All Posts By

Elda Wahyu

Cara Blockchain Memberi Dampak Pada Keamanan Siber

By | Edukasi

Dengan jumlah pengguna internet yang sangat besar dan terus berkembang, tak dapat dipungkiri keamanan siber menjadi aspek yang sangat penting untuk diperhatikan dalam penggunaan internet. Blockchain diketahui dapat mengambil peran yang cukup besar dalam membantu sektor keamanan siber, diantaranya:

  1. Perlindungan Terhadap Serangan DDoS
    DDoS (Distributed Denial of Service) merupakan salah satu serangan paling mematikan yang dihadapi banyak jaringan di zaman modern. Serangan DDoS dapat ditangkis dengan berbagai cara. Seperti dengan mengecek IP yang dicurigai dan daftar hitam mereka, atau menggunakan layanan perlindungan DDoS dari penyedia khusus. Blockchain menghadirkan cara lain untuk memerangi serangan tersebut, yakni dengan menyewa bandwidth yang tidak digunakan di jaringan blockchain untuk menyerap serangan dan menjaga jaringan tetap online.
  2. Perlindungan Terhadap Pencurian Identitas
    Selama 6 tahun terakhir, kasus pencurian identitas masih cukup marak terjadi, termasuk pencurian identitas pada kartu kredit, tunjangan pemerintah, hingga laporan pajak. Salah satu cara blockchain membantu mengatasi masalah ini adalah melalui ID yang didesentralisasi, juga dikenal sebagai DID (Decentralization ID), yang merupakan platform manajemen keamanan yang menyimpan identitas dan dapat diverifikasi di jaringan blockchain.
  3. Perlindungan Terhadap Penipuan
    Kejahatan penipuan semisal ketika pembeli yang menipu mengaku belum menerima barang setelah pembelian merupakan tindak kejahatan yang amat merugikan bisnis, hal ini disebabkan karena sebagian besar pedagang bergantung pada sistem terpusat yang membuat mereka tidak dapat memantau secara langsung. Daripada menunggu otoritas pusat untuk menyelesaikan masalah tersebut, pedagang dapat menggunakan kontrak pintar yang memoderasi transaksi berdasarkan perjanjian yang diprogram dalam blockchain.
  4. Peningkatan Privasi Dalam Sebuah Pesan
    Layanan olahpesan Anda tidaklah seaman yang Anda bayangkan, tetapi bisa dibuat lebih aman. Selain itu, aplikasi perpesanan mengharuskan penggunanya untuk menyerahkan informasi pribadi agar dapat menggunakan perangkat dan mempercayakan privasi pengguna kepada pihak ketiga. Dengan blockchain, pesan dapat disimpan dengan aman di buku besar tanpa perlu melibatkan pihak ketiga.
  5. Tidak Perlu Kata Sandi
    Bahkan dengan kata sandi, infrastruktur terpusat dapat membuatnya lemah karena semua data disimpan dalam repositori pusat. Dengan jaringan terdesentralisasi, semua anggota jaringan, memiliki dan mengendalikan akses mereka sendiri, daripada menyerahkannya kepada pihak ketiga.
  6. Cryptocurrency
    Blockchain pada cryptocurrency bertugas untuk memverifikasi setiap kegiatan transaksi dan memastikan tidak ada penipuan moneter yang terjadi.

Malta, Pulau Blockchain di Selatan Eropa

By | Edukasi

Malta merupakan sebuah negara kepulauan di selatan Eropa. Letaknya sekitar 80 km di selatan Italia, 284 km di timur Tunisia dan 333 km di utara Libya. Malta, yang hanya mempunyai luas daerah sebesar 316 km2 dengan jumlah penduduk sekitar 450.000, membuatnya menjadi salah satu negara terkecil di dunia dengan penduduk yang paling padat.

Ada salah satu kelebihan Malta yang kini membuatnya mendapat perhatian dari dunia. Ia disebut-sebut menjadi pusat Blockchain dunia. Terdapat banyak faktor mengapa Malta dianggap sebagai negara yang paling aman dan menguntungkan untuk dijadikan pusat Blockchain dan transaksi maupun trading Cryptocurrency.

Diantaranya karena regulasi setempat yang sangat bersahabat dengan investor kripto dan perkembangan Blockchain yang sangat pesat. Malta menjadi pelopor dalam membuat regulasi Cryptocurrency. Negara ini menetapkan kerangka peraturan untuk Cryptocurrency, Blockchain, dan Distributed Ledger Technology (DLT) secara umum. Tahun 2018 juga merupakan tahun pertama bagi negara ini mengadakan KTT Blockchain yang telah lama ditunggu-tunggu para peminat crypto.

Malta tidak hanya membuat tiga undang-undang mengenai Cryptocurrency, tetapi juga memiliki seluruh Strategi Blockchain Nasional yang ditulis oleh Tendon dengan enam pilar yang menunjukkan pemahaman mendalam mengenai teknologi tersebut, termasuk inisiatif seperti memindahkan pencatatan publik ke Blockchain, E-residensi dan identitas digital, serta tata kelola yang cerdas.

Hal ini, tak serta merta membuat Malta gampang menerima perusahaan-perusahaan Crypto, persyaratan Know Your Customer (KYC) terbilang cukup sulit di negara ini, namun setidaknya hal ini memberikan jaminan kestabilan operasional bagi para pengusaha.

Perdana Menteri Muscat menyebutkan bahwa pemerintah setempat tetap bersemangat untuk terus mengeksplor potensi Blockchain dan kemampuannya untuk menghilangkan penyedia layanan pihak ketiga.  Menurutnya, Blockchain pada akhirnya akan menghasilkan solusi yang dapat menggantikan infrastruktur yang ada di industri besar seperti sektor kesehatan.

Swedia Segera Jadi Pemimpin Revolusi Cryptocurrency?

By | Edukasi

“Swedia adalah salah satu pemimpin di pasar Bitcoin global,” tegas Claire Ingram Bogusz, seorang peneliti di Stockholm School of Economics yang mengkhususkan diri dalam riset bitcoin dan cryptocurrency lainnya.

Sebagai pusat FinTech terbesar kedua di Eropa, penduduk Swedia memiliki pengetahuan dan kompetensi yang cukup tinggi mengenai FinTech termasuk cryptocurrency. Keberadaan cryptocurrency di Swedia telah digunakan di berbagai sektor. Dari Malmö di selatan, tempat perusahaan solusi pembayaran menggunakan blockchain bitcoin sebagai jembatan antara mata uang tradisional, hingga Boden di ujung utara, di mana beberapa perusahaan crypto mining dan blockchain mendirikan pusat data, Swedia telah memperkuat posisinya sebagai hotspot untuk percobaan dan inovasi cryptocurrency. Di sisi lain, bagian utara Swedia menggabungkan iklim dingin, energi listrik terbarukan, dan sumber daya alam yang luas – semuanya menjadikannya tempat yang sangat dicari untuk segala jenis kinerja komputasi tingkat tinggi (High Performance Computing – HPC), termasuk penambangan bitcoin.

Pemanfaatan blockchain di Swedia tidak terbatas pada cryptocurrency. Otoritas registrasi pertanahan resmi negara itu, Lantmäteriet, menjadi yang pertama menerapkan teknologi blockchain guna meningkatkan “Digital Trust” yang diterapkan pada transaksi properti. Otoritas tersebut bermitra dengan bank dan perusahaan telekomunikasi untuk menciptakan “Smart Contract” pada blockchain yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk menggunakan tanda tangan digital untuk menandatangani penjualan properti.

Penjelasan lain untuk peningkatan aktivitas cryptocurrency di Swedia adalah sikap keterbukaan pemerintah Swedia. Hal ini kemudian meningkatkan minat perusahaan asing untuk mengoperasionalkan industri cryptocurrency di Swedia. Penggunaan uang tunai di Swedia perlahan menurun, akibatnya pemerintah setempat berinisiatif untuk memperkenalkan “e-krona” sebagai pelengkap uang tunai (sebelumnya mata uang Swedia dikenal dengan sebutan Krona Swedia). Meskipun Swedia tidak memiliki sektor keuangan besar seperti yang dibanggakan oleh beberapa pusat bitcoin terkemuka dunia lainnya, namun ia memiliki otoritas pengawas keuangan yang sangat responsif untuk bekerja dengan startup FinTech.

Laporan WEF: 40 Bank Sentral Pertimbangkan Mata Uang Digital

By | Berita

Puluhan Bank Sentral di seluruh dunia saat ini atau segera akan melakukan percobaan dengan Central Bank Digital Currencies (CBDC) atau bank sentral mata uang digital, demikian disampaikan dalam laporan di World Economic Forum (WEF) baru-baru ini.

Sementara itu, mengutip laporan Bank for International Settlements (BIS) pada Januari 2019, WEF menyatakan bahwa setidaknya 40 bank sentral di seluruh dunia sedang melakukan proyek penelitian dan pilot project dengan teknologi blockchain yang bertujuan untuk mengatasi masalah seperti inklusi keuangan, efisiensi pembayaran, dan keamanan siber. Laporan tersebut menyatakan bahwa CBDC menerbitkan distributed ledger dan dapat melakukan transaksi secara peer-to-peer, hal ini nantinya memungkinkan proses transaksi yang lebih cepat dan hemat biaya.

Laporan tersebut juga mencantumkan potensi untuk meningkatkan prosedur-prosedur Know Your Customer (KYC) dan Anti Pencucian Uang (AML), mengurangi pengelabuan pajak, korupsi dan aktivitas terlarang lainnya, serta memberikan alternatif bagi teknologi pembayaran sektor swasta.

Dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa bank harus mempertimbangkan tantangan teknologi blockchain, termasuk skalabilitas transaksi, manajemen utama, kecepatan transaksi, serta risiko terhadap stabilitas keuangan dari disintermediasi bank. WEF memaparkan sepuluh kasus yang menggunakan distributed ledger technology  (DLT) di bank-bank sentral termasuk pengembangan mata uang bank sentral ritel, penyelesaian surat berharga antar bank, penerbitan obligasi hingga rantai pasok uang tunai.

Teknologi blockchain berpotensi mengurangi biaya dan waktu secara signifikan pada transaksi perbankan lintas batas negara, meningkatkan efisiensi bank, tetapi juga memberi tekanan pada pendapatan non jasa atau fee based income. Dalam laporan Moody Investors Service yang dipublikasikan pada 16/4/2018 menyebutkan bahwa teknologi blockchain membuat transaksi lintas batas lebih cepat dan lebih murah. Hal ini bisa menjadi kredit positif bagi bank karena meningkatkan efisiensi dan jadi kredit negatif karena menekan fee based income.

Mengapa Harga Cryptocurrency Sangat Volatile?

By | Edukasi

Cryptocurrency merupakan pendatang yang relatif baru ke pasar investasi. Oleh karenanya, crypto masih memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan, salah satunya adalah kenaikan harga Bitcoin dari $ 1.000 menjadi $ 20.000 hanya dalam beberapa bulan pada tahun lalu. Sementara pada hari ini (5/4/2019) harga 1 BTC setara dengan $4.922, sangat fluktuatif. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan harga sangat cepat terjadi di dunia crypto. Orang-orang menyebutkan bahwa ketidakstabilan harga crypto disebabkan karena ia masih dalam masa pertumbuhan, lalu benarkah demikian ?

Simak beberapa pendapat para ahli berikut ini:

  1. Minimnya nilai intrinsik
    Cryptocurrency sulit untuk dinilai karena mereka tidak menjalankan bisnis apa pun. Mereka bukanlah penghasilan yang dihasilkan dari penjualan, mereka tidak menghasilkan jenis pendapatan lain, dan tidak ada karyawan. Mereka tidak memiliki nilai mode seperti emas. Mereka hanya ada di dunia maya. Jadi bagaimana “aset” seperti ini dapat memperoleh nilai stabil? Harga crypto cenderung bergantung pada sentimen pasar yang sebagian dikendalikan oleh media. Oleh karena itu, nilai Bitcoin sebagian tergantung pada hype.
  2. Sedikit atau tidak adanya regulasi
    Manipulasi pasar sangat merajalela di komunitas crypto karena kurangnya regulasi. Peraturan yang ada saat ini terlalu longgar dan untuk saat ini, hanya dibuat demi formalitas, atau pertunjukan legalitas sederhana.Tentu hal ini bisa berubah. Ambil contoh pernyataan baru-baru ini oleh Kongres AS yang mengatakan mereka sedang mempertimbangkan regulasi cryptocurrency.
  3. Pemberitaan negatif media
    Pemberitaan di media massa tidak sedikit yang menyudutkan industri ini. Sejumlah pemberitaan negatif tersebut kemudian turut mempengaruhi fluktuatifnya harga cryptocurrency. Laporan-laporan seputar insiden peretasan atau larangan investasi turut membentuk reputasi negatif cryptocurrency di benak orang. Cryptocurrency rentan terhadap semua berita buruk, beberapa di antaranya benar, beberapa di antaranya hanya berita palsu. Yang membuatnya lebih buruk adalah daur ulang terus-menerus dari berita ini. Semisal berapa kali pemerintah China melarang crypto?
  4. Pajak
    Komentar terbaru dari Internal Revenue Service (IRS), sebuah lembaga pemerintah federal Amerika Serikat yang mengumpulkan pajak dan menetapkan hukum pendapatan dalam negeri memperjelas bahwa cryptocurrency dianggap sebagai aset modal. Pernyataan itu mengatakan bahwa crypto harus dikenakan pajak karena dapat digunakan untuk tujuan investasi dan bisnis. Pihaknya juga menambahkan bahwa pengguna harus mencatat harga pasar cryptocurrency saat ini pada setiap transaksi. Kurangnya kesadaran terhadap situasi pajak adalah penyebab potensial lain untuk volatilitas.

Cryptocurrency memang merupakan salah satu jenis investasi yang memiliki potensi berkembang pesat di masa mendatang. Namun untuk saat ini masih dianggap sebagai aset yang belum stabil karena penyebab yang telah dijelaskan di atas. Jelilah untuk membaca dan melakukan riset sebelum melakukan investasi.