65.5% Millenial Indonesia Gemar Investasi Cryptocurrency

By 22 Februari 2019Berita
investasi millenial

Sejak pertama kali diperkenalkan ke publik pada 10 tahun lalu, peminat cryptocurrency di Indonesia terbilang cukup tinggi. Pemerintah Indonesia juga akhirnya mengambil alih aturan penggunaan aset ini seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011 Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi dan Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 5 Tahun 2019 Tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka, aset digital ini dinyatakan sah untuk diperjualbelikan dalam kapasitasnya sebagai komoditi, artinya bisa dijadikan sebagai aset investasi tetapi bukan digunakan sebagai alat pembayaran, sebab Indonesia hanya mengakui satu jenis alat pembayaran menggunakan mata uang rupiah. Jadi apakah investasi millenial yang sedang in saat ini?

Baca juga: Cryptocurrency dan Paradoks Peraturan Pemerintah

Bitocto Indonesia melakukan survey selama satu bulan terakhir guna melihat sejauhmana animo masyarakat Indonesia berinvestasi cryptocurrency. Dari 29 partisipan yang ikut terlibat dalam survey tersebut, sebanyak 34.5% partisipan berusia 31-50 tahun, sedangkan sisanya sejumlah 65.5% berasal dari kalangan millenial dengan kisaran usia 17-30 tahun. Namun, kelihatannya minat kaum laki-laki masih jauh lebih dominan dalam investasi kripto ini dengan tingkat partisipasi sejumlah 96.6%. Angka yang cukup bervariatif justru ditunjukkan dari latar belakang para investor, sejumlah 10.3% partisipan berasal dari kalangan freelance atau pekerja lepas, 13,8% tidak bekerja, 24.1% pegawai swasta dan sisanya 51.7% merupakan para pebisnis.

Baca juga: Tips Untuk Memahami Market Data Cryptocurrency

Tentu setiap orang memiliki tujuan masing-masing dalam berinvestasi, kebanyakan dari partisipan menyebutkan bahwa motivasi investasi millenial adalah untuk menambah pendapatan dari aset digital ini, sementara yang lainnya menyebutkan ingin belajar berbisnis dan belajar memahami teknologi blockchain.

Tampaknya metode investasi dengan cara trading masih memiliki peluang cukup besar di Indonesia, sebanyak 55% partisipan masih memilih metode investasi trading, sementara 4% lainnya memilih cara mining, dan yang menggunakan kedua metode yakni mining dan trading sebesar 41%.

Baca juga: Mengapa Proyek Cryptocurrency Gagal?

Semua partisipan meyakini bahwa investasi cryptocurrency merupakan investasi yang aman, 100% partisipan meyakini investasi ini bisa dijadikan sebagai investasi jangka panjang dengan 96.6% diantaranya akan merekomendasikan investasi ini kepada koleganya.

Semua partisipan sepertinya setuju agar para pemula yang ingin berinvestasi di sektor ini untuk lebih hati-hati dan teliti sebelum memulai investasi, perbanyak literasi membaca dari berbagai sumber juga cukup membantu Anda untuk lebih waspada terhadap berbagai aksi penipuan yang bisa saja terjadi tanpa diduga-duga. Selain itu, banyak juga yang menyarankan agar para pebisnis crypto berbisnis dengan cara yang benar, bukan dengan scam, menyediakan beberapa aset baru serta menyediakan platform yang terpercaya.

Baca juga: Apa yang Terjadi Jika Jejaring Sosial dan Cryptocurrency Terintegrasi?

Bisnis cryptocurrency semenjak diperkenalkan ke publik sepuluh tahun lalu memang memiliki tempat tersendiri bagi para peminatnya. Isu scam, fluktuasi harga, memang masih mendominasi pemberitaan mengenai aset digital ini. Untuk itu, sebagai investor Anda juga dituntut untuk cerdas dengan memperbanyak membaca referensi di berbagai situs, bertanya pada yang lebih senior dan lebih teliti sehingga dapat membantu Anda terhindar dari aksi penipuan berkedok investasi.

Baca juga: Bagaimana Prediksi Cryptocurrency di 2019?