agio saham

Agio Saham: Pengertian, Manfaat, Jenis & Cara Menghitungnya

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Jika OctoMate bekerja di bidang keuangan atau perpajakan, maka agio saham adalah salah satu istilah yang tentunya sudah tak asing lagi, bukan? Bagi perusahaan, agio saham adalah hal penting untuk kelangsungan operasional usaha. Ini merupakan selisih antara hasil jual saham dan nilai nominalnya

Lalu, apa perbedaan agio saham dan capital gain? Untuk lebih jelas, yuk langsung saja simak pembahasan mengenai apa itu agio saham, jenis, manfaat, hingga cara menghitungnya di bawah ini!

Apa itu Agio Saham?

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian agio saham adalah kekayaan bersih perusahaan yang berasal dari penjualan saham di atas harga pari (par) (paid in surplus) atau disebut juga sebagai APIC (Additional Pain in Capital).

Dari definisi tersebut, bisa dikatakan bahwa agio saham adalah total kekayaan bersih milik perusahaan yang dihasilkan dari penjualan saham di atas nilai perdananya. Artinya, total kekayaan bersih ini merupakan selisih antara setoran lebih pemegang saham (harga jual) dengan nilai nominal saham perusahaan 

Agio saham juga seringkali disebut sebagai modal yang melebihi nilai nominal. Selisih lebih tersebut umumnya terjadi saat seorang investor membeli saham yang baru saja diluncurkan perusahaan selama masa penawaran umum saham perdana (IPO).

Dalam hal ini, saham memiliki harga jual di atas nilai nominal yang ditentukan, sehingga kelebihan uang dari pembelian investor tersebut menjadi kekayaan bersih bagi suatu perusahaan.

Baca juga: Equity adalah: Pengertian, Unsur, Jenis, dan Cara Menghitung

Manfaat Agio Saham

Keuntungan yang didapat dari agio saham tentu memiliki sejumlah manfaat bagi perusahaan di antaranya:

  • Perusahaan tidak perlu menaikkan biaya tetap
  • Perusahaan tidak perlu melakukan pembayaran kepada investor, seperti dividen
  • Kekayaan bersih bisa dijadikan sebagai pertahanan terhadap potensi kerugian
  • Tidak ada klaim dari investor atas aset perusahaan
  • Dana dari agio saham dapat digunakan secara bebas untuk berbagai keperluan perusahaan, mulai dari membeli aset, melunasi utang, dan lain sebagainya.

Baca juga: Settlement Adalah: Pengertian, Fungsi, Contoh, dan Cara Catat

Cara Menghitung Agio Saham

Agar lebih paham, simak contoh dan cara menghitung agio saham di bawah ini.

Misalkan, perusahaan A menerbitkan saham dengan nilai nominal Rp4.000 per lembarnya. Namun, saat tahap penawaran umum saham perdana, perusahaan memberikan harga jual sebesar Rp5.000 per lembar. Sehingga, nilai agio saham adalah sebagai berikut.

Nilai agio saham = Rp5.000 – Rp4.000 = Rp1.000

Contoh lainnya, misalkan perusahaan B menerbitkan 1 juta lembar saham dengan nilai nominal Rp5.000 per lembar (Rp5.000 x 1 juta lembar = Rp5 miliar). Kemudian, saham tersebut berhasil terjual dengan harga Rp8.000 per lembar. Maka, total dana yang diperoleh perusahaan B ialah 8 miliar (Rp8.000 x 1 juta lembar).

Sehingga, cara menghitung agio saham perishaaan B adalah sebagai berikut.

Nilai agio saham = Rp8 miliar – Rp5 miliar = Rp3 miliar.

Nantinya, dalam neraca perusahaan, modal yang disetor akan tertulis sebanyak Rp5 miliar. Sedangkan, tambahan modal disetor atau agio saham adalah sebanyak Rp3 miliar.

Baca juga: Rasio Profitabilitas: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Contoh

Jenis-Jenis Agio Saham

Setelah memahami pengertian agio saham, manfaat, dan cara menghitungnya di atas, berikutnya ialah mengenai jenis-jenisnya. Adapun jenis agio saham adalah sebagai berikut.

1. Agio Biasa

Agio biasa merupakan selisih harga jual dengan nilai nominal seperti penjelasan sebelumnya, misalkan, nilai perdana saham per lembar ialah Rp3.000, kemudian dibeli dengan harga Rp5.000, maka selisih atau nilai agio sahamnya ialah Rp2.000.

2. Agio Treasury

Jenis lainnya dari agio saham adalah agio treasury, dimana perusahaan menarik kembali saham yang telah dijual sebelumnya atau juga dikenal dengan sebutan buyback stock. Jika saham tersebut kemudian dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi daripada nilai nominal, maka saham tersebut termasuk agio treasury.

Baca juga: Listing adalah: Perbedaan Listing, Delisting, dan Relisting

Perbedaan Agio Saham dan Capital Gain

Lalu, sebetulnya apa perbedaan agio saham dan capital gain? Walaupun sama sama merupakan selisih harga jual dan nilai perdana, namun keduanya ternyata berbeda, lho.

Agio saham adalah kekayaan bersih yang diperoleh dari selisih penjualan dengan nilai nominal, dimana besaran nominal tersebut ditetapkan oleh perusahaan penerbit (emiten) sebelum dicatat di bursa efek.

Artinya, harga perdana ini merupakan kesepakatan antara emiten dan penjamin emisi terkait. Agio saham pada akhirnya akan masuk ke kas emiten dan menjadi kekayaan bersih perusahaan.

Hal tersebut tentu berbeda dengan capital gain yang merupakan selisih lebih dari harga jual dan harga beli saham di pasar sekunder. Atau, capital gain juga dapat diartikan sebagai selisih antara harga beli di pasar perdana dengan harga jual saham di pasar sekunder. Sehingga, keuntungan capital gain pada dasarnya dinikmati oleh investor atau pemegang saham terkait.

Demikianlah pembahasan mengenai apa itu agio saham, manfaat, cara menghitung, hingga jenis-jenisnya yang patut OctoMate ketahui. Dari penjelasan tersebut, bisa disimpulkan bahwa agio saham adalah kekayaan bersih perusahaan yang rupanya berbeda dari capital gain, dimana diperoleh dari hasil penjualan perdana langsung sebelum masuk di bursa efek.

Baca juga: Return Adalah: Definisi, Jenis, Komponen, Faktor & Contohnya

Share:
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin