Cara membaca candlestick

Cara Membaca Candlestick pada Trading Agar Profit, Simple!

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Dalam berinvestasi, akan ada banyak sekali trik untuk bisa menentukan strategi investasi terbaik. Salah satu hal yang perlu dipahami adalah melihat pergerakan harga saham dengan cara membaca candlestick dari instrumen investasi tersebut.

Cara membaca candlestick cryptocurrency juga menjadi hal populer belakangan ini seiring bertambah banyaknya peminat yang ingin berinvestasi pada aset kripto. Candlestick juga sering digunakan trader untuk menentukan keputusan karena memiliki keunggulan dari jenis grafik lainnya.

Nah, supaya lebih tahu dan memahami bagaimana cara membaca candlestick agar mendapat profit maksimal, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Apa itu Candlestick?

Candlestick adalah salah satu metode grafik dengan empat komponen utama, yakni open price, close price, lowest price, dan high price, dimana memperlihatkan dinamika harga asetnya dalam jangka waktu tertentu.

Candlestick bisa digunakan pada berbagai aset investasi, seperti forex, saham, atau cryptocurrency. Itulah kenapa para trader kripto terutama bitcoin kini berlomba untuk dapat memahami cara membaca candlestick bitcoin karena dinilai bisa digunakan sebagai perkiraan terjadinya bearish reversal atau bullish, sehingga dapat mengambil keputusan lebih cepat.

Baca juga: Apa itu Bullish? Mengenal Pasar Bullish di Dunia Saham

Keunggulan Candlestick

Seperti penjelasan di awal, candlestick ini populer digunakan trader karena punya keunggulan dibanding grafik lainnya, yaitu:

  1. Cara membaca candlestick relatif mudah, cukup tahu dan mengenali elemennya tanpa harus memahami puluhan pola.
  2. Visualnya nyaman dilihat dan impresif.
  3. Candlestick dapat memperlihatkan psikologi pasar dengan jelas. Hal ini memungkinkan trader tahu pihak mana yang sedang mendominasi, apakah seller atau buyer.
  4. Candlestick juga mampu melihatkan sinyal atau tanda-tanda terkait fluktuasi harga saham di masa yang akan datang.

Baca juga: 16 Pola Candlestick Paling Populer dan Berpeluang Untung

Anatomi Candlestick

Supaya dapat mempraktikan cara membaca candlestick dengan mudah, berikut empat komponen utama yang perlu Anda ketahui, yaitu:

1. Open price (harga buka)

Sesuai namanya, open price adalah harga pertama yang ditawarkan pada jangka waktu tertentu dan harganya diperlihatkan di bagian atas atau bawah batang. Candlestick akan berwarna hijau atau putih apabila terjadi tren kenaikan harga, dan berwarna merah atau hitam jika tren harga menurun.

2. Close/current price (harga terkini)

Close atau current price adalah harga terakhir yang ditawarkan. Untuk penulisan harganya akan ditampilkan di bagian atas batang ketika berwarna hijau atau putih, dan di bagian bawah jika warnanya merah atau hitam.

3. Highest price (harga tertinggi)

Ketika berada di highest price, akan ada garis sumbu di atas tubuh candle atau biasa juga disebut ekor atas. Namun jika open price saat itu merupakan highest price juga, maka tidak ada ekor atas.

4. Lowest price (harga terendah)

Harga terendah yang ditawarkan pada jangka waktu tertentu juga akan ditunjukkan dengan adanya garis sumbu namun di bawah tubuh candle. Sama dengan highest price, jika harga pembukaan adalah harga terendah, maka tidak akan ada ekor di bawahnya.

Baca juga: Apa Itu Trailing Stop dan Cara Menggunakannya dalam Trading

Jenis Pola Candlestick

Setelah mengetahui komponen-komponennya, penting bagi Anda untuk mengetahui beberapa jenis pola candlestick agar bisa membacanya secara lebih mudah dan memperoleh profit maksimal.

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, pola candlestick ini memiliki berbagai kegunaan, salah satunya sebagai prediksi pergerakan harga selanjutnya. Nah, jika berwarna hijau atau putih dapat diartikan Bullish. Sementara akan disebut Bearish bila warnanya merah atau hitam, dimana harga sedang turun.

Lebih jelasnya, berikut beberapa jenis pola candlestick:

1. Hammer/Pin Bar

Hammer atau pin bar adalah candlestick yang bentuknya mirip palu, yaitu ketika badan kecil di atas diikuti sumbu lebih panjang di bawahnya. Ada pula inverted hammer dimana badan kecilnya berada di bawah dan sumbu panjang di atas.

Lain halnya dengan hanging man, bentuknya mirip pola hammer tadi namun biasanya berada di posisi atas dan menunjukkan ada tren turun baru.

2. Tweezer Candle

Disebut tweezer candle ketika ada beberapa candle yang memiliki harga sama dan ada di posisi low tertahan. Sekilas nampak seperti hammer candle kembar, namun full candle juga bisa dianggap sebagai tweezer candle.

Baca juga: Apa itu Rising Wedge Pattern? Jenis dan Tipsnya dalam Trading

3. Three White Soldier & Black Crows

Ketika ada tiga long bullish candle mengikuti downtrend, maka terbentuklah three white soldiers. Pola ini menunjukkan mulai terjadinya pembalikan arah.

Pola three white soldier dikatakan valid jika candle kedua lebih besar dibanding sebelumnya dan hampir tidak memiliki sumbu, hal ini juga berlaku untuk candle ketiga. Harga penutupannya pun harus mendekati highest price.

Sebaliknya, ketika ada tiga bearish candle mengikuti uptrend, terbentuklah three black crows. Ini juga menunjukkan adanya pembalikan arah.

4. Engulfing Candle

Engulfing candle adalah ketika ada candle yang seakan memakan candle sebelumnya dan menandakan adanya perlawanan tren. Misalnya, ketika ada bearish candle saat tren bullish, maka kemungkinan besar akan terjadi tren bearish setelahnya, dan begitupun sebaliknya.

5. Morning Star & Evening Star

Morning star terjadi ketika ada bearish candle lalu diikuti bearish atau bullish candle kecil dengan celah ke bawah selama tren bearish. Kemudian, candlestick ketiga berupa bearish candle yang lebih panjang dibanding candlestick sebelumnya.

Panjang candlestick ketiga tak harus sama dengan yang pertama, namun harus memiliki close price lebih besar, minimal setengah tubuh candle pertama.

Sedangkan untuk pola evening star adalah kebalikan dari morning star, yaitu terjadi ketika tren bullish.

Baca juga: Sideways pada Trading: Pengertian, Ciri, Keuntungan, dan Tips

Cara Membaca Candlestick Agar Profit Maksimal

Bagi OctoMate pemula yang ingin tahu cara membaca candlestick agar profit maksimal, ada beberapa tips dari Bitocto yang bisa Anda catat, yaitu:

1. Ukuran tubuh candlestick

Cara membaca candlestick pertama adalah dilihat dari ukuran tubuh candlestick. Ketika momentum semakin kuat, maka ukuran tubuhnya akan ikut memanjang. Sebaliknya, jika ukuran badannya memendek artinya momentum semakin pelan. Hal ini akan memungkinkan Anda mengetahui kekuatan masing-masing pihak.

2. Panjang sumbu

Panjang ekor atau sumbu tiap tubuh candlestick berhubungan dengan volatilitas harga aset. Jika sumbunya memanjang, maka volatilitas sedang tinggi dimana pergerakan harga sedang cepat namun tertolak karena ada perlawanan.

Baca juga: Apa Itu Stop Loss dan Take Profit? Begini Cara Menentukannya

3. Posisi tubuh candlestick

Cara membaca candlestick selanjutnya bisa dilihat dari posisi tubuh candlesticknya. Jika Anda menemukan ada candlestick yang tubuhnya berada di ujung, maka menunjukkan adanya perlawanan.

Ketika tubuh di ujung atas artinya terjadi perlawanan penurunan harga, sedangkan jika di ujung bawah menunjukkan adanya perlawanan kenaikan harga.

4. Rasio sumbu dan panjang badan candlestick

Ketika volatilitas tinggi dan kondisi pasar tidak pasti, Anda akan menemukan candlestick dengan tubuh kecil namun sumbu lebih panjang. Sebaliknya, apabila terjadi tren dan momentum sedang tinggi maka tubuh candlestick berbentuk panjang dengan sumbu lebih pendek.

Itu dia penjelasan lengkap mengenai cara membaca candlestick dan hal seputarnya yang berhasil Bitocto rangkum untuk Anda. Teknik ini menjadi salah satu metode paling favorit oleh para trader. Maka dari itu, penting untuk memahami metode candlestick agar investasi lebih untung maksimal.

Ingin menjadikan cryptocurrency sebagai salah satu instrumen investasi Anda? Simak informasi seputarnya di halaman blog dan mulai investasi kripto sekarang juga bersama Bitocto!

Baca juga: Apa itu Scalping dalam Trading? Kenali Fakta dan Strateginya

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin