Hedge fund adalah

Mengenal Apa itu Hedge Fund & Perbedaannya dengan Mutual Fund

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Hedge fund adalah istilah familiar bagi sebagian besar investor. Hal ini karena instrumen investasi tersebut cukup populer dan dipandang menguntungkan. Khususnya bagi mereka yang berinvestasi dengan tujuan meraup keuntungan berkali-kali lipat menggunakan berbagai teknik.

Meskipun jika dilihat sekilas hedge fund adalah instrumen investasi menjanjikan, namun terdapat banyak hal penting yang perlu OctoMate perhatikan sebelum menggunakannya. Nah, Bitocto akan menjelaskan lebih detail mengenai pengertian, ciri, serta untung-ruginya. Yuk simak!

Apa Itu Hedge Fund?

Hedge fund adalah praktik investasi secara kolektif dengan mengumpulkan dana dari investor tertentu untuk kemudian dikelola secara privat oleh manajer investasi (manager fund). Biasanya, mereka yang dapat berinvestasi merupakan kalangan menengah ke atas dengan jumlah modal minimal tertentu.

Dari pengertian di atas, sekilas mekanisme hedge fund serupa dengan reksadana. Namun keduanya berbeda karena investasi jenis ini tak hanya mencakup instrumen dalam pasar modal, namun juga properti, forex, dan sebagainya.

Hedge fund adalah nama lain dari ‘dana lindungi nilai’ yang merupakan jenis investasi bermodal besar dengan pengelolaan profesional. Jadi, meskipun prinsip high risk high return tetap berlaku, namun potensi ‘high risk’ selalu berusaha ditekan melalui peran manajer investasi.

Sejarah Hedge Fund

Sejarah munculnya investasi melalui hedge fund terjadi pada tahun 1949 dipelopori oleh sosiologis bernama Alfred Winslow Jones yang mendirikan A.W. Jones & Co. Beliau berhasil menerapkan strategi baru, yakni dengan membeli saham jangka panjang, menerapkan leverage serta mengubah metode berinvestasi menjadi secara privat.

Beliau pun berhasil mengumpulkan dana sebesar 100 ribu dollar Amerika, dimana 40 ribu dollarnya merupakan aset pribadi. Keuntungan yang besar ini membuat hedge fund banyak digunakan, hingga pada tahun 2018, terkumpul kurang lebih 3,2 triliun dolar AS di seluruh dunia.

Mutual Fund vs Hedge Fund

Sebagaimana telah disinggung di atas, berinvestasi melalui hedge fund artinya Anda harus bersedia menanamkan sejumlah dana untuk dikelola oleh manajer investasi. Tindakan ini serupa dengan mutual fund atau biasa kita sebut reksadana. Namun keduanya memiliki beberapa perbedaan signifikan.

Hedge fund adalah investasi yang sifatnya eksklusif karena khusus diperuntukkan bagi kalangan berpenghasilan tinggi sekaligus memiliki nilai aset besar. Sedangkan reksadana merupakan kebalikannya, karena instrumen tersebut justru menyediakan layanan investasi modal minim, yakni mulai dari Rp100 ribu.

Perbedaan selanjutnya, sistem pengelolaan hedge fund adalah melalui penyaluran ke berbagai instrumen investasi, sedangkan mutual fund hanya disetorkan ke portofolio efek yang terdapat di dalam pasar modal.

Selain itu, hedge fund adalah instrumen investasi yang menawarkan keuntungan tinggi karena modalnya juga besar. Berbeda dengan mutual fund, dimana keuntungannya akan disesuaikan dengan modal sekaligus jenis portofolio investasi. Jadi, bisa kecil, namun bisa jadi besar jika Anda memilih jenis reksadana saham.

Baca juga: Hedging adalah Lindung Nilai dalam Investasi, Ini Contohnya

Tujuan Hedge Fund

Umumnya, tujuan para investor menanamkan modal mereka melalui mekanisme hedge fund adalah sebagai berikut.

1. Memaksimalkan Keuntungan

Hedge fund adalah salah satu upaya investor untuk meraup untung banyak dalam bentuk dividen maupun bunga. Karena dana yang mereka setorkan besar, maka potensi keuntungannya pun tinggi. Adapun terkait pengelolaan risiko, manajer investasi yang menanganinya pun sudah berpengalaman sehingga potensi kerugian dapat diminimalisir.

2. Meminimalisir Risiko

Sebenarnya, risiko dalam investasi adalah hal yang tidak bisa dihindari karena fluktuasi pasar seringkali tidak terduga. Namun metode hedge fund diyakini dapat menekan risiko ini melalui manajer investasi berpengalaman.

Karakteristik Hedge Fund

Setelah mengetahui pengertian, sejarah, dan tujuannya, ketahui juga bahwa hedge fund adalah metode investasi yang memiliki karakteristik sebagai berikut.

1. Jenis Investasinya Banyak

Hedge fund Indonesia memberikan Anda kesempatan untuk berinvestasi pada berbagai instrumen yang Anda senangi, mulai dari pasar modal, mata uang asing, properti, dan sebagainya.

2. Menyediakan Leverage

Biasanya hedge fund menggunakan leverage agar suatu aset dapat dijual dengan harga lebih tinggi dari nilai aslinya sehingga memperoleh keuntungan untuk dibagikan kepada investor.

3. Hanya Bisa Dipraktikkan oleh Kalangan Tertentu

Sebagaimana telah dijabarkan di atas, hedge fund adalah investasi yang menggunakan modal besar. Oleh karena itu, investasi ini hanya diperuntukkan bagi kalangan menengah ke atas dengan penghasilan tinggi.

4. Adanya Berbagai Macam Biaya

Beberapa biaya yang dibebankan kepada investor hedge fund adalah biaya rasio, berasal dari pemotongan laba, serta biaya jasa untuk manajer investasi.

Baca juga: Biaya Investasi: Pengertian, Contoh, dan Cara Menghitungnya

Kelebihan dan Kelemahan Hedge Fund

Kelebihan berinvestasi menggunakan hedge fund adalah sebagai berikut.

  • Keuntungan yang diraih lebih maksimal.
  • Terdapat berbagai produk investasi yang dapat dipilih.
  • Penanaman modal dapat dilakukan dalam jangka panjang maupun pendek.
  • Modal Anda akan dikelola oleh pihak berpengalaman.
  • Mempermudah dalam mendiversifikasikan instrumen investasi.

Selain kelebihan di atas, hedge fund juga memiliki kelemahan yakni:

  • Hanya dapat diikuti oleh kalangan dengan modal dan aset berlimpah
  • Modal yang disetorkan harus dalam jumlah banyak secara sekaligus.
  • Masih terdapat risiko yang perlu ditanggung investor.

Baca juga: Apa itu Staking Coin? Begini Menjadikannya Passive Income

Cara Kerja Hedge Fund

Adapun cara kerja hedge fund adalah sebagai berikut.

  1. Dana terkumpul dari para investor hedge fund akan dikelola oleh manajer investasi yang nantinya memperoleh performance fee atas jasanya.
  2. Manajer investasi akan mengelola dana melalui pola derivatif, leverage, atau agresif tergantung kondisi pasar.
  3. Investor memilih instrumen investasi mereka.
  4. Manajer investasi menyetujui pilihan investor lalu menyiapkan strategi yang tepat.
  5. Penguncian dana akan dilakukan selama 1 tahun.

Contoh Hedge Fund

Contoh hedge fund adalah ketika Bridgewater Associates, seorang manajer hedge fund yang berbasis di Connecticut mengelola aset sebesar US$132,8 miliar dari sekitar 350 investor institusi. Kemudian ia menempatkan uang itu dengan strategi ‘overlay mata uang’.

Investasi ini memberikan return sebesar 14,8% bagi investor. Sayangnya, pada tahun 1982, terjadi resesi yang menyebabkan timbulnya kerugian.

Tips Memulai Hedge Fund

Jika OctoMate ingin mencoba berinvestasi secara hedge fund, maka cobalah untuk menerapkan beberapa tips berikut.

1. Pahami Bidang Investasi yang Ingin Dijalani

Meskipun pengelola dana investasi hedge fund adalah seorang manajer investasi, pelajari terlebih dahulu mengenai risiko dan cara kerjanya. Selain itu, cermati mana saja bidang yang menguntungkan dan sesuai kondisi maupun target Anda.

2. Gunakan Dana Investasi Khusus

Saat berinvestasi, gunakan uang yang telah dipisahkan dari anggaran kebutuhan sehari-hari, biaya pendidikan, maupun dana darurat. Hal ini karena hedge fund membutuhkan dana besar dan risikonya tinggi pula. Jadi, pastikan investasi tersebut tidak mengganggu pemenuhan kebutuhan sehari-hari keluarga Anda.

3. Tentukan Target

Buat target yang jelas dan spesifik mengenai penggunaan return investasi Anda di kemudian hari, misalnya untuk cadangan pensiun atau biaya pendidikan anak. Selain dapat memacu konsistensi, hal ini juga bisa membantu dalam pengambilan keputusan terkait penghentian atau penambahan nominal investasi.

Perusahaan Hedge Fund di Indonesia

Saat ini eksistensi hedge fund masih belum dinyatakan dengan tegas dalam peraturan OJK maupun perundang-undangan. Hal ini menyebabkan investasi tersebut belum memiliki dasar hukum tersendiri.

Biasanya, tempat dimana Anda bisa menemukan hedge fund adalah di perusahaan berbentuk PT yang telah memiliki izin sebagai manajer investasi. Biasanya, mereka mempekerjakan seseorang berlisensi WMI (Wakil Manajer Investasi) sehingga berwenang membuat portofolio menggunakan nama nasabahnya.

Itu tadi penjelasan Bitocto mengenai apa itu hedge fund beserta plus minus penggunaannya. Mengingat bahwa modal dan risikonya yang tinggi, tentu Anda perlu mempertimbangkan instrumen investasi tersebut secara matang-matang. Semoga sukses, ya!

Baca juga: Begini Cara Investasi Bitcoin Pemula Agar Untung Maksimal!

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin