencapai angka tertingginya, Ethereum dan koin terkemuka lainnya ikut meroket.

Dengan perkembangan ini, semakin banyak wisatawan yang memiliki Cryptocurrency diharapkan untuk membayar kamar hotel atau penerbangan melalui dompet Crypto mereka. Semakin banyak perusahaan yang mulai beradaptasi dengan perkembangan ini. Contohnya, kedua perusahaan reservasi parkir, Parking Access dan perusahaan pemesanan shuttle bandara, Shuttlefare baru-baru ini menambahkan provider layanan pembayaran Bitcoin, BitPay di website mereka, yang memungkinkan pelanggan untuk menggunakan Cryptocurrency sebagai metode pembayaran.

Sektor Perbankan

Manusia sangat bergantung pada bank untuk melakukan pembayaran sehari-hari dan untuk menyimpan uang mereka dengan aman. Bank juga bertanggung jawab untuk aset investasi yang menciptakan kekayaan lebih. Jumlah orang yang menggunakan layanan bank semakin bertambah setiap tahunnya, menurut database Global Findex mengenai World Bank: 1,2 miliar orang dewasa telah membuka rekening bank dari 2011 hingga 2017.

Baca juga: Bitcoin menurun dibawah $10,000 – Lalu bagaimana?

Industri keuangan tradisional bukannya berjalan tanpa tantangan beberapa tahun belakangan, dengan bank sentral negara-negara seperti Venezuela dan Zimbabwe yang mencetak mata uang fiat untuk mengatasi ekonomi yang runtuh, dan para pemimpin pasar seperti Deutsche Bank yang tertangkap karena skandal pencucian uang. Banyak orang yang mulai meragukan apakah sistem bank tradisional ini akan tetap berlanjut.

Dengan adanya layanan seperti PayPal dan Alipay yang menawarkan kecepatan transaksi, Crypto harus bersaing untuk menjadi bagian atau untuk sepenuhnya menggantikan sistem bank tradisional.

Keuntungan terbesar Cryptocurrency adalah dapat menjanjikan sistem perbankan yang transparan. Terdesentralisasi (tidak terpusat) dan imutabilitas (tidak bisa dibatalkan) memastikan bahwa semua yang terlibat dalam jaringan, memahami apa yang terjadi di sistem — fitur yang tidak dimiliki perbankan saat ini. Bank-bank memahami ini, itulah mengapa beberapa entitas seperti Bank of America menggunakan jaringan tunggal yang berpusat pada blockchain untuk menyimpan catatan perbankan dan untuk mengautentikasikan data pribadi dan bisnis.

Apakah teknologi blockchain bisa digunakan untuk belanja online?

Industri belanja online terus meningkat karena banyak orang yang semakin memilih untuk menerima barang dari kenyamanan rumah mereka, dibandingkan harus keluar ke swalayan terdekat. Dengan harapan meningkatnya ukuran pasar online hingga $4 triliun di 2020, banyak perusahaan Cryptocurrency yang perlu terlibat untuk mewujudkan adopsi Cryptocurrency global menjadi kenyataan.

Baca juga: Ramalan Ripple 2020 – Para Analis dengan Berani Menyatakan Ripple XRP akan menyentuh $14

Blockchain dapat membantu meningkatkan rantai pasokan dalam hal keamanan dan transparansi dalam layanan pembayaran serta di industri belanja online. Misalnya, seorang pengguna dapat memindai kode QR pada wadah jus jeruk untuk melihat perjalanan produk tersebut hingga sampai di toko, hal ini dapat membantu melawan keberadaan barang-barang palsu.

Beberapa perusahaan juga menawarkan cara mudah untuk belanja di sejumlah toko online besar, termasuk Amazon. Contohnya, Olodolo mengizinkan para penggunanya untuk berbelanja di AliExpress dengan membayar menggunakan berbagai jenis Cryptocurrency seperti Bitcoin Cash, Ethereum dan Litecoin.

Baca juga: Ethereum Menembus Titik Resisten: Harga Ethereum Berpotensi Naik Terus

Revolusi Cryptocurrency bergerak cepat, namun untuk benar-benar mewujudkan ini, kita perlu meningkatkan jumlah bisnis di seluruh dunia yang dapat menerima Cryptocurrency sebagai alat pembayaran. Mulai dari belanja online hingga bepergian kemana saja, kita sudah bisa melihat berapa banyak bisnis yang sudah beradaptasi dengan revolusi Cryptocurrency.

Baca juga:

Source: Oluwatobi Joel on Cointelegraph.com

Disclaimer: Metode, angka, teknik, atau indikator yang disajikan pada berita ini berasal dari sumber yang tertera, tidak boleh diasumsikan akan menguntungkan dan tidak akan menimbulkan kerugian. Berita ini disampaikan dengan tujuan sebagai bahan edukasi dan informasi, dan bukan merupakan saran investasi. Penulis, penerbit, dan semua afiliasi tidak bertanggung jawab atas hasil transaksi anda.