Aset adalah

Aset Adalah: Pengertian, Sifat, Jenis dan Manfaat Manajemennya

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Istilah aset kiranya sudah cukup umum kita dengar. Aset adalah kekayaan yang dimiliki oleh perorangan, perusahaan maupun negara. Bentuknya bisa berupa benda berwujud dan tak berwujud, seperti tanah, rumah atau hak paten.

Meski sudah sering mendengarnya, apakah Anda telah mengetahui pengertian lebih dalam tentang aset? Jika ingin mengelolanya dengan benar, ada baiknya Anda mempelajari apa itu aset dan komponen-komponen di dalamnya seperti yang telah kami rangkum berikut ini.

Apa itu Aset?

Secara umum, aset adalah barang yang memiliki nilai tukar ekonomi, nilai komersial serta manfaat di masa mendatang dan dimiliki oleh perusahaan atau perorangan. Aset juga bisa didefinisikan sebagai total kekayaan individu/perusahaan.

Sementara, menurut PSAK No. 16 Revisi Tahun 2011, aset adalah seluruh kekayaan yang dimiliki oleh individu maupun kelompok, bisa berwujud atau tidak berwujud serta memiliki nilai dan manfaat bagi setiap orang/perusahaan.

Sedangkan, IAI (Ikatan Akuntan Indonesia)  mengartikan aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh suatu perusahaan karena adanya akibat dari masa lalu dan sebagai investasi datangnya manfaat ekonomi di masa mendatang. Serta diharapkan bisa bermanfaat bagi perusahaan.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Investasi, Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya

Sifat dan Karakteristik  Aset

Aset adalah instrumen keuangan yang memiliki sifat dan karakteristik tertentu. Sehingga, Anda bisa dengan mudah mengenalinya melalui karakteristik tersebut. Adapun sifat dan karakteristik aset sebagai berikut.

  • Dibawah kuasa dan kendali perusahaan.
  • Diperoleh dari hasil transaksi di masa lalu.
  • Mempunyai manfaat ekonomi untuk masa depan.
  • Memiliki nilai ekonomi dan dapat diperjualbelikan.
  • Bisa dikonversikan menjadi uang tunai.
  • Dapat dipindahtangankan.

Jenis-Jenis Aset

Mengetahui jenis-jenis aset tidak kalah pentingnya. Jenisnya sendiri dibedakan menjadi beberapa hal yang mendasarinya, yaitu konversi, bentuk dan penggunaannya. Berikut masing-masing penjelasan lengkapnya.

1. Berdasarkan Konversi

Jenis pertama merujuk pada nilai aset apabila dikonversikan dalam uang tunai. Terdiri dari dua macam, yaitu aset tetap dan aset lancar.

Aset Tetap (Fixed Assets)

Aset tetap adalah kekayaan yang dimiliki perusahaan atau individu dan bersifat jangka panjang serta bisa diukur dengan jelas. Biasanya, aset ini dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu panjang, misalnya 1 tahun atau lebih.

Biasanya, pemilik aset ini memiliki tujuan untuk digunakan sendiri. Namun, bukan berarti aset tetap tidak bisa di jual. Ada beberapa alasan mengapa perusahaan atau seseorang menjual aset tetap mereka.

Contoh aset tetap adalah peralatan, tanah, bangunan, kendaraan, mesin hingga investasi jangka panjang dan sejenisnya.

Baca juga: Investasi Jangka Panjang: Tujuan, Jenis, Contoh & Plus Minus

Aset Lancar (Current Assets)

Kebalikan dari aset tetap, aset lancar adalah bersifat sementara dan memiliki siklus cukup cepat, bahkan kurang dari 1 tahun. Biasanya, aset lancar yang telah habis akan tergantikan dengan aset baru secara otomatis. Contoh aset lancar adalah sebagai berikut:

  • Uang tunai (cash).
  • Persediaan (inventory).
  • Investasi jangka pendek (temporary investment).
  • Pembayaran di muka (prepaid expense).
  • Piutang dagang (accounts receivable).
  • Wesel tagih (notes receivable).
  • Pendapatan menyusul (accrued receivable).

Baca juga: 5 Jenis Investasi Jangka Pendek Menguntungkan Bagi Pemula

2. Berdasarkan Bentuknya

Aset adalah kekayaan yang tidak selalu berbentuk barang. Berdasarkan bentuknya, macam macam aset dibagi menjadi dua, berwujud dan tidak berwujud. Berikut perbedaanya.

Aset Berwujud

Seperti namanya, aset berwujud memiliki wujud dan terlihat serta bisa dipegang secara fisik. Contohnya adalah:

  • Mesin.
  • Tanah dan bangunan.
  • Peralatan kantor.
  • Uang tunai.

Aset Tak Berwujud

Sebaliknya, aset tak berwujud tidak terlihat secara fisik, namun memiliki nilai ekonomi yang kuat. Contohnya adalah:

  • Merek dagang.
  • Hak paten.
  • Franchise.
  • Hak sewa. 

3. Berdasarkan Penggunaannya

Beberapa aset juga diklasifikasikan berdasarkan penggunaannya. Ada aset operasional dan non operasional. Ini dia penjelasannya.

Aset Operasional

Aset operasional adalah aset yang bermanfaat dalam proses operasional perusahaan. Contohnya adalah:

  • Hak paten.
  • Merek dagang.
  • Uang tunai.
  • Peralatan dan mesin.

Aset Non Operasional

Sedangkan aset non operasional adalah aset yang digunakan atau diperoleh di luar operasional perusahaan, seperti:

Pentingnya Manajemen Aset

Aset adalah satu satu komponen yang perlu diperhatikan dalam suatu perusahaan. Selain mengerti definisi dan jenis-jenisnya, ada baiknya Anda juga memahami bagaimana cara memanajemen atau mengelola aset dengan efektif.

Mengapa manajemen aset cukup penting? Ini karena aset adalah komponen yang digunakan oleh suatu perusahaan atau individu dalam mencapai tujuannya. Selain itu, ada beberapa alasan mengapa Anda perlu memanajemen aset dengan baik, berikut diantaranya.

1. Memudahkan Penyusunan Neraca Keuangan

Aset adalah salah satu elemen penting pada penyusunan laporan keuangan. Sehingga aset erat hubungannya dengan neraca keuangan. Setidaknya, ada 3 elemen dalam pembuatan laporan neraca keuangan, yaitu aset, kewajiban dan modal.

2. Sebagai Kontrol Pengeluaran

Selanjutnya, manfaat manajemen aset adalah bisa mengontrol pengeluaran menjadi lebih efektif, dengan menghindari pembelian benda-benda yang tidak diperlukan atau bukan prioritas utama.

3. Memudahkan Pengendalian Risiko

Setiap aset  pasti memiliki potensi risiko, seperti kemungkinan saham turun atau kerusakan mesin yang mempengaruhi kualitas produksi. Dengan menerapkan manajemen aset, Anda dapat melakukan kontrol untuk mengurangi risiko kerugian.

Itulah pembahasan lengkap tentang pengertian, macam-macam aset serta pentingnya manajemen aset bagi individu maupun perusahaan. Perlu bagi Anda untuk mengelolanya dengan baik agar bisa menjaga kestabilan aset-aset yang dimiliki.

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin