EOS coin

Apa itu EOS Coin? Aset Baru dalam Dunia Cryptocurrency

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Menyebut dirinya sebagai infrastruktur terkuat untuk aplikasi terdesentralisasi, EOS coin adalah sistem terdesentralisasi berbasis blockchain yang memungkinkan pengembangan, hosting, dan eksekusi aplikasi terdesentralisasi (DApps) skala komersial pada platform-nya.

EOS mendukung semua fungsionalitas inti yang diperlukan untuk mengizinkan bisnis dan individu menciptakan aplikasi berbasis blockchain dengan sistem serupa aplikasi berbasis web, seperti menyediakan akses aman dan autentikasi, perizinan, hosting data, manajemen penggunaan, dan komunikasi antara DApps dengan internet.

Apa itu EOS Coin?

EOS coin adalah salah satu proyek jaringan rantai (blockchain) yang telah memasuki pasaran mata uang kripto. Tujuannya untuk membentuk suatu jaringan yang bisa memproses hingga jutaan transaksi per detik.

Terdapat dua ekosistem utama pada EOS, yaitu EOS.IO dan token EOS. EOS.IO mirip dengan sistem operasi komputer, bekerja mengontrol jaringan blockchain EOS. EOS.IO menggunakan arsitektur blockchain yang memungkinkan penskalaan vertikal dan horizontal dari aplikasi terdesentralisasi. Sedangkan token EOS merupakan cryptocurrency untuk jaringan EOS.

Seorang pengembang perlu memiliki koin EOS, bukan untuk membelanjakannya, namun guna memenuhi syarat penggunaan sumberdaya, membangun dan menjalankan dApps. Pemegang token yang tidak menjalankan aplikasi apapun juga dapat mengalokasikan atau menyewakan bandwidth-nya ke partisipan lain yang mungkin membutuhkan.

Sejarah EOS Coin

EOS coin digambarkan sebagai yang termuda dari 10 mata uang kripto teratas di dunia. Pada 2019, EOS menempati peringkat lima terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, dibawah Bitcoin (BTC), Bitcoin Cash (BCH), Ripple (XRP) dan Ethereum (ETH).

EOS coin memiliki ambisi untuk menjadi lebih dari sekadar mata uang virtual,  melainkan token cryptocurrency dan juga blockchain yang beroperasi sebagai platform smart contract sekaligus penyebaran aplikasi terdesentralisasi. 

Pengembang EOS berambisi untuk menjadikannya sistem operasi terdesentralisasi dengan kemampuan menjalankan jutaan aplikasi per jam tanpa harus memungut biaya transaksi sepeserpun.

EOS telah menghasilkan banyak publikasi positif sebagai “Ethereum dengan motor baru” menyiratkan bahwa Ethereum, yang dirilis baru-baru ini pada tahun 2015, telah menjadi usang. Bahkan, analis Satya Doraisamy dari The Market Mogul menyebutkan, EOS sebagai “Pembunuh Ethereum”.

Saat peluncuran mata uang kripto reguler di London Evening 2018, Joe Smith (trader) menyebutkan bahwa EOS memiliki keistimewaan dengan membuka teknologi dan kepemilikannya pada siapa saja yang tertarik. 

EOS coin adalah mata uang kripto yang membuka sistem blockchain di belakangnya bagi setiap pengembang software yang ingin membangun aplikasi di atasnya. Namun, semua kelebihan itu bisa diwujudkan apabila Anda memiliki atau membeli koin EOS.

Perusahaan di Balik EOS Coin

Induk perusahaan EOS adalah Block.one, sebuah penerbit solusi teknologi termasuk pengembangan perangkat lunak blockchain. Slogan perusahaan tersebut “Desentralisasi Segalanya”. Block.one didirikan bersamaan dengan keluarnya white paper yang merinci platform blockchain EOS.IO.

Sementara itu, pada akhir Juni 2017, Block.one meluncurkan penawaran koin awal (ICO) untuk token EOS yang didistribusikan di blockchain Ethereum dan menyediakan total 1 miliar pasokan token EOS.

Namun, ICO khusus ini berjalan untuk jangka waktu lebih dari satu tahun, hingga 2 Juli 2018, dengan sejumlah token yang diterbitkan setiap hari. Perusahaan mengatakan bahwa ICO telah mengumpulkan lebih dari $1miliar hingga 2018, sementara nilai pasar token ESO pada tahun itu lebih dari $12miliar.

Block.one terdaftar di Kepulauan Cayman, yurisdiksi yang dianggap sebagai surga pajak untuk bisnis internasional karena perusahaan terdaftar di sana tidak perlu membayar pajak perusahaan. Perusahaan ini memiliki sekitar 200 staf di seluruh dunia, dengan kantor di HongKong serta kantor AS di California dan Virginia.

Pengembang EOS Coin

Pendiri EOS coin adalah kepala eksekutif Block.one, Brendan Blumer, seorang wirausahawan teknologi Amerika yang berbasis di Asia dan telah bekerja di blockchain sejak 2014. Dia meluncurkan usaha pertamanya, GaMeCLiFF, pada usia 15 tahun, serta menjual aset virtual di dalam game role-playing online massively multiplayer (MMORPGs).

Tiga tahun kemudian, pada tahun 2005, dia menjual GaMeCLiFF ke Internet Gaming Entertainment (sekarang IMI Exchange), yang memindahkannya ke HongKong.

Blumer telah meluncurkan Accounts.net pada tahun 2007, Ia menjual avatar dalam game dan mendapatkan penghasilan bulanan lebih dari $1juta. Kemudian disusul dengan Okay.com pada tahun 2010, sebuah platform berbagi data perusahaan untuk pialang real estate di Asia.

Pada Januari 2013, Blumer mendirikan ii5, yang bertujuan menarik bakat teknologi dari Silicon Valley dan tempat lain untuk menciptakan teknologi kompetitif bagi perusahaan di Asia. Ii5 juga menyediakan investasi modal bagi perusahaan baru maupun lama di Hong Kong.

Pada tahun 2016, Blumer bekerja sama dengan Dan Larimer, salah satu pendiri perusahaan kripto lainnya termasuk Bitshares dan Steemit, sebuah blog dan jejaring sosial di mana pengguna diberi hadiah token kripto Steem untuk memposting dan menemukan konten. Pasangan ini mulai mengembangkan Block.one dan Larimer menjadi chief technical officer (CTO) perusahaan.

Baik Blumer dan Larimer bermaksud menggunakan platform blockchain EOS.IO untuk memasang tantangan serius pada Ethereum. Blumer mengklaim teknologi baru ini akan meningkatkan kecepatan transaksi, menghilangkan biaya pengguna, dan memberdayakan komunitas open-source

Menurutnya, jika internet adalah transfer data massal, skalabel, dan tidak aman. Maka blockchain alan mewakili transfer data dengan aman dan massal serta segala sesuatu yang menyertainya.

Cara Kerja EOS Coin

EOS dianggap sebagai “pembunuh Ethereum” karena bisa melakukan semua yang Ethereum lakukan, bahkan lebih baik lagi. Keduanya sama-sama mampu menjadi tuan rumah DApps dan didukung oleh smart contract.

Apa yang membuat cara kerja EOS lebih baik dari Ethereum? Hal ini karena blockchain EOS coin menggunakan model konsensus baru yang bernama Delegated Proof of Shake (DPoS). Teknologi ini mampu menyelesaikan permasalahan yang saat ini sedang dialami Ethereum.

Sementara, Ethereum (ETH) masing menggunakan Proof of Work (PoW) yang dikenal akan kelambatannya. Itulah mengapa, EOS bisa mengancam popularitas Ethereum sebagai mata uang kripto terbesar kedua di dunia.

Harga EOS Coin Terkini

Harga Terkini USD 2.60
ROI (est waktu peluncuran) 152.31%
Kapitalisasi Pasar USD 2.437.552.519
Peringkat Pasar #14
Suplai Beredar 936.734.451 EOS
Suplai Maksimal No Data
Harga Tertinggi Sepanjang Masa USD 22.89 (April 2018)
Harga Terendah Sepanjang Masa USD 0.480196 (Oct 2017)
Volume Perdagangan 24 Jam USd 2.563.543.253

Nah, itulah informasi seputar EOS coin yang perlu Anda ketahui. Apabila Anda tertarik untuk membaca artikel-artikel mengenai cryptocurrency lainnya, buka halaman blog Bitocto sekarang juga. Semoga bermanfaat!

Baca juga: Apa itu NFT? Aset Digital yang Naik Daun di Dunia Kripto

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin