Category

Edukasi

blockchain memperkuat demokrasi

Bagaimana Blockchain Memperkuat Demokrasi di Indonesia?

By | Edukasi

Minggu ini menjadi minggu penentu pemenang pemilu di Indonesia. Negara berpenduduk lebih dari 260 juta jiwa ini melakukan pemilihan legislatif dan presiden secara serentak pada 17 April lalu. Selain cukup besar, pemilu di Indonesia mungkin terbilang cukup rumit di dunia dengan hampir 193 juta pemilih yang tersebar di 17 ribu lebih pulau dan luar negeri. Butuh waktu berminggu-minggu untuk merekapitulasi surat suara secara tradisional, belum lagi di beberapa daerah surat suara menjadi rusak karena medan yang ditempuh cukup berat untuk mendistribusikan surat suara. Perhitungan suara biasanya dimulai dari setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS), dimana setiap komite akan menghitung suara secara manual, menyetujui dan kemudian selanjutnya formulir ditandatangani, dan dimasukkan ke dalam database. Jadi dapatkah blockchain memperkuat demokrasi?

Melansir CNN, terdapat beberapa unsur yang menyebabkan kesalahan perhitungan suara di Indonesia yakni sistem IT yang kurang mampu membuat klarifikasi atau konfirmasi penginputan data sehingga menyebabkan data yang salah juga bisa masuk, serta server di Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang tidak bisa menerima data masuk terlalu banyak pada waktu bersamaan.

Di negara-negara yang kondisi geografisnya cukup menantang, wacana mengenai blockchain memperkuat demokrasi dapat dipertimbangkan. Mengutip Forbes, semakin pendek waktu yang dibutuhkan antara pemilihan umum dan melaporkan hasil, maka semakin sedikit pula peluang bagi para oknum untuk menumbangkan atau menyalahgunakan proses pemilihan umum. Selain itu, teknologi blockchain juga dapat memastikan tidak akan ada peserta yang bisa melakukan double vote, hasil pemungutan suara yang tidak dapat dimanipulasi serta tidak diperlukannya biaya pengamanan karena sudah dilakukan oleh algoritma cryptography.

Pemanfaatan blockchain merupakan pendekatan yang masuk akal dalam pemilihan umum, terutama di negara-negara besar yang menghadapi masalah logistik dalam penghitungan dan pelaporan suara, seperti banyak negara demokrasi di Asia dan Afrika.

Menurutmu, apakah teknologi blockchain akan diterapkan dalam pesta demokrasi selanjutnya di Indonesia?

 

Baca Juga:

thr untuk cryptocurrency

Ayo Sisihkan THR Untuk Investasi Cryptocurrency

By | Edukasi

Jelang pencairan THR (Tunjangan Hari Raya) banyak para pekerja yang sudah memperhitungkan akan ‘membuang’ uang kemana saja, sebagian ada yang sudah merencanakan untuk belanja persiapan lebaran namun tak sedikit pula yang berencana menyisihkan THR untuk investasi cryptocurrency. Mengalokasikan sebagian dari THR untuk investasi merupakan langkah yang tepat mengingat saat ini pilihan berinvestasi juga semakin beragam. Para perencana keuangan juga setuju bahwa salah satu pilihan bijak dalam mengelola THR adalah dengan berinvestasi.

Dari beragam jenis investasi, mengalokasikan sebagian THR untuk investasi cryptocurrency menjadi salah satu pilihan yang patut untuk dipertimbangkan. Terlebih selama beberapa minggu terakhir harga Bitcoin, salah satu aset kripto yang paling popular terus melambung naik, kesempatan ini harusnya tidak disia-siakan mengingat harga aset ini cukup fluktuatif dari waktu ke waktu.

Tak hanya Bitcoin, sejumlah aset lain juga dapat dijadikan sebagai pilihan investasi seperti Ethereum yang telah terbukti dengan kecepatan transaksi yang mengesankan, dibandingkan dengan Bitcoin, serta adopsi yang meluas. Selain itu, juga terdapat EOS yang bisa menjadi alternatif lain. Ketiga aset ini dapat dengan mudah diperjualbelikan di Bitocto.

Tentu, dibutuhkan sedikit strategi dalam melakukan aktivitas trading, simak penjelasan lengkap mengenai taktik trading cryptocurrency terbaik dari Bitocto.

Yang tak kalah penting tetaplah jeli sebelum memutuskan untuk berinvestasi dengan rajin melakukan riset dan membaca melalui berbagai web. Sebab, selain memberi untung banyak, investasi cryptocurrency juga memiliki risiko yang cukup tinggi, pergerakan harga kripto sangat volatil sehingga penting bagi setiap investor untuk memahami kondisi pasar dan risikonya. Selamat menyisihkan THR untuk investasi cryptocurrency dan bijaklah dalam berinvestasi.

 

Baca Juga:

cara mendapatkan cryptocurrency

Bagaimana Cara Mendapatkan Uang Dari Cryptocurrency?

By | Edukasi

Pada dasarnya banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan uang dari cryptocurrency. Selain melakukan teknik trading ataupun mining, ternyata ada beberapa cara lain yang dapat ditempuh agar dapat mengumpulkan pundi-pundi keuangan melalui aset kripto ini.

Initial Coin Offering (ICO)

Merupakan salah satu tren investasi yang cukup popular sejak tahun 2017 lalu. Program ICO merupakan salah satu cara jitu untuk mendapatkan uang dari cryptocurrency melalui proyek yang baru diluncurkan.

Program Referral system

Program referral merupakan sebuah program yang bertujuan untuk mengundang orang lain agar dapat bergabung menjadi anggota di salah satu marketplace cryptocurrency. Caranya dapat dilakukan dengan menyebarkan informasi mengenai program rujukan serta mengarahkan orang untuk masuk ke program tersebut. Member yang membagikan referral link hingga ada member baru yang melakukan registrasi melalui link yang dibagikan tersebut nantinya akan mendapatkan reward tertentu, untuk Informasi mengenai referral system di Bitocto.com dapat diakses disini

Airdrop

Airdrop merupakan kegiatan pembagian token atau koin biasanya dilakukan secara gratis. Meski terlihat bagus, namun nyatanya tetap ada naluri bisnis dalam pendistribusian koin ini. Pada dasarnya Airdrop mengimplementasikan cara guna menarik perhatian dari pengikut yang baru dengan tujuan agar dapat menghasilkan basis pengguna yang lebih besar dan pembayaran koin yang lebih luas.

Bergabung atau memulai proyek Blockchain

Terdapat beberapa proyek Blockchain yang  dapat dicari di Google, atau dapat memulai dengan membangunnya sendiri. Proyek Blokchchain saat ini menjadi salah satu proyek yang paling banyak dicari mengingat pengimpelementasiannya dapat digunakan di berbagai sektor. Bukan tidak mungkin, pengguna dapat mendulang uang dari proyek ini terlebih jika banyak yang tertarik dengan proyek tersebut.

Mendapatkan cryptocurrency dari game

Cara lainnya untuk mendapatkan uang dari cryptocurrency yang tak kalah popular adalah mendapatkan uang dari game. Sebagian besar game ini memiliki hadiah yang dibayarkan dalam token crypto ketika pengguna menang. Game tersebut dapat ditemukan di platform Ethereum dan Tron. Mulai dari game aksi, petualangan, hingga game judi.

Menerima pembayaran dengan cryptocurrency

Jika sedang menjalankan suatu bisnis, menerima pembayaran dengan cryptocurrency merupakan salah satu pilihan tepat. Benefit lainnya, dapat juga melakukan kalkulasi perkiraan kasar dari bisnis tersebut di pelayanan apa yang membutuhkan banyak biaya berdasarkan dengan nilai koin.

 

Sesungguhnya terdapat banyak cara untuk mendapatkan uang dari cryptocurrency, tidak peduli dengan metode apapun yang diterapkan, pengguna harus tetap melek dengan kondisi pasar. Pastikan juga untuk memahami setiap risiko sebelum melakukan transaksi.

 

Baca Juga:

cold wallet

Seberapa Pentingkah Cold Wallet di Cryptocurrency?

By | Edukasi

Cold Wallet memiliki tingkat keamanan yang tinggi untuk menjaga aset kripto. Oleh karenanya, sangat disarankan untuk menyimpan aset didalamnya terlebih jika memiliki aset dalam jumlah besar.

Cold Wallet merupakan dompet cryptocurrency yang tidak terhubung ke internet dengan tingkat keamanan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Hot Wallet.

Dimana Hot Wallet terhubung langsung ke internet, sehingga rentan terhadap aksi peretasan, sedangkan Cold Wallet menyimpan cryptocurrency secara offline. Koin kripto disimpan dalam perangkat kecil dan dapat dibawa-bawa atau disembunyikan di lokasi lain yang mungkin tidak terlihat. Jika diinginkan, perangkat penyimpanan tersebut juga dapat dibawa di saku sepanjang hari.  Perangkat ini sama sekali tidak memerlukan koneksi internet untuk berfungsi sehingga mengurangi potensi risiko pencurian, penipuan, peretasan dan sebagainya. Jika pengguna tidak memerlukan akses selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, ini adalah pilihan yang dapat diandalkan.

Penyimpanan di Cold Wallet dapat berupa Hardware Wallet ataupun Paper Wallet:

  1. Hardware Wallet:
    Perangkat fisik seperti Trezor, Ledger Nano S dan KeepKey mampu mendukung mata uang digital seperti Bitcoin, Ethereum, Dash, dan Zcash. Keempatnya menggunakan dua faktor autentifikasi, masuk dengan single and multiple sesi dan terenkripsi. Jika kehilangan Wallet ini, pengguna dapat mengakses kembali dana dan riwayat akun selama dapat mengingat kata sandinya.
  2. Paper Wallet:
    Menerima dan mengirim mata uang digital mengharuskan akses ke public dan private key. Private key pengguna sebaiknya tidak pernah terekspos  karena hal tersebut akan menuntun pihak luar untuk mengakses dana investor.  Daripada  menyimpannya secara online, mencetak Cold Wallet juga dapat dijadikan sebagai alternatif untuk menjaga keamanan uang investor. Paper Wallet dapat dibuat offline menggunakan program perangkat lunak yang secara acak menghasilkan public dan private key.

Baru-baru ini aksi pembobolan cryptocurrency kembali terjadi, sasarannya adalah salah satu bursa kripto yang mengalami kebobolan sejumlah 7000 bitcoin dalam Hot Walletnya hanya dalam satu kali transaksi. Belajar dari kasus pembobolan cryptocurrency yang marak terjadi belakangan ini, penggunaan Cold Wallet sepertinya menjadi salah satu solusi untuk mengamankan dana para investor.

Selain itu, tahukah kalian berapa persen dana investor Bitocto.com yang disimpan di dalam Cold Wallet?

 

Baca Juga:

kota blockchain

Dapatkah Blockchain Membuat Kota Menjadi Lebih Mandiri?

By | Edukasi

Menyusul pemberitaan mengenai pembentukan kota Blockchain di Melaka, Malaysia, sebenarnya beberapa kota lainnya di dunia telah terlebih dahulu menggunakan blockchain untuk menyelesaikan berbagai program yang progresif di kotanya,

Berikut merupakan kota blockchain yang ada di dunia, yaitu:

Zug, Swiss

Zug misalnya, sering dipandang sebagai sebuah oase baru dalam hal mengadopsi dan mengembangkan blockchain. kota ini dijuluki sebagai Silicon Valley Blockchain dengan bantuan Crypto Valley Associationnya yang membantu membawa kota tersebut ke era baru. Pajak yang rendah telah mampu menarik banyak perusahaan multinasional ke kota ini. Hal tersebut merupakan salah satu dari banyak kebijakan ramah berbisnis di kawasan ini. Peraturan yang terbuka juga telah memungkinkan Zug menjadi tempat yang menarik bagi perusahaan cryptocurrency untuk berkembang.

Melaka, Malaysia

Sementara itu di Melaka, pemerintah setempat rencananya akan memanfaatkan teknologi blockchain dalam bentuk koin yang digunakan untuk membayar berbagai pelayanan publik karena pemakaian uang tunai akan dilarang. Perwakilan resmi kota Selat Melaka, menyebutkan bahwa para turis yang datang ke kota tersebut harus menukar uang mereka dengan mata uang digital yang dapat digunakan untuk membayar berbagai layanan menggunakan ponsel atau komputer.

Orania, Afrika Selatan

Pada skala yang lebih kecil, kota Orania di Afrika Selatan yang dihuni oleh 1.400 jiwa  ingin membuat cryptocurrency sendiri agar tidak lagi bergantung pada mata uang nasional Afrika Selatan, Rand. Komunitas ini sedang merencanakan membuat mata uang sendiri untuk menggantikan fiat serta membuat ekonomi mereka lebih efisien.

Liberstad, Norwegia

Berbeda dengan Orania, kota Liberstad di Norwegia malah mengklaim dirinya sebagai kota cerdas pertama yang mengadopsi cryptocurrency sebagai satu-satunya media pertukaran untuk pembayaran layanan kota dan upah pekerja.

Adopsi teknologi merupakan hal yang kompleks dan dinamis. Dari contoh-contoh adopsi diatas kita dapat melihat bagaimana sebuah kota mampu membangun kemandiriannya sendiri dengan memanfaatkan potensi blockchain dan cryptocurrency. Lalu siapkah Indonesia mengadopsi teknologi blockchain kedepannya ?

 

Baca Juga: