Category

Berita

65.5% Milenial Indonesia Gemar Investasi Cryptocurrency

By | Berita

Sejak pertama kali diperkenalkan ke publik pada 10 tahun lalu, peminat cryptocurrency di Indonesia terbilang cukup tinggi. Pemerintah Indonesia juga akhirnya mengambil alih aturan penggunaan aset ini seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011 Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi dan Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 5 Tahun 2019 Tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka, aset digital ini dinyatakan sah untuk diperjualbelikan dalam kapasitasnya sebagai komoditi, artinya bisa dijadikan sebagai aset investasi tetapi bukan digunakan sebagai alat pembayaran, sebab Indonesia hanya mengakui satu jenis alat pembayaran menggunakan mata uang rupiah.

Bitocto Indonesia melakukan survey selama satu bulan terakhir guna melihat sejauhmana animo masyarakat Indonesia berinvestasi cryptocurrency. Dari 29 partisipan yang ikut terlibat dalam survey tersebut, sebanyak 34.5% partisipan berusia 31-50 tahun, sedangkan sisanya sejumlah 65.5% berasal dari kalangan milenial dengan kisaran usia 17-30 tahun. Namun, kelihatannya minat kaum laki-laki masih jauh lebih dominan dalam investasi kripto ini dengan tingkat partisipasi sejumlah 96.6%. Angka yang cukup bervariatif justru ditunjukkan dari latar belakang para investor, sejumlah 10.3% partisipan berasal dari kalangan freelance atau pekerja lepas, 13,8% tidak bekerja, 24.1% pegawai swasta dan sisanya 51.7% merupakan para pebisnis.

Tentu setiap orang memiliki tujuan masing-masing dalam berinvestasi, kebanyakan dari partisipan menyebutkan bahwa motivasi mereka berinvestasi kripto adalah untuk menambah pendapatan dari aset digital ini, sementara yang lainnya menyebutkan ingin belajar berbisnis dan belajar memahami teknologi blockchain.

Tampaknya metode investasi dengan cara trading masih memiliki peluang cukup besar di Indonesia, sebanyak 55% partisipan masih memilih metode investasi trading, sementara 4% lainnya memilih cara mining, dan yang menggunakan kedua metode yakni mining dan trading sebesar 41%.

Semua partisipan meyakini bahwa investasi cryptocurrency merupakan investasi yang aman, 100% partisipan meyakini investasi ini bisa dijadikan sebagai investasi jangka panjang dengan 96.6% diantaranya akan merekomendasikan investasi ini kepada koleganya.

Semua partisipan sepertinya setuju agar para pemula yang ingin berinvestasi di sektor ini untuk lebih hati-hati dan teliti sebelum memulai investasi, perbanyak literasi membaca dari berbagai sumber juga cukup membantu Anda untuk lebih waspada terhadap berbagai aksi penipuan yang bisa saja terjadi tanpa diduga-duga. Selain itu, banyak juga yang menyarankan agar para pebisnis crypto berbisnis dengan cara yang benar, bukan dengan scam, menyediakan beberapa aset baru serta menyediakan platform yang terpercaya.

Bisnis cryptocurrency semenjak diperkenalkan ke publik sepuluh tahun lalu memang memiliki tempat tersendiri bagi para peminatnya. Isu scam, fluktuasi harga, memang masih mendominasi pemberitaan mengenai aset digital ini. Untuk itu, sebagai investor Anda juga dituntut untuk cerdas dengan memperbanyak membaca referensi di berbagai situs, bertanya pada yang lebih senior dan lebih teliti sehingga dapat membantu Anda terhindar dari aksi penipuan berkedok investasi.

Cryptocurrency dan Paradoks Peraturan Pemerintah

By | Berita

Selama satu minggu terakhir berita kematian seorang bos dari bursa mata uang kripto masih terus menghiasi media massa secara global. Yang disorot media adalah dampak dari kepergiannya karena pihak perusahaan tidak dapat mengakses cold wallet dimana mereka menyimpan dana nasabahnya sebab ia merupakan satu-satunya orang yang mengetahui password dari akun-akun cold wallet tersebut. Selain itu, issue scam cryptocurrency juga masih menjadi bahan perbincangan hangat di media massa. Dari kedua kasus ini, media kembali menyoroti risiko yang dihadapi investor dalam menjaga aset mereka di industri yang tidak diatur secara ketat.

Mata uang konvensional pada hakikatnya juga mengalami pasang surut tetapi dalam tingkat yang jauh lebih rendah karena mata uang tersebut tunduk pada peraturan dan diawasi oleh pemerintah. Semua pemerintah, melalui institusi keuangannya sangat hati-hati mengatur mata uang mereka. Peraturan inilah yang menyebabkan mata uang diperlakukan dengan tingkat yang dapat diprediksi.

Hal ini tentu berbanding terbalik dengan cryptocurrency yang tidak diatur. Jika ada, perlindungannya hanya terhadap manipulasi harga. Satu-satunya kebijakan mandiri yang ada adalah pasar itu sendiri, yang berarti bahwa investor dalam mata uang kripto mungkin berhenti membeli pada harga tertentu jika mereka mencurigai bahwa manipulasi harga sedang terjadi.

Hal ini membawa kita ke paradoks peraturan pemerintah bahwa cryptocurrency memerlukan aturan yang sedemikian rupa guna mencegah manipulasi harga dan kesalahan lainnya. Di sisi lain, tidak adanya regulasi yang ketat semacam ini adalah salah satu alasan terbesar mengapa banyak investor membeli cryptocurrency. Banyak dari mereka yang menginginkan stabilitas harga, tetapi tidak ingin cryptocurrency diatur oleh pemerintah.

Mungkin, di masa mendatang pemerintah akan mulai mengeluarkan cryptocurrency mereka sendiri yang diatur dengan berbagai macam aturan, menetapkan nilai tukar, dan hal-hal lainnya yang diperlukan agar mata uang ini menjadi layak dan stabil. Isyarat menuju kesana memang telah terlihat selama beberapa waktu terakhir, namun kapan eksekusi masih belum pasti terjadi.

Sementara belum ada aturan yang ketat untuk mengatur semuanya, harga cryptocurrency akan terus sangat fluktuatif dan tunduk pada manipulasi harga.

Pelayanan Publik ala Blockchain

By | Berita

Pelayanan publik merupakan aspek fundamental dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan yang berkualitas menjadi tolak ukur sejauh mana pemerintah setempat serius dalam mengelola pemerintahannya. Terdapat beberapa aspek pendukung sehingga pelayanan publik dapat berjalan secara maksimal, diantaranya kepemimpinan, standar pelayanan, pengelolaan sumber daya manusia, serta ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai.

Teknologi blockchain dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses informasi kepada publik yang nantinya dapat diakses melalui ponsel cerdas. Selain itu, penduduk juga mendapat kemudahan dalam berbagi data yang relevan dengan pemerintah. Pada skenario ini, pemerintah tentunya dapat memverifikasi data dengan sistem keamanan berlapis seperti biometrik.

Teknologi blockchain biasanya diterapkan melalui program Smart City, terintegrasinya beragam teknologi informasi dan komunikasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, memperbaiki pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan penduduk.

Dubai dianggap sebagai salah satu kota paling maju di dunia dalam mengimplementasikan konsep Smart City. Otoritas setempat terus berinovasi mengeksplorasi berbagai ide-ide inovatif untuk menjadikan Dubai sebagai kota metropolis berbasis blockchain pertama pada tahun 2020 mendatang. Selain Dubai, banyak kota-kota besar lainnya yang mulai gencar mengutarakan keinginannya untuk mengimplementasikan konsep Smart City. Di Indonesia, Bandung, Makassar, serta 100an kota lainnya telah menyampaikan kesiapannya untuk mengimplementasikan Smart City guna memberikan pelayanan yang optimal untuk penduduknya.

Pelayanan publik digital nantinya akan memberikan perubahan kualitatif dalam aspek sosial, ekonomi dan lingkungan hidup, meminimalisir kemacetan lalu lintas, meminimalisir kesalahan dokumentasi hingga transaksi ganda.

Bagaimana Prediksi Cryptocurrency di 2019?

By | Berita

Cryptocurrency merupakan aset digital yang dibangun dengan protokol kriptografik yang sangat kompleks sehingga transaksi dapat dilakukan dengan aman. Hal yang paling penting dari cryptocurrency adalah tidak adanya pengontrolan secara tersentral sehingga memungkinkan siapa saja penggunanya untuk melakukan transaksi dengan cepat dan transparan.

InvestingHaven menuliskan beberapa prediksi mengenai bisnis cryptocurrency di tahun 2019 ini meliputi:

  1. Sejumlah institusi keuangan akan masuk ke pasar cryptocurrency. Sebenarnya sinyal ini sudah ada semenjak tahun lalu, namun sayangnya institusi tersebut masih memiliki banyak pertimbangan untuk berkolaborasi dengan sektor ini.
  2. Bitcoin diprediksi masih akan bertahan sebagai pemimpin cryptocurrency. Namun, bitcoin sepertinya bukan cryptocurrency yang akan memberikan pengembalian 10 kali lipat seperti 7 tahun sebelumnya.
  3. Ripple juga diprediksi akan menjadi ‘jelmaan’ bitcoin baru di tahun ini. Pihaknya sangat percaya diri menyebutkan bahwa ripple adalah bitcoin baru yang dikualifikasikan sebagai salah satu cryptocurrency yang paling terkenal saat ini bahkan hingga masa mendatang. Dengan asumsi, orang akan memilih jenis cryptocurrency yang paling kecil resikonya namun memiliki besar keuntungannya.
  4. Hanya cryptocurrency yang memiliki nilai tetap yang akan bertahan, mereka akan terus tumbuh dan memberikan nilai lebih baik.
  5. Pada tahun 2018 lalu, bisnis blockchain berjalan sangat lambat dari yang diprediksi. Namun kelihatannya hal tersebut akan berubah pada tahun ini. Sebuah Firma Konsultan Global melaporkan banyak pelanggannya yang menggelontorkan anggaran dalam jumlah besar untuk inisiatif blockchain. Permintaan untuk layanan tersebut naik hingga $1,7 Miliar di tahun ini.

Sementara itu, Finder, sebuah platform independen untuk berbagai layanan produk dan jasa merilis hasil diskusi panel dengan sejumlah praktisi cryptocurrency yang menyebutkan bahwa perkiraan kapitalisasi pasar untuk bitcoin akan tumbuh pada akhir 2019 sebesar 53,1% sementara ethereum diperkirakan meningkat sebesar 25,4%.

Apa prediksi Anda terhadap bisnis cryptocurrency di tahun ini?

Tahun Baru – Harapan Baru

By | Berita

Menyambut tahun baru 2019, Bitocto Indonesia mempunyai segudang harapan yang ingin diimplementasikan di tahun ini. Resmi meluncur ke publik pada Mei 2018, hingga kini Bitocto telah memiliki sekitar 18.000 member dengan jumlah transaksi per hari senilai 200 hingga 400 juta rupiah.

Di tahun pertama ini Kami mendapati banyak kemudahan dan tak sedikit pula tantangan yang datang, harga yang fluktuatif juga turut mempengaruhi para pelanggan dalam melakukan aktivitas transaksinya. Pada dasarnya selama 2018 semua jenis cryptocurrency juga mengalami naik dan turun. Bitcoin misalnya yang harga jualnya menurun hingga 80% di penghujung tahun lalu dari sebelumnya menduduki harga mendekati $20,000 di Desember 2017. Bukan hanya Bitcoin, aset lainnya juga sempat mengalami kondisi serupa. Fluktuasi harga tersebut tentunya dipengaruhi oleh sentimen publik pada cryptocurrency diikuti dengan regulasi dari para stakeholder pemerintahan dalam mengatur penggunaan aset digital.

Meski kondisi pasar berubah-ubah, Bitocto tetap berkomitmen memberikan yang terbaik untuk para pelanggan Kami. Diantaranya, Bitocto resmi bergabung dengan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) sebagai wadah yang menjembatani para pelaku usaha cryptocurrency dengan pemerintah, dilanjutkan dengan empat jenis aset yang telah dapat diperjualbelikan di platform Kami meliputi Bitcoin, Ethereum, Digibyte, dan Dogecoin, serta menjadi platform yang aman untuk para member melakukan transaksi maupun menyimpan aset kripto.

“Kedepannya, Bitocto akan gencar melakukan beragam aktivitas promosi dan edukasi baik secara online maupun offline, serta berencana meluncurkan mobile App di Android guna memudahkan para pelanggan Kami dan pengguna baru,” ujar Milken Jonathan, Founder dan CEO Bitocto Indonesia.

Menyonsong tahun baru ini, Bitocto sangat optimis dapat menguasai pasar yang jauh lebih besar serta dapat dikenal publik sebagai pusat investasi dan edukasi cryptocurrency. Tak hanya menargetkan 200.000 member hingga penghujung tahun nanti, Milken menuturkan Bitocto juga akan menambahkan aset popular secara global yang sebelumnya belum pernah ada di pasar Indonesia.

Selain Bitocto, Kami juga percaya Anda memiliki resolusi untuk menyambut tahun baru ini, ayo bagikan resolusi Anda dengan meninggalkan komentar pada kolom di bawah.

Selamat tahun baru dari kami segenap manajemen Bitocto Indonesia….