Category

Edukasi

EOS Segera Salip ETH?

By | Edukasi

EOS merupakan  platform Blockchain yang berfungsi serupa seperti jaringan Ethereum tetapi menggunakan koin EOS. Hal Ini membuat pengembangan aplikasi menjadi mudah dengan menyediakan serangkaian layanan dan fungsi yang dapat dimanfaatkan oleh pengembangan aplikasi yang terdesentralisasi (dApps). EOS menyediakan akun, autentikasi, database, serta penjadwalan aplikasi di beberapa core atau clusture CPU.

EOS hampir menyusul Ethereum dengan berhasil menduduki peringkat ke-5 dari total lebih dari 2000 jenis cryptocurrency yang tersebar di seluruh dunia. Menurut situs coinmarketcap.com per tanggal 21 maret 2019, harga EOS adalah 52.500*IDR dengan total supply sejumlah 906.245.118 EOS. Performanya yang kian melejit membuat para pelaku bisnis kripto tertarik untuk mengenali EOS lebih jauh. Meski terbilang berusia cukup muda, namun eksistensi EOS cukup diperhitungkan, beberapa orang bahkan menyebut bahwa EOS pelan-pelan akan menjadi saingan terberat untuk ETH.

EOS sangat mengutamakan kepuasan penggunanya, dimana para pengguna dapat memutuskan nama dan alamat wallet mereka, alih-alih menggunakan kode panjang dan rumit seperti yang tersedia pada Bitcoin dan Ethereum. Selain itu juga terdapat beberapa cara untuk memulihkan akun penggunanya. EOS diciptakan oleh Block.one yang dirancang sedemikian rupa untuk mendukung keseluruhan kebutuhan desentralisasi pada tingkat komersial dengan menyediakan seluruh fungsi inti yang diperlukan sehingga EOS akan lebih memudahkan para pelaku bisnis untuk tetap fokus pada pengembangan bisnis mereka sendiri daripada fokus pada sistem pembayaran.

Platform penjualan dan pembelian Bitocto saat ini telah memiliki lima jenis aset yang dapat diperjualbelikan meliputi Bitcoin, Ethereum, Digibyte, Dogecoin dan EOS. Ke depan, Bitocto terus berencana untuk  menambahkan sejumlah aset-aset berkualitas yang popular secara global guna memudahkan para pelanggan Kami dalam menginvestasikan aset digital sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.

Untuk informasi lebih lanjut terkait EOS, silakan cek disini

Pajak Untuk Cryptocurrency

By | Edukasi

Bulan maret merupakan bulan melaporkan pajak penghasilan pribadi kepada lembaga perpajakan yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Kehadiran cryptocurrency tentu mengundang tanda tanya dari banyak pihak terkait kewajiban melaporkan pajak atas aset digital ini.

Singapura sebagai salah satu negara yang melegalkan keberadaan Bitcoin, melalui Monetary Authority of Singapore secara spesifik membuat panduan perlakuan perpajakan. Penghasilan yang diperoleh pengusaha dari jual beli Bitcoin dikenakan pajak atas keuntungannya, kemudian penghasilan dari kegiatan mining juga dikenakan pajak penghasilan yang sama. Sementara itu, penghasilan dari capital gain tidak dikenakan pajak dikarenakan aturan setempat yang tidak mengenakan pajak penghasilan atas capital gain. Senada dengan Singapura, Amerika Serikat juga mengakui Bitcoin sebagai mata uang virtual yang dapat digunakan sebagai alat tukar, dimana exchangers wajib mendaftar sebagai pengusaha jasa keuangan atau pengiriman uang. Internal Revenue Services (IRS), lembaga pemerintah federal Amerika Serikat yang mengumpulkan pajak dan menetapkan hukum pendapatan dalam negeri memperlakukan Bitcoin sebagai properti, bukan mata uang. Investor yang memberi Bitcoin akan mendapat capital gain atau capital loss. Pembayaran yang diterima dalam bentuk Bitcoin diakui  sebagai penghasilan sesuai kurs pada saat diterima atau penambang dikenakan self employment taxes, demikian pula dengan pegawai yang dibayar dengan Bitcoin dikenakan pemotongan pajak penghasilan.

Di Indonesia, menurut Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak seperti yang dimuat Katadata, keuntungan dari hasil jual beli atau investasi Bitcoin merupakan penghasilan yang kena pajak. Tidak ada perhitungan khusus mengenai keuntungan investasi Bitcoin. Ia menegaskan, wajib pajak juga harus mencantumkan kepemilikan Bitcoin dalam kolom harta pada SPT tahunannya. Jika tidak mencantumkan, lalu harta tersebut ditemukan oleh petugas pajak maka wajib pajak bisa terancam sanksi berupa denda.

Bagaimana pendapat Anda mengenai kewajiban melaporkan pajak atas investasi aset digital ini?

Merangkum Pro dan Kontra Investasi Cryptocurrency

By | Edukasi

Sejak pertama kemunculannya, tampaknya cryptocurrency tak henti-hentinya memunculkan pro dan kontra dari publik. Bitocto merangkum sejumlah pro dan kontra tersebut dalam poin-poin berikut ini:

  • Keamanan
    Salah satu alasan mengapa cryptocurrency mendapatkan daya tarik global adalah karena sifatnya yang aman. Cryptocurrency dikodekan ke dalam basis data, bagi siapapun yang ingin mengubah kode tertentu, ia harus memenuhi sejumlah persyaratan. Selanjutnya, nilai koin dijamin dengan enkripsi. Orang yang mengirim koin memiliki private key yang mengharuskan penambang untuk menyelesaikannya seperti teka-teki sebelum transaksi dikonfirmasi.
  • Legitimasi
    Perdagangan Cryptocurrency menarik legitimasinya dari kebulatan suara para peserta dalam jaringannya. Dampaknya, sebagian pemimpin negara-negara besar menyetujui legalitas aset digital ini. Persetujuan ini secara khusus memberikan keuntungan bagi para investor karena mereka lebih mungkin mendapatkan keuntungan besar. Beberapa bank sentral juga telah menyetujui penggunaan Bitcoin untuk melakukan pembayaran dan bahkan telah melepaskan kendali mereka atas setiap transaksi yang melibatkan mata uang kripto. Dengan independensi ini, transaksi yang dilakukan oleh Cryptocurrency jauh lebih mudah tanpa melibatkan proses yang panjang dan membosankan seperti transaksi lain yang harus disetujui oleh bank sentral.
  • Biaya transaksi lebih rendah
    Biaya transaksi lebih murah dan lebih terjangkau sehingga para investor tidak lagi harus menderita atas biaya transaksi yang tinggi seperti pada transaksi konvensional.
  • Keamanan cyber
    Di beberapa kasus, keamanan yang ditawarkan oleh enkripsi cryptocurrency dapat dirusak oleh peretas yang selalu mengintai.
  • Virtual
    Berbeda dengan investasi emas atau properti, investasi Cryptocurrency semuanya dilakukan secara virtual, tidak ada kondisi fisik yang melekat pada aset ini.
  • Kurangnya regulasi
    Kurangnya peraturan Cryptocurrency berarti tidak di bawah kendali atau pengawasan suatu lembaga apapun. Hal ini justru menarik lebih banyak investor sehingga meningkatkan peluang mereka berinvestasi. Selain itu juga menyebabkan lalu lintas di jaringan yang cenderung memperlambat transaksi dan bahkan membuka jalan bagi kegiatan penipuan.
  • Kecepatan
    Waktu yang diperlukan untuk melakukan transaksi melalui cryptocurrency relatif lebih lama dibandingkan dengan cara pembayaran lain seperti VISA. Ini dapat dikaitkan dengan sejumlah besar peserta yang terlibat dalam jaringan. Pembeli berusaha mendapatkan koin yang sudah ada di jaringan. Semua proses ini memakan waktu yang relatif lama dibandingkan dengan proses pembayaran lainnya seperti VISA dan MasterCard yang lebih cepat.

Jelas bahwa cryptocurrency memiliki lebih dan kurangnya. Namun sebagai investor yang cerdas, tetaplah bijak dalam membuat keputusan apapun sebelum memutuskan untuk melakukan aktivitas transaksi.

Menganalisa Pasar Cryptocurrency Dengan Big Data

By | Edukasi

Data analitik kini merupakan salah satu terobosan yang dapat digunakan oleh para trader untuk memetakan kondisi pasar sebelum melakukan kegiatan trading. Salah satunya yang telah terlebih dulu dikenal adalah Predicoin yang merupakan platform untuk menganalisa data Cryptocurrency. Ia mengumpulkan pemberitaan yang sedang hangat dibicarakan atau suatu isu yang sedang viral di sosial media ke dalam platform tersebut sehingga para investor kripto dapat menganalisa sentimen pasar. Layanan data analitik dari Predicoin saat ini mampu menganalisa sejumlah 30 jenis Cryptocurrency.

Meskipun masih dalam tahap awal, Big Data sudah mulai digunakan untuk menganalisa Bitcoin dan berbagai jenis Cryptocurrency lainnya. Mungkin banyak yang menganggap remeh potensi penggunaan Big Data untuk Cryptocurrency, namun nyatanya penggunaan analisa Big Data dapat menguntungkan Cryptocurrency, seperti mengidentifikasi pengguna palsu atau berbahaya, mencegah pencurian, dan memprediksi tren.

Dengan lebih dari 200,000 transaksi (data akhir September 2017) yang dilakukan setiap harinya, tentu risiko yang ditanggung cukup besar. Volume perdagangan yang besar juga membuatnya tidak mungkin untuk melacak aliran mata uang kripto secara manual. Disinilah Big Data memegang kendali untuk menganalisa bahaya keamanan dan potensi ancaman. Informasi dalam Big Data ini sangat banyak dengan analisa yang sangat  hati-hati sehingga bisa memberi petunjuk untuk meningkatkan volume perdagangan dan nilai dari Cryptocurrency.

Setiap harinya, banyak perusahaan yang menyadari pentingnya kebutuhan analisis data dan pengaruhnya dalam pasar yang komprehensif, mendeteksi pola pelanggan, dan analisa tren. Dengan Cryptocurrency yang mulai mencapai puncaknya, memperkenalkan Big Data tentu bukanlah sesuatu hal yang sulit.

4 Alasan Mengapa Bisnis Kecil Harus Investasi Teknologi Blockchain

By | Edukasi

Ada banyak manfaat yang didapat unit bisnis kecil jika mereka berinvestasi dalam teknologi blockchain. Saat ini, para pengusaha dalam skala kecil ini menghadapi tantangan dimana para pebisnis dengan skala yang lebih besar dapat dengan mudah masuk dan mengambil target market mereka. Berikut empat alasan mengapa para pebisnis skala kecil harus berinvestasi dalam teknologi blockchain.

  1. Pembayaran: Salah satu pengaplikasian blockchain terbesar adalah dalam aktivitas pembayaran. Dengan menggunakan teknologi ini, bisnis kecil dapat mentransfer dana dengan aman dan langsung ke siapapun tanpa terhambat biaya mahal.
  2. Identitas digital: Mempertahankan keamanan yang kuat akan selalu menjadi perhatian besar bagi semua bisnis, hal ini didasari dari maraknya aksi penipuan yang terjadi. Fitur yang menjadi kelebihan utama dari teknologi blockchain adalah mencatat data dan memvalidasinya di seluruh jaringan serta tidak dapat diubah. Blockchain memungkinkan perusahaan untuk memeriksa dan memvalidasi identitas individu dengan melihat catatan yang tersimpan di blockchain. Validasi ini akan menghentikan peretas dari mencoba menggunakan identitas yang berbeda untuk melakukan aksi kejahatan.
  3. Peningkatan arus kas: Teknologi Blockchain memungkinkan perusahaan untuk memanfaatkan kontrak pintar (smart contact). Kontrak pintar adalah kontrak yang berisi perjanjian hukum tentang blockchain. Kontrak pintar menguraikan ketentuan-ketentuan perjanjian antara dua pihak atau lebih. Mereka juga memberlakukan ketentuan-ketentuan dengan kode kriptografi yang ada di dalamnya. Kontrak pintar memungkinkan bisnis untuk mendapat jalan pintas peraturan tertentu dan menurunkan biaya transaksi keuangan. Kontrak pintar tidak hanya membantu menurunkan biaya, mereka juga memiliki kemampuan untuk membuat faktur pembayaran langsung segera setelah transaksi selesai. Proses cepat ini menghilangkan beberapa lapisan otorisasi yang diperlukan seperti ketika faktur tradisional dikeluarkan.
  4. Loyalitas pelanggan: Dengan menggunakan teknologi blockchain, bisnis dapat memanfaatkan kemampuan verifikasi digital yang aman dan menyederhanakan program loyalitas. Program loyalitas adalah cara yang tepat untuk membawa pelanggan kembali dan membuat mereka ingin tetap tinggal. Blockchain membuat program loyalitas hadir dan tersedia di awal aktivitas pelanggan, bukan di akhir.

Perlahan, teknologi blockchain akan mengubah dunia dengan berbagai cara. Teknologi ini bertujuan untuk merevolusi sektor bisnis, bisnis dalam skala kecil sangat disarankan untuk berada di belakang teknologi ini apabila mereka ingin tetap eksis menghadapi pasar.