Harga Bitcoin

Informasi Harga Bitcoin Hari ini dalam Rupiah (BTC to IDR)

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Bitcoin adalah salah satu aset cyptocurrency yang cukup populer di Indonesia. Bahkan walau harga Bitcoin hari ini tergolong mahal dibandingkan aset kripto lainnya, para peminatnya dapat dikatakan tidak berkurang sedikit pun. Hal tersebut juga kian didukung dengan keuntungan investasi Bitcoin yang terbilang menggiurkan.

Maka dari itu, tak mengherankan jika para trader mulai tertarik untuk terjun ke dunia ini. Bahkan kini, sudah banyak aplikasi dari Indonesia yang menyediakan platform jual beli hingga mining Bitcoin yang tentunya bisa semakin mempermudah segala aktivitas investor dan trader. Nah, apa mungkin Anda salah satu penggunanya? 

Jika iya, pasti Anda telah mengetahui harga Bitcoin dari tahun ke tahun. Mulai dari awal diluncurkan, puncak tertinggi, sampai penurunannya beberapa waktu yang lalu. Namun, apabila Anda baru berencana mengenalnya lebih jauh, yuk langsung simak pembahasan mengenai harga Bitcoin hari ini dalam rupiah dan fakta seputarnya dalam artikel berikut ini!

Apa itu Bitcoin?

Bitcoin adalah mata uang digital yang diperkenalkan pertama kali pada bulan Januari 2009 oleh Satoshi Nakamoto. Sejak awal diluncurkan, diketahui bahwa Bitcoin hanya berjumlah 21 juta. Kini kabarnya, aset tersebut hanya tersisa sebanyak 20% saja.

Meski tidak memiliki bentuk wujud fisik, aset Bitcoin tetap dapat dilihat melalui Blockchain, yaitu sistem penyimpanan data secara digital. Jadi dapat dikatakan, semua aktivitas mata uang ini, termasuk pergerakan harganya dari tahun ke tahun tercatat dalam Blockchain secara transparan.

Perlu dipahami, walau termasuk mata uang digital, Bitcoin bukan tidak dianggap sebagai alat pembayaran yang sah, khususnya di Indonesia karena tidak berada di bawah dukungan pemerintah maupun bank.

Meski demikian, sesuai Surat Menko Perekonomian Nomor S-302/M.EKON/09/2018 tanggal 24 September 2018, aset ini bisa dimasukan sebagai komoditi sehingga dapat diperdagangkan di bursa berjangka. 

Itu artinya, di Indonesia, keberadaan Bitcoin hanya diizinkan sebagai aset investasi saja. Secara lebih lanjut, perdagangan aset Bitcoin ini diatur sekaligus diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti.

Baca juga: Begini Cara Investasi Bitcoin Pemula Agar Untung Maksimal!

Harga Bitcoin 

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di aset kripto tersebut tentu Anda perlu mengetahui berapa harga Bitcoin dari tahun ke tahun hingga hari ini.

Misalnya saja dalam seminggu terakhir ini, tepatnya mulai tanggal 22 Maret 2022 hingga 28 Maret 2022, harga Bitcoin hari ini dalam rupiah telah mengalami peningkatan sebanyak 4.17% hingga menyentuh Rp674.405.640,90 ($46.963,18) dengan sebelumnya berada di kisaran Rp585.923.375,43 ($40.801,59).

Namun, apakah harga Bitcoin dari tahun ke tahun memang setinggi ini? Tentu tidak. Harga Bitcoin pertama kali saat awal rilis di tahun 2009 adalah $0. Harga Bitcoin pertama kali tersebut dinilai sebagai harga perkenalan, di mana belum banyak yang mengetahui atau bahkan tertarik dengan aset kripto ini.

Kemudian sekitar tahun 2010 hingga 2012, harganya juga masih terbilang rendah yaitu sekitar di bawah 1 sen. Hingga akhirnya di tahun 2011, Bitcoin bisa mencapai $1 dan $13.20 pada tahun 2012. Bahkan bila dibandingkan dengan harga Bitcoin hari ini , memang terlihat ada sejumlah perbedaan yang cukup jauh.

Dalam perkembangannya, nilai jual Bitcoin terus mengalami peningkatan sejalan dengan naiknya peminat aset tersebut. Misalnya saja, di tahun 2021, Bitcoin berhasil menduduki harga tertingginya hingga nyaris Rp1 miliar atau sekitar Rp939.993.000 ($65.457,73).

Kenapa harga Bitcoin turun?

Meski peminatnya cukup banyak, Bitcoin juga sempat mengalami penurunan harga di beberapa waktu. Contohnya yaitu seperti di awal tahun 2022 sebesar 40% dari tahun lalu. Namun, hal tersebut tetap tidak menyurutkan niat investor untuk terus membeli Bitcoin. Lalu, kenapa harga Bitcoin turun?

1. Sentimen pasar negatif

Penurunan nilai jual Bitcoin dianggap sebagai kelanjutan sederhana dari tren berulang yang telah terjadi dalam beberapa minggu terakhir. Menurut Deane, seorang analis di Quantum Economics, danya sentimen pasar negatif ini dipicu oleh sejumlah berita miring yang menguasai bentuk-bentuk data aset objektif.

2. Adanya leverage panjang

Leverage adalah strategi para investor untuk menggunakan hutang atau modal pinjaman guna meningkatkan peluang pengembalian investasi mereka. Akibatnya, tingkat penjualan pun menurun sehingga menyebabkan nilai Bitcoin sempat merosot.

3. Bitcoin mengikuti pasar tradisional

Secara keseluruhan, Bitcoin merupakan aset beta bersentimen tinggi bersama dengan aset cryptocurrency lainnya. Itu artinya, aset-aset tersebut bergerak berdampingan dengan pasar yang lebih terpengaruh dan lebih luas oleh sentimen negatif baru-baru ini.

Itulah informasi seputar salah satu aset kripto paling populer lengkap hingga informasi harga Bitcoin dari tahun ke tahun yang perlu Anda ketahui jika berencana menjadi investor ataupun trader aset cryptocurrency tersebut. Namun pastikan Anda telah mempertimbangkan dengan baik agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal. 

Anda juga bisa mengecek harga Bitcoin hari ini dalam rupiah di Bitocto sekaligus memulai investasinya dengan aman, murah, dan mudah. Yuk mulai sekarang juga!

Baca juga: 11 Cara Mendapatkan Bitcoin Gratis Dengan Cepat dan Mudah

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin